
Tangisan ini semakin pecah saat Riko mengutarakan perasaannya. Tangisan bahagia, karena keinginan hati hati kecilnya tersampaikan.
"Kenapa? kenapa kau menangis? hei jangan menangis jika kau tidak mau menerimaku, aku tidak akan memaksamu" seru Riko yang panik karena tangisan Lili yang semakin pecah.
" Aku aku terkejut mendengarnya." ucap Lili sesegugan.
Riko melonngarkan pelukannya dan memutar tubuh Lili agar menghadap kearahnya. " Apa rekasi terkejut adalah menangis." tanya Riko dengan polosnya.
"bukan . " jawab Lili masih dengan sesegukan.
" jika bukan, Lalu kenapa kau menangis kencang seperti ini? "tanya Riko.
"Aishh kau ini, kenapa tidak mengerti sih." gerutu Lili
" Aku memang tidak mengerti Lili, makanya katakan padaku agar aku paham." pinta Riko memelas.
" Aku menangis karena terharu tau." ketus Lili dengan bibir yang sudah monuongbkedepan dan hal itu membuat Riko sangat gemas ingin mencicipinya.
Tapi sepertinya Riko harus menahan diri dulu, diantidak boleh gegabah dalam mengambil langkah, karena jika sampai salah lagi maka bukannya baikan atau perasaanya diterima tapi malah akan mendaptakan amukan dari nyonya.
" Jadi bagaimana? apa jawabannya? apa kamu mau menerimaku? kau mau menjalani rumah tangga yang semestinya denganku, mengizinkan aku memasuki relung hatimu menggantikan dirinya yang tidak akan pernah bisa ada persamaan? " tanya Riko dengan tangan yang sudah menjepit dagu Lili dan menaikkannya ke atas agar pandangan mereka bertemu.
Lili mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda ia menerima perasaan Riko terhadapnya. " Iya aku mau. Aku mau memulai hidup yang baru denganmu, menjalani rumah tangga sebagaimana suami istri pada umumnya." Jawab Lili dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
" Sungguh?" tanya Riko memastikan.
" Sungguh." Jawab Lili semangat.
" Jika seperti itu, berarti kita juga akan bekerja membuat anak?" tanya Riko menggoda Lili.
Liki yang mendengar pertanyaan Riko, seketikan merasakan pipinya memanas dan dia yaki kalau saat ini pipinya pasti sudah memerah.
" Apaan sih kamu. Mesum." kata Lili menundykan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang sudab memerah.
Sedangkan Riko terkekeh melihat sikap malu malu istrinya, sungguh menggemaskan menurutnya. Ingin rasanya dia membawa Liki ke kamar sekarang juga, tapi sepertinya dia harus menahan diri sampai nanti malam.
" Mesum pada istri sendiri tidaklah salah kan sayang." kata Riko semakin menggida Lili.
__ADS_1
Benar saja, Lili semakin tidak bisa mengontrol perasaan dan jantungnya yang terpompa semakin cepat medengar panggilan sayang yang keluar dari mulut Riko.
Lili bergerek hendak pergi meninggalkan Riko tapi lagi lagi pria itu menghentikan gerakannya. " Mau kemana hem?" tanya Riko.
" Aku aku mau ke kamar." cicit Lili.
" Apa ini bisa dianggap kode untukku?" tanya Riko dengan kerlingan mata genitnya.
" Ikhh apaan sih kamu ini, kepedean banget" jawab Lili mengerucutkan bibirnya yang tidak pernah ia tau kalau itu justru mengundang Riko ingin melahap bibir manis itu.
Cup
Riko sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak mencium Istrinya, dan akhirnya lolos juga ia akhirnya mencium bibir itu, merasakan masih madu alami dari sana.
Hanya kecupan awalnya, tapi melihat tidak ada perlawanan dari wanitanya membuat dia ingin lagi mengecup lagi dan bisa saja lebih dari itu ia inginkan.
Cup.
Sekali lagi bibir itu beradu, menempel untuk beberapa saat hingga akhrinya bibir Riko bergerak keatas dan kebawah secara bergantian mengesap bibir itu.
Sedangakan Lili hanya mematung merasakn bibirnya di kecup oleh Riko, karena dia cukup terkejut dengan tindakan suaminya itu sehingga membuat dia tidak bisa lagi berpikir.
Kesempatan tidak disia siakan oleh Riko, ia melu**at bibir itu dengan penuh perasaan, yang perlahan berubah menjadi tergesa dan penuh minat, mengeksplor setiap inci dan isi dari mulut Lili membuat Lili mengerang kecil saat tangan Riko mengelus dan menyusuri punggungnya yang terutupi kain bajunya.
Riko semakin Liar saja, tanganya tidak hanha mengelus punggung, tapi kini berpindah lebih kebawah dan kemudian beralih lagi ke dua gundukan yang dimiliki Lili, dabn akhirnya dia menangkup salah satunya dan mere**snya sedikit.
Lili tersentak saat merasakan tangan Riko yang sudah menyentuh miliklnya dan buru buru daa melepaskan diri dari dekapan Riko.
" Kau lebih baik mandilah dulu." ucap Lili salah tingkah, dan kemudian pergi dari sana begitu saja untuk menghindari Riko.
" Hufftt untung saja." gumam Lili mengelus dadanya. " lagian kenapa juga Riko bersikap seperti itu? buat jantungku mau melompat saja." lanjut Lili di dapur.
Dia berniat untuk membuatkan kopi untuk Riko seperti sebelu sebelumnya setiap Riko pulang kerja maka ia akan membuatkan minuman untuk suaminya, dan alasan lainnya adalah untuk menghindari Riko.
Sementara Riko sendiri berjalan menuju kamarnya dengan bibir yang terus saja tersenyum, dia habis pikir kalau dia akan kecanduan dengan bibir manis milik Lili.
" Ck, aku pasti sudah gila." umpat Riko pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Sampai dikamar Riko melepaskan jas yang melekat di badannya dan dasi yang melikit di lehernya. Bergegas mandi karena sudah merasa gerah dan lengket.
Tidak lama setelah, itu Lili masuk kedalan kamar dengan nampan kecil tempat kopi dan cemilan untuk Riko namun dia tidak me dapati suaminya disana, tapi Lili mendengar suara gemircik air ia bergumam. " Lagi mandi rupanya."
Dengan segera Lili mengambilakn pakaian rumah untuk di kenakan Riko, dan talama setelah itu Riko Selesai mandi dan langsung mengenakkan baju yang sudah Lili siapkan untuknya.
" Terimaksih" ucap Riko tersenyum manis seraya mengambil bajunya dan kembali masuk ke kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya.
Sementara Lili lagi lagi pipinya memanas melihat pemandangan indah yang ada didepan mata, tubuh sispack dan seksi suaminya benar benar menggoda iman siapa saja tak terkecuali dirinya yang terpana.
" Sispack sekali." gumam Lili masih posisi memangan kearah kamar mandi dan terhanyut tanpa sadar kalau Riko sudah kembali dari kamar mandi.
Senyum licik terbit di sudut bibir Lelaki itu, melihat istrinya yang tidak berkedip memandang kearahnya, berjalan perlahan hingga tepat di hadapan Lili. " Apa kau kagum sayang?" tanya Riko dengan suara menggoda tepat di telinga Lili.
Tanpa sadar Lili menganngukan kepalanya seperti orang bodoh. " Apa kau suka?" lagi lagi Riko bertanya dan kali ini bibirnya mencium lembut telinga Lili dan menggigitnya pelan yang membuat seluruh tubuh Lili meremang dan lagi lagi mengangguk mengiayakan pertanyaan Suaminya.
Hap
Riko langsung merangkul pinggang Lili yang membuat wanita itu memekik kaget. " Ka kau mau apa Riko?" tanya Lili terbata.
" Kenapa sayang? aku ini hanya ingin membuatmu merasakan tubuhku yang seksi ini." ucap Riko dengan tangan mengelus pipi lili.
Kembali Lili terbuai dari sentuhan lembut Riko apalagi saat merasakan hembusan hangat nafas suaminya sungguh rasanya sangat dimabuk.
Baru begini saja Lili sudah terbuai dan meremang, bagaimana nanti jika Riko melakukan hal lainnya lagi.?
" Riko, minum dulu minumanmu, nanti keburu dingin."
" Tidak masalah kopiku dingin yang penting istriku tetap hangat." jawab Riko mengelingkan mata.
" Apan sih mesum." kata Lili cemberut untuk memghilangkan rasa gugupnya.
" Hahahahaha.." Riko terbahak melihat mimik wajah Lili, baginya itu sangatlah menggemaskan. " Kau tau? kau itu sangat memggemaskan sekali bila sedang malu begini hahahaha." Riko menertwakan lili setelah dia tadi mencium ciuman dari bibir istrinya.
" Tau ah, aku kesal sama kamu." ketus Lili dan pergi meninggalkan Riko.
" Hei sayang jangan marah, aku hanya becanda dan karena memang kau sangat menggemaskan bagiku!" teriak Riko yang menyambar kopinya dan membawanya menyusul Lili keluar.
__ADS_1
Bersambung...
segini dulu ya gaesss, author usahakan akan up rutin kok. sok atu beri author LIKE, VOTE, RATE DAN HADIAH YA😍😍😘