
Hari hati terus berlalu dan tak terasa semakin bergantinya hari semakin pula bertambahnya usia pada bocah dari ketiga pasangan itu, dan semakin banyak pula kesibukan dari para orang tua bahkan tanggung jawab mereka semakin besar terutama dalam mendidik dan mengajarkan anaknya yang banyak keingin tahuannya.
Terlebih lagi saat ini ke empat bocah itu yang kini sudah menginjakan kakinya di taman kanak kanak, walau berbeda kota dan sekolah. Ya tak terasa usiap pernikakan para pasangan yang memiliki latar belakang dan alasan mereka menikah itu kini sudah berkalan enam tahun pernikahan mereka.
Pernikahan yang dulu mereka rencanakan dan sepakati sedemikian rupa kini membawa kebahagiaan dalam kehidupan masing masing, pernikahan yang ternyata membawa berkah dalam kehidupan mereka.
"Jenn sayang.... bangun sayang nanti terlambat?" ucap Helena membangunkan Jennifer.
"Good morning bunda" sapa Jenn.
"Morning too sayang"
Dengan cepat Jennifer membuka matanya dan bergerak turun setelah sebelumnya terlebih dahulu mencium pipi kanan dan kiri bundanya, sedangkan Helena memutuskan untuk merapikan tempat tidur Jenn dan menyiapkan seragamnya.
"Sayang...tolongin dong pasangin das ayah!" teriak Ans.
Sepertinya si hot daddy semakin hari semakin manja, semakin tua malah semakin bermalasan, dan Helena hanya bisa pasrah melayani semua keinginan suaminya karena memang dia sadar itu adalah tugas dan kewajibannya.
"Iya sebentar....!" jawab Helena yang ikut berteriak sedikit.
"Jenn sayang anak bunda yang cantik, bunda ke kamar dulu ya" seru Helena yang di jawab ok oleh Jenn.
"Ok bunda"
Jenn memang seperti itu, dia menjadi mandiri dalam segalah hal, karena memang Ans dan Helena sudah mendidiknya dengan baik tapi bukan karena ingin melepaskan tanggung jawab melainkan karena kedua orang tua itu ingin anaknya bisa mandiri tanpa mengandalkan orang lain jika masih mampi melakukan sendiri.
"Ck, ayah semakin manja saja sih! ayah mengajarkan Jenn mandiri sementara ayah saja pun seperti ini" ketus Helena.
Ans hanya terkekeh mendengar gerutuan dari istrinya, dia juga tidak mengerti kenapa bisa bersikap manja pada Helena tapi satu yang pasti adalah ada kebahagiaan tersendiri dalam dirinya jika istrinya yang mengurusi dirinya.
"Oh ya sayang, kapan cek kedokter lagi?" tanya Ans dengan tangan yang mengusap pelan perut Helena yang sudah mulai buncit
Saat ini Helena rupanya tengah mengandung anak kedua berusia empat bulan, dan belum di ketahui jenis kelaminnya dan Ans sangat berharap jika anak kedua mereka adalah laki laki dan alasannya adalah agar ada yang menjaga istri dan anaknya kelak jika dia menghembuskan napas terkahirnya.
__ADS_1
"Minggu depan yah" jawab Helena dan tanganya sibuk melilitkan dasi di leher Ans.
"Jenn sudah bangun?"
"Tentu saja sudah, emangnya ayah susah di bangunkan!" sindir Helena yang di balas kekehan oleh Ans, "sudah bunda mau lihat Jenn dulu"
"Ayah juga mau ikut"
Mereka berjalan menuju kamar Jenn dengan Ans yang memegang tangan Helena dengan lembut tapi penuh kehati hatian seolah takut jika Helena akan terjatuh dan sampai di sana rupanya Jenn sudah selesai berpakaian rapi dan memang benar benar rapi pakaiannya bukan seperti anak anak yang pada umumnya akan berantakan dan asal pakai.
"Anak bunda sudah rapi saja"
"Iya anak ayah juga sudah rapi" timpal Ans yang langsung mendapat pelototan dari Jenn dan hot daddy itu sudah tau akan arti dari tatapan itu.
"Ayah, kan Jenn sudah bilang jangan buat bunda susah dan lelah! buna lagi gendong adik Jenn loh, kalau bunda lelah gimana?" ucap Jenn dengan tangan yang bersedekap di depan dada dan wajahnya tampak dingin.
Helena dan Ans berusaha untuk menyembubyikan senyumnya saat melihat putri mereka yang sedang mengultimatum itu, benar benar menggemaskan sekali.
"Jenn sayang, dengan bunda ya"ucap Helena seraya mendekat pada Jenn dan Ans mengikuti dari belakang kemudian duduk di kir dan kana Jenn, " bunda tidak merasa lelah sayang dan ini adalah tugas bunda sebagai seorang istri jadi tidak boleh keberatan apa lagi mengeluh" ucap Helena dan tangannya bergerak mengikat rambut Helan agar terlihat lebih rapi lagi.
"Tidak apa sayang, bunda malah senang"
"Ck kalau seperti itu aku tidak mau jadi istri!" ucap Jenn membuat kedua orang dewasa itu saling melirik.
"Kenapa sayang hmm?" tanya Ans.
"Karena aku tidak mau capek, cukup aku membersihkan kamarku dan belajar saja" jawabya dengan polos.
Merek berdua tersenyum mendengar jawaban anak kecil yang polos ini, pantas saja jika dia tidak mau karena memang Jenn masih kecil dan tidak tau masalah orang dewasa seperti apa dan orang tua itu pun tidak mau menjelaskannya dan memilih membiarkan Jenn tau seiring bertambahnya usia dan kedewasaanya.
"Sudah tidak apa kalau anak ayah tidak mau jadi istri, lebih baik sekarang kita makan dulu" ucapnya.
Mereka pun akhinya berjalan turun dan saraoan karena Jenn akan selalu di antar oleh Ans setiap pagi dan di jemput oleh Helan jika waktunya pulang sekolah dan Jenn tidak pernah keberatan akan hal itu, justru dia senang karena kedua orang tuanya bisa menjempunya bergantian.
__ADS_1
"Ayah beragkat ya sayang" ucap Ans setelah Helena mencium punggung tangan Ans yang di balas kecupan mesra di kening.
"Jenn kesekolah ya bunda" pamit Jenn mencium punggung tangan Helena kemudian beralih pada kedua pipi Helena.
"Hati hati sayang" jawab Helena dan mencium kening Jenn dengan lembut.
Mereka berangkat sedangkan Helena kembali ke rumah, dan tujuannya saat ini adalah kamar mandi untuk membersihkan dirinya dirinya barulah nanti dia akan mencari kesibukan lain.
"Ayah kapan Jenn bida ketemu oma, tante dan paman di ibu Kota?" tanya Jenn memecahkan keheningan dalam mobil yang baru beberapa menit berlalu.
"Nanti jika ayah tidak banyak pekerjaan ya" jawab Ans seraya mengelus pipi Jenn.
"Ohhh, tapi sepertinya pekerjaan ayah tidak akan pernah habis dan kita tidak akan jadi ke rumah oma" ucap Jenn dengan raut muka yang sedih.
"Tidak sayang, ayah akan mengusahakan agar bisa liburan dengan Jenn tapi kita harus menunggu Jenn libur sekolah dulu ya" ucap Ans yang di jawab anggukan oleh bocah menggemaskan itu.
"Kalai begitu, Jenn akan minta pada bu guru agar aku bisa libur cepat"seru Jenn dengam semangat.
Ans terbahak mendengar perkataan putrinya, bagaimana bisa Jenn akan meminta libur di percepat hanya karena dirinya yang ingin berlibur ketempat mertuanya.
"Tidak bisa sayang,"
"Kenapa?"
"Karena sekolah tidak bisa sembarang menentukan kapan libur, yang menentukannya adalah pihak pemeritah" jawab Ans.
"Ohh jadi Jenn tidak bisa meminta libur cepat?' tanya Jenn dengan polos.
"Tidak bisa dan tunggu saja kapan di umumkan libur ya" jawab Ans yang di angguki oleh Jenn.
.
.
__ADS_1
Bersambung...