Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Darren


__ADS_3

" Kenapa tidak mungkin tuan Darren?"


Ans masih bersikap tenang tapi tatapannya sangat dingin ia tunjukan pada Darren, tapi hal itu tidak membuat Darren gentar, persetan dengan Ans yang merupakan kaki tangan orang terkaya dan tersohor, yang dia inginkan hanya Helena.


Ya, sejak pertama bertemu Helena, Darren sudah menyimpan rasa pada Helena, meski kenyataan pahit menimpa dirinya saat tau kalau Helena ternyata hamil dan tidak tau siapa yang sudah melakukannya karena Helena yang tidak mau memberitaukannya tapi itu tidak membuat Darren mundur bahkan dua dengan rela mau bertanggung jawab menjadi ayah dari anak yamg di kandung Helena.


Tapi Helena yang tidak mau, ia dengan tegas menolak ajakan Darren untuk menikah, untuk bertanggung jawab pada kandungannya. Helena merasa dia tidak pantas sangat tidak pantas untuk Darren yang susah sangat baik padanya selama berada di Surabaya.


Sekarang dengan tiba tiba Helena berasama dengan Ans yang mengaku sebagai calon sumainya. Hancur? tentu saja dunia Darren runtuh seketika, tubuhnya linglung jika saja dia tidak menjaga keseimbangan tubuhnya agar tetap tegap, bibirnya terasa keluh sulit untuk berucap.


" Apa benar itu Helena?" tanya Darren yang masih tidak bisa menerima perkataan Ans.


Helan menunduk merasa bersalah pada Darren, dia sama sekali tidak berniat berniat untuk menyakiti Darren, karena lelaki itu sudah baik padanya. Tapi apa boleh buat keadaan sudah seperti itu dan Helena juga tidak bisa membuat Darren menanggung sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.


" Jawab Helen. apa benar yang dia katakan itu." desak Darren mengguncang bahu Helena yang masih diam membisu tanpa berniat membuka mulutnya.


" Lepaskan tanganmu dari wanitaku tuan.!"


Ans geram karena Darren yang masih tidak percaya padanya, bahkan kini mendesak Helena sekarang untuk menjawab pertanyaanya.


" Diam kau.!" bentak Darren yang mendapat perlakuan kasar dari Ans " Ini buka urusanmu tuan, ini urusanku dengan Helena." lanjut Darren.


" Kau lupa jika Helena adalah calon istriku, jadi aku berhak ikut campur apa yang menjadi urusannya." uca Ans yang tersulut emosi karena Darren yang masih saja nyolot padanya.


" Kau jangan mengaku ngaku tuan Ans yang terhormat."


" Benar Darren, dia adalah calon suamiku, ayah kandung dari anak yang aku kandung." jawab Helena pada akhirnya.


Tubuh Darren menegang mendengar pengakuan Helena. pengakuan yang sama sekali tidak pernah terlintas di benaknya, pengakuan yang sama sekali tidak pernah dia harapkan akan terjadi.


Tapi ternyata terjadi, ternyata lelaki yang sudah mengahancurkan Helena ada disini dan sekarang menjadi calon suaminya.


" Jadi dia yang sudah menghancurkan kehormatanmu Helen." kata Darren dengan senyum sinisnya dan melirik Ans yang menahan amarahnya.


" Jadi kau mau menikah dengan orang yang sudah menghancurkanmu, membuat kamu merasakan sulitnya hidup selama lima bulan ini, membiarkan kamu menjalani masa kehamilanmu yang menyiksa mu dengan semua yang kamu alamai selama lima bulan ini." lanjut Darren karena Helena tak kunjung menjawabnya.

__ADS_1


" Apa maksudmu ha!" bentak Ans meraih kerah baju Darren dan mencekamnya.


Darren yang tidak terima dengan hal itu juga membalas menarik kerah baju Ans dan mencekamnya, saling menatap tajam satu sama lain seolah menyatakan perang lewat sorot mata masing masing.


" Sudah Hentikan!" teriak Helena " Apa yang kalian lakukan, kenapa malah bertengkar seperti ini." ucap Helena yang merasa takut akan terjadi perkelahian antara dua lelaki itu.


" Dia yang memulai Helen, dia yang sudah merebutmu dariku." jawab Darren yang masih tidak mau melepaskan tanganya dari kerah Ans.


Bugh


Ans melayangkan satu pukulan di wajah Darren dan membuat lelaki itu berhasil melepaskan tangannya karena terkejut dan belum ada kesiapan atas serangan Ans.


" Kau benar benar tidak tau malu! Kau bilang aku merebutnya darimu? heh, kau bahkan tidak bisa menyentuh hatinya sedikitpun tapi kau berkata seolah dia milikkmu dan aku sudah merebutnya." Ans tertawa seolah mengejek Dareen yang seperti itu.


" Kau.!"


Bugh


Darren yang tidak terima juga melayangkan satu pukulan di wajah Ans dan hal itu berhasil membuat Helena menjerit histeris, " Haaaa Hentikan....Aku mohon hentikan." teriak Helena yang sudah menangis tersedu.


Sontak mereka menghentikan perkelahian mereka dan mendekati Helena yang mengadu kesakitan.


" Helena, Helen." terika Ans dan Darren bersamaan dan mendekati Helena.


" Lepaskan." kata Ans yang masih saja sempat sempatnya melepaskan tangan Darren dari Helena di kondisi seperti ini."


" Jangan bertengkar denganku bodoh, Helena lebih penting."


Ans langsung membopong tubuh Helena dan membawanya ke rumah sakit menaiki mobilnaa sedangkan Darren terpaksa menggunkan mobilnya sendiri karena Ans yang tidak bisa mengijinkan dia masuk di dalan mobil miliknya.


Panik, takut, khawatir tentu saja di rasakan oleh Ans melihat Helena yang sudah di penuhi peluh, dan suara rintihannya yang begitu membuaa Ans sangat takut terjadi sesuatu pada Helena dan juga anaknya.


Sampai di rumah sakit, Ans tidak lagi membuang waktu, ia kembali menggendong Helena dan berjalan sedikit berlari masuk ke dalam." Tolong...Tolong..." teriak Ans.


" Tolong, tolong istri saya suster." pinta Asns yang spontan mengatakan Helena adalah istrinya karena memang dalam waktu dua hari lagi Helena akan menjadi istrinya.

__ADS_1


Asn berada berjalan mondar mandir di depan ruangan pemeriksaan Helena sesekali mengusap wajahnya dengan kasar, kepanikan sudah tidak dapat di sembunyikan lagi oleh Ans, entah dia khawatir pada siapa, anaknya atau Helena atau bisa saja mungkin Ans khawatir dua duanya.


Dari kejauhan telihat Darren berjalan tergesa-gesa menuju ke arah Ans, dia juga tidak kalah paniknya dari Ans. Tentu saja dia sangat panik Karena bagaimanapun Helena adalah orang yang sangat spesial di hatinya dan bisa dikatakan wanita yang dicintainya selama lima bulan ini.


" Bagaiman keadaan Helena?" tanya Darren setelah dia sampai di samping Ans.


Tidak ada jawaban dari pria yang ada di hadapannya ini, tapi melihat kecemasan dari wajahnya dapat dia simpulkan kalau Helena masih belum diketahui keadaannya.


" jika terjadi sesuatu pada Helena maka aku tidak akan melepaskan mu!" kata Darren penuh dengan ketegasan menatap kearah Ans dengan tatapan tajamnya.


Teryata pertengkaran yang terjadi di kontrakan Helena belum usai, terbukti sekarang mereka masih saling bertatap tatapan tajam tapi masih bisa mengiasai diri mereka untuk tidak membuat keributan di rumah sakit.


" Anda jangan lupa, jika Helena adalah calon istriku ayah dari anak yang di kandung oleh Helena! jadi silahkan anda tau diri untuk tidak mengancam saya sebagai calon suaminya." jawab Ans penuh dengan ketegasan kepemilikannya


" Belum tentu Helena mau denganmu. Atau bisa saja dia bersedia menikah denganmu karena terpaksa." jawab Darren.


" Kau.-"


Belum sempat Ans melanjutkan perkataannya, pintu ruangan pemeriksaan terbuka dan menampakan seorang dokter dengan wajah yang tidak bisa dibaca.


" Siapa suami pasien?" tanya Dokter.


" Saya dokter." jawab Ans cepat.


Sedangkan Darren mendadak diam saat dokter memberika pertanyaa itu, tidak mungkin dia mengaku kalau dia adalah suami dari Helena, sementara jika Ans mengaku itu saja karena sebentar lagi toh mereka akan menikah.


" Bagaimana kondiri istri saya? apa saya bisa masuk ke dalam melihat kondisinya?" tanya Ans beruntun seraya mengulurkan kepalanya masuk kedalam ruangan.


" Untung saja kondisi pasien baik baik saja."


Bersambung....


Yang punya VOTE menganggur, silahkan di lasih di novel author karena author siap untul menampungnya๐Ÿ˜ŠโœŒ


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAL YA. LIKE, KOMENT DAN RATE abis baca cerita author ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2