Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Banyak Kisah Yang Sudah Terukir


__ADS_3

Makan malam kali ini berjalan dengan nikmat, dan lagi lagi kebiasaan Ans saat makan yaitu menyuapi istrinya di lakukannya saat ini di hadapan semua orang, walau sebenarnya Helena sudah mengatakan untuk makan terlebih dahulu tapi tidak di hiraukan olehnya, membuat Ruben tidak mau kalah dan dia pun melakukan hal yang sama pada istrinya.


Tapi berbeda dengan Lili yang merasa sedikit iri melihat itu, ada terucap kata seandainya dia yang berada di posisi itu pasti akan terasa sangat merasa di cintai tanpa sadar jika dia menciptakan masalah untuk persaannya sendiri, tapi walau begitu dia tidak pernah menyesal karena Riko sangat mencintai dirinya hanya saja cara mereka berbeda beda.


Jika Ans memperlakukan istrinya tidak membedakan tempat umum dan tempat berdua, berbeda dengan Riko yang lebih memeperlihatkn semuanya di kala mereka sedang berdua karena menurutnya tidak ada gunanya mengumbar kemesraan, kecuali jika dalam keadaan tertentu maka Riko akan tidak tau malu bersikap lembut pada Lili.


"Sayang, makan lah dulu biar Miley papa yang suampin.


Jika di lihat bukankah ini juga salah satu bentuk cinta Riko yang lebih menduluankan istrinya ketimbang dirinya sendiri, mengurusi bayinya agar tidak terlalu membenani Lili, agar istrinya memilili waktu untuk dirinya sendiri dan itu semua bukti nyata dari wujut cinta Riko.


Berbeda lagi dengan Ruben, pria yang tidak ingin di saingi dalam hal mencintai dan memperlakukan istri, bagi dia hanya dia yang boleh menjadi pria terbaik bagi keluarganya sehingga hal hal seperti yang di lakukan Ans dan Riko pun pernah dia lakukan bahkan rela meninggalkan proyek milyaran rupiah hanya untul loyalitasnya terhadap keluraganya terutama kecintaanya pada Santi istrinya.


Semua pria memang memiliki cara tersendiri untuk memperlakukan istri, menjaga keluarga dan membentuk keluraga dengan baik, dan sesuai dengan yang diharapakanya dan di harapakn orang lain juga.


"Ayah makan dulu saja" ucap Helena yang masih berusaha menolak.


"Jangan menolak bunda, makan saja dan fokus pada Jenn kita" ucap Ans.


"Tapi ini bukan rumah kita yah"


"Dan ayah tidam peduli, lihat saja mereka memiliki cara sendiri sendiri" ucap Ans dengan dagu yang di naikan ke depan mununjuk dua pasanganya yanh ternyata memliki kesibukan sendiri.


Akhirnya Helena mengikuti kebiasaan mereka, karena yang dia lihat juga sepertinya bukan hanya mereka saja yang seperti itu tapi tuan dan nona Santi bahkan Riko dan Lili pun memilki caranya sendiri.


"Sayang, Alvaro sudah kenyang kayaknya" ucap Santi melihat anaknya tidak mau lagi membuka mulutnya.


"Yasudah bunda makan, biar Kanaya sama Mas"


"mas makan dulu saja, biar Kanaya tetap sama aku, tapi mas tolong panggil bibi dulu biar jagain Alvaro" pinta Santi.

__ADS_1


"Baiklah" Ruben langsung beranjak dan tak lama kemudian kembali lagi dan duduk di tempat semula yang di belakangnya di susul oleh bibi.


Ruben menyendokan nasi ke mulut Santi lebih dulu, "a... sayang buka mulutnya" ucap Ruben dengan tangan yang sudah menggantung di depan mulut Santi.


Santi awlanya melirik kedua pasangan itu san ternyata mereka lun sibuk, akhirnya Santi membuka mulutnya menerima suapan dari suaminya kemudian berganti dengan Ruben menyuapinya sendiri.


Pada akhirnya acara makan malam itu berlangsung dengan saling suap, para istri menyuapi anak dan suami menyuapi dirir sendiri dan juga istri.


Makan malam usai dan kini kedua keluarga yang medapat undangan itu pun pamit pulang ke kediaman masing masing, "termakasih tuan untuk undangan makan malamnya" ucap Ans sebelum benar benar pergi dari sana.


"Tidak masalah, dan kau ingat urusan perusahaan belum selesai dan sepertinya kau akan lebih lama berada disini membantuku" ucap Ruben.


"Tidak masalah tuan, hitung hitung sebagai liburan istriku bertemu dengan keluargarnya" jawab Ans dengan senyum hangat dia berikan pada Helana.


Helena membalas senyum hangat itu, dia sangat bersyukur karena suaminya paham jila dirinya sangat merindukan keluarganya dan Ans tidak membuang kesempatan dengan memboyong serta dirinya dan Jenn berlibur


"Terimakasih Ben, untuk undangab makan malam yang sangat bermanfaat ini" ucap RIko dengan tangan yang menepuk pelan punggung Ruben dan tangan sebelahnya lagi merangkul Lili, walau sebenarnya mereka sudah berbaikan tapi rasa was was dalam dirinya tetap ada padahal lawannya saja sudah tidak peduli lagi.


Dan Ruben yang paham akan maksid Riko pun menjawab, "berterimakasih pada istriku, janhan padaku" jawabnya


Riko memalingkan perhatiannya pada Santi dan wanita itu berpura pura sibuk dengan Kanaya, "terimakasi San, dari dulu kau memang terbaik"


"Aku tidak melakukan apa pub jadi jangan berlebihan" jawabnya.


"Ya, baiklah kami permisi"


Kedua pasangan itu mesuk di dalam mobil masing masing, dengan Ans yang akan menggunkan mobil Ruben selama berasa disini dan Riko sendiri masuk ke dalam mobinya sendiri bersama Lili.


"Aku suka mereka sudah berbaikan" gumam Santi yang melihat kepergian kedua pasangan itu.

__ADS_1


"Dan itu semua berkat istri cantik mas" jawan Ruben dengan mencapit hidung Santi gemas.


"Bukankah istri mas ini hebat" ucap Santi membanggakan diriya sendiri.


"Hmm sangat hebat dan mas semakin jatuh cinta" ucap Ruben dan mendaratkan kecupan mesra di dibibir Santi dan mengabaikan Kanaya yang berada di gendongan istrinya.


"Ihhh mas ada Kanaya" ucap Santi seraya mendorong dada bidang suaminya dengan wajah yang sudah merona merah.


"Hahahaha....!" Ruben tergelak melihat istrinya yang masih saja malu malu, dan jujur saja itulah yang di sukai Ruben darinya sikap malu malunya bahlan masalah ronda pun santi masih saja malu malu jika bukan Ruben yang meminta untuk memimpin maka Santi tidak akan memiliki inisiatif sendiri.


Sementara Ans dan Helena masih di jalan karena memang jarak antara kediaman Ruben dan kediaman mertua Ans berada jauh, butuh waktu empat puluh lima menti perjalan perngendara normal tatapi mungkin hanya lima belas menit bagi yang pengendaranya ugal ugalan.


"Yah, mba Santi itu ramah ya, pantas saja tuan Ruben begitu mencintainya" ucap Helena membuka obrolan mereka.


Ans sedikit tersenyum mendengar perkataan istrinya, wajar saja Helena berkata seperti karena tidak tau kisah apa yang terukir sebelum sakarang saling mencintai.


"Ayah kenapa malah tersenyum mendengar perkataan bunda?" tanya Helena dengan kening yang mengerut.


"Karena bunda hanya mengetahui yang sekarang tapi tidak sebelumnya" jawab Ans.


"Kenapa? apa ada kisah di balik ini semua?"


"Benar, ada banyak kisar yang terukir di balik kebahagiaan yang mereka miliki saat ini, sama seperti kita yang mengukir kisah sendiri untuk sampai pada titik yang sekarang" jawab Ans dengan senyum lembutnya dan sesekali menatap Helena.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2