Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Masih tentang Rasa


__ADS_3

Jika Ruben dan Santi sedang dilanda kebahagiaan, besa halnya dengan bebrapa manusia ini yang memiliki masalah yang saling terhubug


Seperti pagi ini, Di kediaman Ans si asisten Ruben, baru saja terbanngun dari tidurnya setelah mabuk semalam.


Duduk di balkon kamar di waktu yang masih menunjukan pukul lima pagi, merenung dan mandang awan yang masih meninggalkan gelap sisa sisa malam yang sudah mau berlalu.


Berkali kali menghela napasnya dengan kasar, setiap kali merasakan ada sesak yang menghantam dadanya.


Ya, tak bisa di pungkiri kalau Ans masih tidak bisa meneriman kenyataan kalau cintanya tidak terbalaskan.


" Aku tidak tau seperti apa lelaki itu Li, apakah dia lebih dariku.? apa kah dia lebih layak untukmu di bandingkan aku.?" lirih Ans .


Ans meremas rambutnya dan menariknya sedikit kasar untuk melampiaskan rasa yang bergejolak itu.


" Aku mau tau siapa sebenarnya lelaki itu Li, aku harus menyakan ini padamu." tekat Ans.


Ans segera bergegas menuju kemar mandi untuk membersihkan dirnya karna waktu hampir habis dan dia harus segera samapi di kantor.


Sedanglan Lili di dalam kontrakannya dari semalam tidam bisa tidur, memikirkan peresaannya dan juga usulan dar Riko yang menurutnya tidak masuk akal.


Bahkan hingga pagi Lili masih saja tidak bisa tidur, karan keasyikan dengan pikirannya. Dan jujur saja pikiran itu sebagian ternyata memikirkan Ans.


" Bagaimana keadaanmu Ans.? maaf jika kamu kecewa, tapi hanya ini jalan yang terbaik untuk aku dan kamu." lirih Lili. " Sebenarnya aku juga sakit Ans melihat kamu terluka, tapi aku tidak bisa berbuat apa apa. Dan aku pun tidak mengerti perasaan apa yang aku punya untukmu." Gumam Lili.


Lili merasa sudah sangat lelah untuk berpikir saat ini, sehingga ia pun memutuskan untuk membersihkan dirinya karna waktu kerja kantor tinggal sedikit lagi.


Didalam Kantor, Ans berada didalam sedang berbicara dengan Ruben untuk membahas sebentar rapat siang nanti


Sedangkan Lili sedang berkutat dengan Komputernya, untuk menyiapkan segala keperluan meeting nanti siang.


Selelasi dengan itu ia berdiri dan berjalan menuju ruangan Ruben untuk mengantarkan laporan, Lili masih tidak mengetahui kalau Ans juga sedang berada disana.

__ADS_1


Tok...tok..tok....


Lili mengetuk pintu ruangan Ruben dan tak lama dibukanya pintu dan.


Deg...


Lili berhenti melihat didalan ruangan itu bukan hanya Bosnya yang ada tetapi Ans juga ada disana sedang memandangnya dengan tatapan datarnya.


Lili merasa sakit melihat Ans yang bersikap dingin lagi padanya, tatapan itu sudah tidak seperti tiga hari yang lalu yang masih menatapnya dengan tatapan hangat dan sayang.


ehmmm..


Ruben berdehen keras melihat Asisten dan sekretarinya yang sepertinya sedang tidak baik baik saja, bahkan terkesan sedang bermasalah


Lili tersadar, saat mendengar deheman dari bosnya. " ehm. Emm maaf pak, ini berkas yang tuan minta untuk meeting nanti siang." ucap Lili terbata dan salah tingkah.


jujur saja saat ini Lili sangat gugup, sakit, rindu berbaur menjadi satu. Gugup saat ada Ans diantara mereka, sakit karna ternyata Ans tidak meresponnya lagi seperti dulu bahkan, sudahbtidak ada senyun dan tatapan hangat lagi dari Ans untuknya, sedangkan kalau Rindu, Lili sangat merindukan lelaki itu, merindukan kebersamaan dan kedekatan mereka selama dua bulan ini.


" Ya ,baiklah." jawab Ruben, dengan mata melirik bergantian dua orang itu yang bertingkah seperti orang asing.


" Tidak aka tuan." jawab As datar


" Tidak tuan" jawab Lili terbata


Mereka menjawab bersamaan tapi dengan ekspresi yang berbeda dan tenti saja itu membuat Ruben semakin yakin kalau mereka sedang bermasalah, tapi perihal masalah apa, Ruben tidak tau dengan pasti.


" Kalau begitu, saya pamit keluar tuan." kata Lili yang langsung meninggalkan ruangan itu.


Setelah kepergian Lili, Ruben menyandarkan punggunya dan menatap Ans dengan sangat lekat " katakana.! ada masalah apa kau dengam sekretarisku itu." tanya Ruben.


Ans mengerutkan keningnya, pertanda ia tidak mengerti, meski sebenarnya ia tau arah pembicaraan bosnga tapi dia memilih untuk berpura pura.

__ADS_1


" Jangan berpura pura,." Kesal Ruben " katakan apa kau menyukainya.?" tanya Ruben penuh selidik.


" Apa salah jika menyukainya.?" Ana malah balik bertanya.


" Tidak." tegas Ruben. " Jika kau menyukainya makan pertahankan cintamu." ujar Ruben.


" Tidak akan bisa." jawab Ans gantung dan itu membuat Ruben menjadi bingung.


" Apa maksudmua Ans.? kenapa tidak bisa.?" tanya Ruben penasaran.


" Karna dia sudah di jodohkan." Jawab Ans lirih, wajahnya yang masam berubah menjadi sendu tat kala ia mengingat Cintanya di sandingkan dengan pria lain..


Terkejut.? tenti saja Ruben tidak terkejut lagi karna ia sudah lebih dulu tau kalau Riko dqn Lili sudah dojodohkan dan akan menikab setelah mereka bertemu.


Justru yang membuat Ruben terkejut adalah, Ans yang menyukai wanita yang sudah akab menikah itu. Dan di saat seperti ini Ruben hanya bisa menghibur karna bagaimana pun ia tidak bisa memihak siapa pun.


" Sudahlah. jika seperti itu, jangan putus asa, jika kau berjodoh dengannya maka kau akan bersatu dengannya tapi jika tidak maka carilah wanita lain yang tidak kalah dari dirinya," ujar Ruben menenangkan Ans.


Ans tidak menanggapi ucapan Ruben, tapj dia malah pamit untuk untdir diri. " Saya permisi dulu tua, saya mau mempersiapkan rapat kita siang yang sebentar lagi."


As pergi dari sana dan Ruben hanya geleng kepala melihat reaksi asistennya itu.


Bersambung...


PENGUMUMAN.......


Author akan membuat novel terbaru yang berjudul " Wanita Bergaun Pengantin"


Bergenre, Romantic, Action, dan misteri,,


so cussss readers tercinta mari mampir ya nanti pada tanggal 16 maret 2021 akan louncing...

__ADS_1


jangan lupa mampirrrrr



__ADS_2