
Pagi pagi sekali Nara sudah terbangun, berniat untuk memasakan sarapan untuk semuanya terutama untuk Radith yang semalam menginginkan nasi goreng buatannya.
Nara meringsung dengan sangat pelan turun dari ranjang tapi rupanya pergerakannya itu masih mampu dirasakan Rajesh sehingga pria itu ikut terbangun dan melihat Nara sudah bejalan menuju pintu kamar kamar mandi.
Rajehs bergerak pelan, merubah posisinya menjadi duduk dan menyenderkan punggungnya dikepala ranjang, menunggu istrinya dari kamar mandi.
"Kenapa cepat sekali bangunya sayang...?" tanya Rajehs pelan.
Tapi Nara masih tersentak kaget mendengar suara sapaan dari suaminya, dia mengira tadinya tidak akan ada yang bangun dengan gerakan pelannya tapi ternyata suaminya malah duduk menyender.
"Mas bikin aku kaget saja" ucap Nara mengelus dadanya.
"Kenapa cepat bangun?" tanua Rajesh lagi.
"Aku mau masak Mas.."
"Lagi? lalu apa gunanya pelayan?" tanya Rajesh tak suka jika istrinya kelelahan.
"Mas tidak menyukai masakanku?" tanya Nara menuduh Rajehs membuat pria itu dengan cepat memberi jawaban.
"Bukan begitu, Mas hanya tidak ingin kami kelelahan sayang..." jawab Rajehs dengan cepat.
"Tidak masalah, aku suka melakukannua" jawab Nara dengan senyum manisnya.
"Baiklah, Mas mau tidur sebentar sebentar lagi" ucap Rajehs yang memang merasa masih mengantuk.
"Tidurlah tapi ingat waktu lohh" peringat Nara.
"Iya sayang"
Nara keluar dari kamar, membiarkan suami dan anaknya tetpa tidur mengingat waktu yang memang masih sangat pagi sekali, langkahnya terus melangkah hingga tak sengaja dirinya bertemu dengan sang mama mertua diruang keluarga, sepertinya Clara juga ingin ke dapur.
"Mama sudah bangun?" tanya Nara drnhan senyum khasnya.
"Iya, mau kedapur sekalian mau memasak, kamu mau masak bareng" tawar Clara.
"Tentu saja mau, aku juga niatnya ingin masak pagi ini" ucap Nara.
"Yasudah ayo kita duel masak" ajak Clara dengan sangat antusias.
Nara mengikuti langkah mertuanya yang sangat semangat ingin memasak bersamanya dan itu sangat disyukuri Nara karena keadaan dan keakraban dalam rumahnya dulu tidak jauh berbeda dengan rumah dan keluarga barunya.
"Kamu mau masak apa Nara?" tanya Clara.
"Aku ingin masak nasi goreng seafood untuk Radith Mah...." jawab Nara.
__ADS_1
"Loh hanya untuk Radith?" tanya Clara.
"Ya..bukan cuma untuk dia Mah,, kalau memang Papa ada makanan kesukaan kalau pagi jiga kita buatkan saja" ucap Nara.
"Emm biasanya dia tidak suka yang berminyak minyak kalau pagi hari" jawab Clara memberitahu kebiasaan suaminya.
"Kita buatkan Muffin sama Yogurt saja yang Mah?" tawar Nara.
"Memangnya waktu sampai ya?" tanya Clara sedikit ragu.
"Iya masih cukup kok" jawab Nara.
Dan kini keduanya bergelut didalam dapur, semua pelayan hanya bisasanya memasak makanan kini disuruh mengerjakan hal lain kecuali kepala palayan yang ditugaskan Clara untuk membantu mereka.
Empat puluh lima menut kemudian, sajian sudaah selesai dan tugas para pelayan menyajikannya diatas meja, Clara tampak puas melihat hasil karyanya bersama sang menantu yang sangat memuaskan, terlebih lagi ada banyak jenis makanan serta minuman yang mereka buatkan, sangat berbeda dengan hari hari sebelumnya jika dia ataupun pada pelayan yang memasak.
"Haaaaa Mama sangat puas dengan masakanMama pagi ini" reru Clara dengan senyum yang tertarik disudut bibirnya.
Nara hanua menggeleng melihat sikap mertuanya yang seperti anak kecil, gadis cantik itu berpikir mungkin memang selama ini ibu mertuanya hanya memasak alakadarnya saja ditambah dengan para pelayan yang memang juga kemampuan memasaknya tidak seberapa.
"Aku ke kamar dulu Ma, mau bangunin Mas Rajah sama Radith" pamait Nara.6
"Ahh iya.... Mama juga mau melihat Papamu" ucap Clara.
Kedua mertua dan menantu itu pegi ke kamar masing masing, "Mas.... Radith.... ayo bangun ini sudah pagi, kita harus segera berangkat"
"Bangun....ini sudah pagi, Radith harus segera ke sekolah" ucap Nara.
"Malas Mom...tidak ada Mommy disana" ucap Radith dengan suara seraknya.
"Tidak ada kata malas...ayo bangun, biar Mommy bantu bersiap, Ayo Mas juga bangun... kita harus segera bersiap" ucap Nara semakin mengencangkan suaranya karena kesusahan membangunkan para pria pria itu.
"Astagaa Mas lupa kalau kita mau pergi..." ucap Rajesh dan langsung pergi menuju kamar mandi.
"Sekarang giliranmu Boy... ayo bangun sekarang" titah Nara.
"Tapi bantu bersiap ya Mom" pinta Nara.
"Tentu saja, Mommy akan melayani semuanya pagi ini" jawab Nara.
Nara menjalankan apa yang dikatakan, melayani Radith mulai dari membantu mandi, memakaikan pakaian hingga merapikan perelatan apa saja yang menjadi keperluan Radith di sekolah.
Sedangkan Rajehs didalam kamarnya, hanya menggerutu dalam hati karena marasa diabaikan oleh istrinya sendiri, "ckck...baru juga satu hari menikah tapi sudah diabaikan, bagaimana bila sudah lama? bisa bisa aku tidak ada artinya gara gara anak kecil itu yang memonopoli waktu istriku" gerutu Rajesh dengan wajah masamnya.
"Istriku juga... malah mengurusinya mengikuti semua kemauan anak kecil itu, awas saja nanti kalau sudah sampai di Hawai, tidak akan aku lepaskan kamu barang sejengkal pun" lanjut Rajesh yang kini menggerutu pada istrinya.
__ADS_1
"Mas...." panggil Nara.
Rajesh dengan cepat mengubah mimik wajahnya saat mendengar suara lembut istrinya, tentu saja wajahnya tersenyum karena tidak akan mungkin memasang wajah masam dihadapan istrinya, "Sayang...."
"Udah siap berkemas?" tanya Nara dengan senyum manisnya.
"Belum. Tolonh kancingkan dulu sayang" pinta Rajesh dengan manja.
Nara mengikuti kemauan suaminya, dia tau sebenarnya Rajesh menggerutu tapi tetap menampakan senyum manis padanya membuat Nara tersentuh karena suaminya tidak berkata kasar atau mengabaikannya.
"Sudah....ayo kita turun Mas" ajak Nara.
Rajesh mengangguk dan menggandeng mesra jemari wanita cantik yang sangat disyukuri ya adalah istrinya, dengan senyum yang merekah mereka berjalan menuruni anak tangga menuju meja makan yang rupanya sudah ada mertua dan Radith menunggu mereka.
"Selamat pagi.." sapa Nara dengan lembut.
"Pagi sayang..." jawab Clara.
"Selamat pagi" jawab Heru dengan senyum ramahnya.
"Ini kamu semua yang masak sayang?" tanya Rajesh.
"Tidak. aku dan Mama yang memasaknya Mas" jawab Nara membuat Clara tersenyum puas karena namanya disebutkan, padahal kenyataan dia lebih banyak hanya membantu memotong buah dan sayuran dan bahan lainnya yang diperlukan dalam menu makanan.
"Ohhh jadi Mama benar berduel?" tanya Rajesh sendikit mengejek.
"Tentu saja, Mama kan juga ingin menyenagkan kalian" ketus Clara.
"Jangan marah Ma, aku juga senang kok kalau Mama dekat dengan istriku dan memasak bersama dengannya" ungkap Rajesh membuat Clara kembali tersenyum.
"Sudah ayo kita makan, kalian harus sudah berangkat bukan" lerai Heru membuat semuanya diam dan mulai sarapannya.
Nara seperti biasanya melayani Rajehs terlebih dahulu dan setelah selesai barulah Nara melayani Radith anaknya sedangkan Clara hanya melayani suaminya saja.
"Apa kalian akan pergi sekarang Dad?" tanya Radtih.
" Iya setelah mengantarku ke sekolah, tapi kira harus menunggu Leo datang" jawab Rajehs membuat Radith tersenyum karena akan diantar oleh orang tuannya.
"Baiklah kita akan menunggu" ucap Radith tidak ingin banyak bicara lagi.
Tak lama setelahnya, Leo sudah tiba dan koper milik Rajesh dan Nara sudah dimasukan dalam bagasi lalu menyusul Nara, Radith dan Rajehs masuk dan mengantarkan Radith lebih dulu kesekolahan.
.
.
__ADS_1
Bersambung....