Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Berkunjung


__ADS_3

Waktu yang di tunggu yang di tunggu oleh ibu dari anak satu itu akhirnya tiba, mereka berangkat ke ibu kota untuk temu rindu dengan ibu mertua, tapi sesungguhnya adalah Ans ke obu kota sekalian untuk membawa laporan perusahaan cabang pada Ruben barulah setelah urusannya beres, Ans bisa bersama keluarga istrinya bersantai ria jika tidak ada kejadian lagi yang membuat mereka harus berakhir di rumah sakit seperti kejadian beberap bulan terahit datang.


"Sini biar Jenn di panku sama ayah, bunda istrhat saja" ucap Ans saat sudah berada dalam pesatawa hendak lepas landas untuk mengudsra mengantarkan orang orang sampai ke tujuan.


"Makasih ayah" ucap Helena dengan senyum manisnya menirukan suara Jennn yang sudah pasti akan membeo seperti biasanya


"Aasih Yah" tiru Jenn.


Siapa orang tua yang tidam tertawa jika putri mereka cepat tanggap seperti itu memberu penghiburan bagi mereka di kala penat karena pekerjaan, jangan pemilik balita bahkan orang lain yang hanya sekedar melihat pun ikut tersenyum dan merasa terhibur dengan celotehnya.


"Aduhh anak bunda makin pintar saja" gemes Helena.


Dan lagi lahi tawa Jenn terdengar dan itu kembali mengundang perhatian banyak orang, tapi satu hal yang menjanggal di benak Helena melihat pendangan beberapa orang yang ternyata tidak mengarah betul padan Ans, melainkan pada suaminya Ans dan itu sukses membuat Helena sangat kesal karena pandangan kerangnjang dari wanita wanita tidak tau malu.


Ans sendiri tau jika dia jadi pusat perhatian, tapi seolah tak peduli, dia asyik bermain dengan Jenn dan mengabaikan pandangan itu tapi tidak dengan Helena yang semakin kebakaran jenggot saat seorang pramugari dengan seragam sexy nya datang menghampiri mereka dengan sengaja membungkuk dalam agar menampakan buah dadanya yang kian menyembul meronta ingin keluar.


"Selemat pagi tuan nona" sapa pramugari iti denga bungkukan hormat yang benar membuat Helena panas bukan kepalang.


"Kami tidak butuh pelayanan!" ucap Helena dengan datar.


"Tapi non ini sudah tugas kami harus melayani anda" jawabnya tapi natanya tidak lepas dari Ans.


"Kau ingin mepayani kami seperti apa? apa yang kau bawa ha! tidak ada makanan ataupin minuman yang di tenteng oleh kedua tanganmu ini tapi soksoan mau melayani kami!" ketus Helena.


"Kau tau apa yang kau bawa kemari pada kami?" tanya Helena yang di jawab gelengan oleh pramugari itu.

__ADS_1


"Hanya buah dadamu yang meronta ingin keluar dan mata genitmu yang terus menatap suami orang! itu yang kau bawa, dan kamibtidak butuh itu karena aku sudah punya yang jauh lebih bisa memuaskan suamiku dan mataju jauh lebih menggoda yang sudah pasri suamiku akan tergoda!" sentak Helena.


Semua orang yang mendengar perkataan Helena menatap ke arahnya, laki laki perempuan tak luput memangnya termasuk Ans yang kaget mendengar perkatan istrinya.


Ada sebagian yang merasa malu sendiri mendengar perkatann Helena terutama waniat wanita yang tadi memandang kagum dan genit ke arah Ans melihat tubuh Helena yang terbilang jauh lebih menarik dari mereka termasuk pramugari itu yang merasa dirinya tadi akan menarik perhatian Ans kini malah malu sendiri karena mendapat tatapan cibiran dari beberapa waniata yang berstatus sudah menikah.


"Dasar waniat gatal! parmugari hanya jadi topeng saja!"


"Iya, lebih baik jadi wanita penghibur saja di clup!"


"Iya benar, gk pantas bekerja disini!".


Merasa malu karena terpojik akhirnya pramugari memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah tertunduk malu dan seketikan keheningan terjadi saat pengumuman pesawat akan leanding terdengar.


"Bunda sekarang garang ya" bisik Ans.


"Itu cara mengusir pelakor yang tidak selevael dendan bunda!" ketus Helena


"Tentu saja dia tidak selevel dengan dengan bunda makanya ayah pun tidak melirik" jawab Ans yang justru mengundang tudingan untuknya.


"Jadi kalau pelakornya lebih dari bunda, ayah akan melirik san tergoda begitu!" sentak Helena


Ans terjangkit kaget mendengar tudingan Helena, apa yang salah dengan jawabannya kenapa istrinya selalu saja memiliki banyak akal untuk mengartikan yang mengambil kesimpulan sendiri.


"Bunda sayang, ibu dari anak anak ayah yang cantik, manis, sexy yang tidak ada duanya mau sebagus apa pun body pelakor di luar sana aya tidak akan tergoda karena belum tentu mereka sama seperti bunda dalam segala hal terutama liar di ranjang" ucap Ans dengan bisikan di akhir kalimat.

__ADS_1


Helena merona merah mendengar pujian suaminya, apa lagi kini ada beberapa pasng mata yang melihat ke arah mereka yang ikut andil dalam menguping pembicaraan keluarga hangat itu, bahkan beberapa dari mereka ikut tersenyum malu hanya karena mendengarnya lalu apa kabar Helena yang saat ini jantungnya berdegup sangat kencang.


"Apaan sih yah, udah ah turun" ajak Helena untuk menetralkan degupan jantungnya.


Ans terkekeh melihat sikap istrinya yang salah tingkah padahal sudah memiliki anak yang berumur saru tahun tapi masih saja suka merona jika du rayu oleh Ans dan itu benar benar menggemaskan bagi pria itu membuat dirinya tidak ingin mengenali tempat untuk menerkam istrinya.


Ans mengikuti langkah istrinya dengan teratur dan setelahnha Jenn kini berpindah tangan karena Ans yang akan menggert koper mereka sampai ke rumah ibu mertunya, dengan sebelah tangan yang terus merangkul pinggang Helena dan kaca mata yang bertengger di atas hidung menambah kesan keren dari seorang Ans Wijaya.


Tapi kedua wanitanya pun tak kalah kerennya, pakaian yang senada dengan Ans berwarna putis yang merupakan mini dress dengan kacamata gaya yang juga bertengger bahkan Jenn pun demikian menggunkan sama seperti bundanya, membuat orang orang terpana akan keserasian mereka.


"Sayang kita seperti selebriti aja bukan? di lihat dan di kagumi oleh kalangan masyarakat" ucap Ans yang entah dari mana tiba tiba bisa narsis seperti itu.


"Ayahh narsis sekali"


"Harus dong, dan itu adalah fakta bunda ku sayang"


"Sudahlah ayo kita cari taxi"


"Loh kenapa harus taxi? supir tuan Ruben yang akan mengantar kita" jawab Ans membuat Helana hanya ber oh ria saja.


Mereka dalam perjalan menuju rumah Helena, setelah tadi supir yang di kirimkan Ruben tiba dan kini merak duduk manis di dalam mobil menunggu merka tiba disana, dan sepanjang perjalanan Ans terus saja menghalau pandangan sopir dengan syal lebal yang terus mereka bawa jika sewaktu waktu Jenn ingin minum susu.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2