Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Wanita yang Unik


__ADS_3

Riko melajukan mobilnya mengarah pada arah rumahnya setelah tadi dia menghubungi beberapa orang agar menjaga apartemet Janeth supaya tidak melarikan diri, karena dia tidak akan melepaskan Janeth begitu saja jika belum membayar kerugian perusahaanya, mungkin terdengar tidak masuk akal tapi percayalah jika Riko hanya ingin memanfaatkan situasi yang di sebabkan oleh Janeth sendiri.


Karena jika hanya sekedar menjebloskan Janeth dalam penjara maka itu tidak akan setimpal menurut Riko, karena dia yakin jika tidak akan sampai satu pekan Janeth berada di sel tahanan pasti akan terbebas karena jaminan ayahnya dan dia akan rugi besar besaran, karena musuh pergi tapi kerugian belum tertupi.


"Sayang..." seru Riko.


"Sudah pulang sayang? tidak biasanya" tanya Lili merasa heran.


"Iya sengaja pulang cepat menunggu kabar bahagia" jawab Riko santai.


Lili semakin tidak mengerti dengan perkataan suaminya, "apa maksudnya sayang?" tanya Lili.


"Aku sudah tau siapa dalang daru semuanya dan dia adalah Janeth, ternyata dia sudah merencanakan semuanya membuatku jatuh dan dia akan datang menjadi investor ku layaknya malaikan penolong, tapi pertolongan yang dia berikan tidak cuma cuma, kau sudah tau kan syarat apa yang dia ajukan padaku itu yabg kemarin aku ceritakan padamu" ucap Riko.


Lili mendengus sebal mendengar penuturan suaminya, wanita itu benar benar sangat licik merangkai semua rencana seolah itu adalah sebuah kebetulan untuk dia bisa menjadi duri dalam rumah tangganya, benar benar murahan sekali pikir Lili.


"Mantan kekasihmu itu benar benar nekat!murahan lagi!" ketus Lili mencebikan bibirnya karena kesal.


Ekspresi Lili yang seperti itu justru membuat Riko tergelak, bukan garang tapi justru lucu di mata Riko reaksi ibu hamil yang tak lain adalah istrinya.


"Lalu dimananya letak kabar baiknya?" tanya Lili masih dengan situasi yang sama.


"Dia akan membayar kerugian perusahaanku sayang" jawab Riko.


"Lah memangnya dia mau? dari mana dia akan mendapatkan uang sebanyak itu atau jangan jangan ganti ruginya sedikit lagi?" tanya Lili penuh selidik.


"Iya memang sedikit, hanya sekitar delapan ratusan milyar" jawab Riko santai.

__ADS_1


"Haa..." Mata Lili melotot dan mulutnya menganga mendengar jawaban suaminya, dia sangat kaget mendengar nominal uang yang menurutnya bisa membiayai kehidupan dia dan keluarganya selama hidup mereka jika di di telisik dari keadaan hidup mereka selama ini.


"Jangan melotot dan tutup mulutmu" ucap Riko dan langsung merangkul pinggan Lili menggiringnya masuk ke kamar mereka.


"Uanganya banyaj banget sayang" jawab Lili msaih dengan keterkejutannya.


"Uang segitu bagi para orang kaya hanya satu tahun belanja istri dan anaknya pasti, jadi jangan terlaku terkejut begitu" jawab Riko.


"Ish maklum lah, aku mana pernah punya uang sebanyak itu, jadi wajar saja jika aku kaget" jawab Lili dengan bibir yang mengerucut.


"Sudah nanti jika perusahaanku sudah stabil maka kau akan ku berikan semua uang yang menjadi bonus perusahaanku" ucap Riko dengan kekehanya.


"Ckck aku tidak butuh itu! tapi ngomong ngonong apa dia mau membayarnya? itu kan jumlahnya tidak sedikit sayang, mana mungkin dia punya uang sebanyak itu dalam waktu sehari?" tanya Lili masih membahas masalah uang yang begitu banyak menurutnya.


"Punya tidak punya, dia pasti akan membayarnya besok padaku" jawab Riko dengan senyum liciknya.


Lili menicingkan matanya melihat senyun misterius suaminya, dua jadi merada curiga jangan jangan dia mengancam Janeth atau leboh parahnya lagi Riko menyetujui syarat dari Janeth, memikirkan hal itu membuat Lili jadi geleng geleng kepala menghalau kemungkinan yang dia pikirkan.


"Bagaimana bisa kau yakin jika dia akan membayarkan uang yang kai minta? jawab jujur kau mengancamnya atau menyetujui keinginannya?" tanya Lili penuh seldik.


"Aku tidak memenuhi syaratnya sayang, dan masalah bagaiman bisa, cukup aku yang tau saja dan kamu tidak perlu tau akan hal itu" jawab Riko yang tidak ingin istrinya tau kekejamannya pada Janeth karena baginya cukup dirinya saja yang tau dan istrinya hanya boleh tau sisi baik dan lembutnya saja.


"Katakan sayang, bagaimana bisa dia bersedia membayar semua itu tanpa kesepakatan perusahaan" desak Lili merengek manja.


"Sayang, cukup aku yang tau, dan kamu cukup layani aku saja" ucap Riko dengan alis yang di naik turunkan dan senyum genit yang dia tampilkan.


"Ck, tidak ada meronda malam ini, kau suruh saka adikmu itu tidur tanpa meronda!" ketus Lili.

__ADS_1


"Sayang jangan begitu, adikku mana bisa tidur jika tidak bekerja lebih dulu!" protes Riko.


"Dan aku tidak mau bekerja sama dengan adikmu jika pemiliknya tidak bisa bekerja sama" balas Lili.


Riko gusar mendengar perkataan istrinya, apa yang harus dilakukannya, harus kah dia mengatakan pada istrinya tapi dia tidak mau jika istrinya mengatakan dia tidak baik, tapi jika tetap tidak mau mengatakannya maka taruhannya adalah adiknya akan puasa lagi dan tidak tau sampai kapan akan masuk sarang.


"Tapi jangan marah padaku ya sayang?" ucap Riko lebih dulu membuat Lili berjanji.


"Tergantung jika kejujuranmu merugikan diriku" jawab Lili.


Riko menarik nafasnya terlebih dahulu sebagai pembuka untuk dia memulai ceritanya, "sebenarnya....." Riko menceritakab semuanya mulai dari siapa orang yang meretas data perusahaanya, siapa yang menyuruh dan Riko yang datang ke apartement Janeth serta apa yang dia lakukan dan ancaman apa yang di berikan Riki jika Janeth tidak memberikan uangnya.


Lili menutup mulutnya tak percaya jika suaminya bisa sekejam itu dalam bertindak dan berkata, dan Riko yang melihat hal itu menjadi sedikit was was jika istrinya akan keberatan atau menegur dirinya yang akhirnya berakhir pada puasa, tapi semua kekhawatiran itu lenyao seketika setelah mendegar respon dari Lili.


"Sukurin deh dia tuh! biar tau rasa dia berhadapan dengan siapa, biar dia tau kalau suamiku bukan lelaki yang akan bermurah hati pada pelakor!" ucap Lili dengan ber api api.


Riko melongos mendengar perkataan istrinya yang ternyata malah senang mendengar tindakan yang dia lalukan pada Janeth, sungguh wanita yang unik menurut Riko istrinya ini, benar benar beda dari yang lain tidak seperti perempuan pada umumnya.


"Sayang kamu tidak kasihan padanya?" tanya Riko ragu ragu.


"Untuk apa aku mengasihani pelakor! jika dia tidak mau mengalami hal itu harusnya dia berpikir lebih dulu tindakannya akan berdampak buruk atau tidak padanya!" ketus Lili.


Riko menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "benar benar unik" batin Riko.


"Atau kamu kasihan padanya? kamu tidak tega menyakiti dia! apa kamu masih memiliki rasa padanya?" tanya Lili penuh selidik.


"Tidak sayang, cintaku hanya untukmu dan calon anak kita" jawab Riko.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2