Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Rasa yang Berbeda


__ADS_3

"Maaf" ucap Ans dingin kemudian pergi begitu saja tanpa melihat lagi Helena yang yang sudah murung.


Helena tidak menjawab tapi matanya berkaca kaca mendapat perlakuan seperti itu, dia merasa terluka dan juga rendah karena tidak bisa membuat seorang Ans memandang ke arahnya saja.


"Sadarlah posisimu Helen, kau tidak pantas untuknya" lirih Helena.


Satu tetes air mata lolos dari kedua matanya, menandakan jika wanita itu memang lemah.


Lemah akan perasaan yang tidak bisa ia kendalikan, perasaaan berharap pada pria yang sudah memiliki tambatan hati, dan perasaan pada pria yang menikahinya harnya karena sebuah tanggun jawab.


Itulah yang sekarang di rasakan oleh Helena, tanpa tau jika alasan sebenarnya Ans adalah karena beban akan rasa bersalah padanya.


Ans kembali kembali ke kamarnya untuk bersiap siap berangkat ke kantor, dan lagi dia harus sesegera mungkin menyelesaikan masalahnya dengan Via.


Baru saja Ans selesai dengan ritual mandinya, dan berjalan menuji lemari tapi dering ponsel membatalkan niatnya untuk berpakaian.


Ans menutar langkahnya menuju Nakas tempat ia meletakan ponselnya, meraih dan melihat ID pemanggil yang ternyata adalah Ruben.


"Ck, bos yang satu ini tidak bisa membiarkan ku tenang" decak Ans dan jarinya bergerak menekan tombol ikon warna hijau.


"Ya tuan!" jawab Ans singkat.


"Hei" sejak kapan kau tidak memiliki sopan santun padaku ha!" teriak Rubeb dari sebrang.


"Saya selalu memiliki soapn santun tuan " jawab Ans "kau saja yang tidak memiliki sopan santun padaku" lanjut Ans dalam hati.


"Ck, kau ini ya semakin berani padaku!" ketus Ruben yang masih tidak suka dengan sikap Ans


Ans menghela napasnya geram, jika saja bisa dia ingin sekali saka melayangkan tanganya ke waja Ruben untuk menegur sikap semena menanya selama ini.


Tapi itu tidak akan pernah terjadi mengingat dirinya hanya seorang kepercayaan yang tidak memiliki harta seperti Ruben.


"Aku tidak pernah berani padamu tuan, dan tolong katakan ada apa? saya harus segera berangkat." ucap Ans sembari menahan nafansnya yang mulai baik turun tidak stabil akan kejengahan sikap Ruben.


"Jadi kau selalu berangkat tepat waktu rupanya ya" saut Ruben yang masih tidak mengatakan apa niatnya.

__ADS_1


"Tentu saja, karena saya bukan pria yang akan melimpahkan pekerjaan pada bawahan saya sesuka hati jika sudah bucin!" sindir Ans yang membuat Ruben kembali meradang.


"Ans...!" teriak Ruben.


"Katakan ada apa atau saya matikan saja ponselnya karena saya harus segera berangkat." sela Ans yabg tau jika Ruben masih ingin berkoak meneriaki dan mengatakan sumpah serapah padanya.


"Huhh kau selalu saja menyela setiap perkataanku Ans, tidak ada perubahan dari mu ini walau kau sudah jauh" ucap Ruben


Ans semakin kesal karena Ruben sedari hanya mengoceh tidak faedah, tapi tujuan sebenanrya masih belum utarakan.


"Tuan bisa kah kau katakan ada apa menghubungi saya" ucap Ans sekali lagi menanyakan maksud dari Ruben.


" Oh iya, datanglah ke kantor pusat, ada hal yang harus kita bahas dan sekalian kau laporkan bagaimana hasil kepergian.-"


"Ans, sarapan dulu" ucap Helena yang tidak tau jika suaminya ini sedang berbicara dengan seseorang di telpon.


"Siapa perempuan itu Ans?" tanya Ruben yang menjadi seorang yang kepo saat mendengar suara seorang gadis memanggil nama Ans dengan begitu lembutnya.


Ans berputar dari yang tadi posisinya membelakangi Helena kini mereka sudah berhadapan, dan tangan Ans bergerak dan diletakan di depan mulutnya menyuruh Hlena jangan bicara.


Helena mengangguk mengerti dengan bahasa isyarat dari tetapi gerakan tangannya menyuruh untuk segera bersiap setelah itu sarapan.


"Ans, jawab pertanyaanku siapa wanita itu!" desak Ruben yang masih belum mendapat jawaban dari Ans.


"Dia bukan siapa siapa"


Ans menjawab pertanyaan Ruben tapi matanya terus mengamati gerakan Helena, bahkan saat Ans mengucapkan kata Helena bukan siap siapanya, dia bisa melihat gerakan tangan Helena yang terhenti.


Ans yakin jika Helena mendengar perkataannya, tapi mau bagaimana lagi, belum saatnya dia mengatakan tentang Helena pada semua orang.


Bagiaman dengan Helena? jangan tanyakan lagi persaannya sakit mendengar dirinya tidak di akui oleh suaminya sendiri.


"Apakah itu benar Ans?" tanya Ruben membuat Ans kembali tersadar dan berdehem untuk menetralkan hatinya yang terasa sakit karena sudah mengabaikan Helena


"Benar tuan dan saya akan segera menemui anda." jawab Ans.

__ADS_1


Ans langsung memutus peracakapan mereka dan berjalan mendekati Helena yang terus saja berjalan kesana kemari menyiapkan keperluan Ans di tengak perutnya yang membuncit.


"Aku akan ke ibu kota" ucap Ans membuat pergerakan Helena terhenti, tapi tidak lama ia kembali melanjutkannya.


"Baiklah, apa kau mau aku menyiapkan pakaian gantimu?" tanya Helena yang kini kesibukannya mengambilak sepatu Ans.


"Tidak. Tidak perlu, aku akan kembali nanti sore." jawab Ans.


"Baikalah, segera kenakan pakaianmu dan lekaslah sarapan agar tidak terlambat." ucap Helena yang sama sekali tidak mau memandang ke arah Ans yang terus memperhatikannya.


"Bukankah kau hari ini jadwal kontrolmu?" tanya Ans yang berhasil membuat Helena berhenti dari kegiatannya.


Jujur, Helena sedikit senang karena Ans ternyata memeperhatikan hal ini, tapi lagi lagi meredup saat menyadari jika Ans melakukan hal ini karena Anaknya.


"Aku akan pergi sendiri saja nanti, jadi kau tidak perlu khawatir" jawab Helena berusaha menahan perasaanya.


"Tidak, kau tidak boleh pergi sendiri! aku tidak mau jika dia kenapa napa nanti" ucap Ans yang semain membuat Helena berkecil hati.


"Tidak perlu khawatir karena aku tidak membuat anakku dalam bahaya!" ucap Hlena tegas.


Ans berjalan menuju Helena saat melihat perubahan sikap Helana yang tidak seperti biasanya, tapi Helena segera pergi untuk menghindari Ans.


"Segera bersiap agar tidak terlambat" ucap Helena kemudian pergi meninggalkan yang masih terpaku memandangnya.


Ans segera bersiap saat mendapati waktu yang terus saja berjalan, selesai dengan itu ia menuju meja makan dan sudah berada di sana menunggunya.


Ans mulai bergerak mau mengambilkan sarapannya tetapi gerakannya terhenti saat Helena lebih dulu mengangkat dirinya dan mengisinya dengan nasi goreng yang baru saja mereka masak dai di dapur.


Ans makan dengan lahap makanan yang disajikan oleh Helena, karena ini baru pertama kalinya Helena memasak untuknya dan ini terasa sangat lezat..


"Baiklah aku pergi"


Ans berpamitan pada Helena, saat mereka sudah berada di teras rumah mereka, karena Helena yang ikut mengantarkan Ans.


"Hati hati" jawab Helena seadanya.

__ADS_1


Ans langsung pergi, karena dia ingin segera menyelesaikan semua pekerjaan dan masalahnya agar bisa memperbaiki hubungannya dengan Helena.


Bersambung...


__ADS_2