Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Ada Ada Saja


__ADS_3

Satu minggu berjalan dan kini Lili sudah di perbolehkan untuk kembali ke rumah, tapi dengane syarat harus istrahat total agar pemulihannya benar benar sempurna.


"Ahhh akhirnya bisa pulang" ucap Lili dengan nada senanganya.


"Apa kau senang sayang?" tanya Riko.


Saat ini keduanya sudah dalam perjalan menuju rumah, baby Miley berada dalam gendongan Riko, karena pria itu tidak ingin jika istrinya keleahan menggendong anak mereka sehingga memutuskan untuk mengambil aluh pekerjaan itu selama perjalanan.


"Tentu saja aku senang, karena sebentar lagi akan tinggal dirumah sendiri dan makan makanan rumahan sendiri" jawab LiIi membuat Riko tersenyum senang.


"Sayang kau tidak pegal?" tanya Lili yang di jawan gelengan oleh Riko.


"Tidak akan ada katan pegal apalagi lelah dalam hidupku jika itu menyangkut kalian wanitaku, ratuku dan kesayanganku" jawab Riko membuat Lilo tersipu malu.


"Sayang, jangan tersipu begitu, sudah ada anak kita dan kau tidak pantas lagi tersipu sepeeti anak perawan saja" kekeh Riko.


Lili berdecak sebal mendapati perkataan suaminya yang mengejel dirinya, "memangnya aku aku tidak boleh terpesona dengan rayuan suamiku sendiri!" ketua Lili


Rimo terkekeh mendengar perkataan Lili, "jadi kau terpesona dengan rayuan ku sayang" goda Riko dengan alis yang dinaik turunkan.


"Ck mana ada aku tergoda" elak LiIi.


"Barusan mau mengatakanya sayang"


"Aku hanya asal bicara saja"


"Jadi suamimu ini tidak memliki pesona lagi" lesu Riko, semantara Lili tersenyum mendengar gumaman Riko apa lagi melihat ekspresinya yang menggemaskan menurut Lili.


"Kau tetap mempesoan bagiku, walau kadang menyebalkan dan mesum tapi itulah daha tarikmu dan cintaku semakin besar" ucap Lili kemudian mencium pipi Riko dengan lembut tanpa merasa malu pada sopir yang sedari tadi terus memperhatikan mereka lewar kaca spion.


"Benar benar harmonis tuan dan nona Lili, semoga mereka tetap bersama hingga maut yang memisahkan" doa sangan supir dalam hati dengan senyum yang terus terukir di bibirnya.


Sampai di rumah, mereka sudah di sambut oleh keluarga di teras rumah, menyambut kepulangan Lili sekaligus merayakan kebahagiaan mereka karena lili bisa lolos dari mau dan kembali berkumpul denganmereka kini.

__ADS_1


"Welcome home sayang....!!!"


Mereka berteriak menyambut Lili, membuat wanita yang baru jadi ibu itu tersenyum bahagia karena memiliki ayah dan ibu serta suami dan mertua yang sangat menyayangi dirinya, bukan kah satu keberuntungan bagi seorang wanita jika keluaraga pasangan dapat menerima dan menyayangi dirinya dalam keluarga.


Tidak ada yang pinta seorang putri selain restu dari orang tua, tidak ada yang di inginkan seorang istri selain cinta dari suaminya, tidak ada yang menyenangkan yang di rindukan oleh menantu selaian di terima baik dan hangat oleh keluarga pasangan, dan tidak ada yang di harapkan di dunia ini selain anak yang lahir dari rahimnya.


Membuat kesempurnaan dirinya sebagai sebagai seorang wanita dan ibu jika memilki anak yang terlahir dari harim, di besarkan oleh tangannya yang berlimpah kasih sayang.


"Terimakasih semua" ucap Lili dengan senyum tulusnya"


"Sama sama sayang, ayo biar Miley sama oma omanya" ucap mama Riko.


"Iya, Miley sama omanya saja, kalian makan siang dulu, pasti lapar kan?" timpal mama Lil yang di anggukan oleh mereka berdua.


Riko menyerahkan dengan telaten memindahkan tubuh mungil sanga cinta keduanya di tangan mertunya, lalu memapah Lili berjalan menuni meja makan untuk menyantap makan siang yang sudah di siapkan oleh para oma oma cantik.


"Duduk sayang"


Selesai dengan itu semua, kembali lalaki tampan itu memapah istrinya memasuki kamar untuk istrahat, dan barulah dia sendiri ikut berbaring di samping istrinya, membiarkan anak mereka berada di tangan para orang tua karena dia yakin jika nanti sudah lapar pasti Miley akan di bawa ke kamar mereka untuk menyusu.


"Sayang, putri kita?"


"Biar sama oma omanya dulu, dan kamu istrhat agar bisa sembuh total" ucap Riko, tangannya mengelus lembut pipi Lili dan menciumnya dengan lembut setelah itu, tatanya memeluk tubuh Lili tapi tidak seerat dulu memengungat masih ada bekas operasi yanh belum sembuh total.


"Lebih baik kamu istrhat dulu, biar badan kamu enakan, aku tau kamu pasti tidak nyaman kan sayang dengan brankar rah sakit.? tanya Riko dengan lembut yang di balas anggukan oleh mama muda itu kemudian memejamkan matannya untuk istrahat mengikuti saran dari suaminya.


Lain hal di Surabaya, lelaki yang dulunya tegas dan tidak berekspresi, kini menjelma menjadi pria yang pencemburuan, sensian dan semakin manja, bagaimana author tidak mengatakan itu jika pria tampan itu cemburu pada anaknya sendiri karena menyabotase waktu sang bunda setiap harinya.


Jennifert tidak bisa jauh dari Helena, bahkan tidur pun tidak mau lagi di box melainkan di kasur bersama Helena dan sang bunda harus standbay di dekat, tidak boleh beranjak sedikit pun maka putri cantik itu akan terbangun dan menangiis kencang, ternyata walau nasih balita Jenn bisa merasakak kehadiran ibunya, mencium aroma khas milik ibunya.


Bahkan berdekatan dengan Ans hanya jika Jenn mau dan harus di temani Helena di dekar mereka, jika suka sudah bosan dan Helena tidak ada di dekat mereka maka Jenn akan meraung menangis memenuhi seluruh sisi rumah dengan tangisannya.


"Sayang..." rengek Ans.

__ADS_1


"Apa?" tanya Bunda seadanya.


Ans berdecak kesal mendapati respon istrinya yang bertanya sangat singkat bahkan tidak menoleh sedikitpun karena sibuk menyusui Jenn.


"Bunda masih punya suami gak sih!" ketus Ans


"Pertanyaan macam apa itu yah, jelas saja punya" jawab Helena dengan suara yang di pelankan.


"Punya? lalu ada bunda urusin?"


"Loh jadi selama ini apa yah? bunda selalu siapan semua kebutuhan ayah, melayani auah bahkam bunda yang pakaikan ayah pakaian, lalu kenapa masih bertanya?" tanya Helena yang semakin tidak mengerti.


"Ayah tidak butuh itu saja!"


"Jangan berbelit deh yah, katakam saja ada apa?"


"Ck, ayah juga mau di perhatikan, kenapa hanya memeperhatikan Jenn saja bahkan saat ayah panggip juga jawabannya cuma apa tidak menoleh sama sekali" turue Ans, "Bunda sekarang ngabaiin ayah" lanjut Ans yang akhirnya mengeluarkan uneg unegnya.


Helena tersenyum mendengar keluhan suaminya yang ternyata sedang cemburu dengan anak sendiri, benar benar bukan Ans yang dulu yang tidaj peduli dengan perasaan orang lain dengan perkataanya.


"Ayah cemburu" goda Helena.


"Tidak!" ketus Ans.


"Sudah bilang saja jika ayah cemburu" goda Helena yang semakin gencar.


"Tidak..!"


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2