
Sampai di rumah, Nathan, Dian dan Ibu sudah menyambut kedatangan mereka, tepatnya mereka menyambut kedatang Jenn karena bagi mereka yang paling penting adalah Jenn sementara jika orang itu sudah tidak terlalu penting lagi.
Memang benar jika anak sudah ada makan orang tua akan terlupakan, begitu pun dengan kini Ibi jauh lebih menanti kedatangan cucunya, Nathan dan Dian pun sama menunggu keponakan mereka, dan orang tua muda itu hanya bisa tersenyum.
"Ohhh cucu oma sudah besar ya sekarang hmm, gak rewel kak tadi di jalan?" tanya Ibu sembali menciumi seluruh wajah Jenn membuat balita itu lagi lagi terkikik geli.
Tidak mau kalah, Nathan dan Dian berebutan untuk mencium keponakan mereka, bahkan kini berebutan untuk di gendong dan lagi lagi Ans dan Helena hanya bisa tersenyum mendapati hal itu.
"Bagaimana kabarmu nak?"
"Seperti yang ibu lihat, ibu sendiri sehatkan? jantung ibu sudah baik baik saja kan sekarang? tidak negluh sakit lagi?"
Helena memberondong ibunya dengaj banyak pertanyan seputar kesehatan, dan Ibu hanya tersenyum memdapati putri sulungnya yang sejak dulu tidak pernah berubah, mengutakama kesehatan dirinya walau harus mengorbankan masa depannya, harus melewati masa sulit untuk kesembuhan dirinya.
Jadi wajat saja jika sekarang dia menuai kebahagiaannya saat ini kareja Helena sudah banyak merasakan sulitnya kehidupan saat menjadi tulang punggung memenuhi kebutuhan sehari hari mereka.
Tak terasa air mata ibu menetes dengan tatapan yang menatap lamat lamat putrinya, membuat Helena yang melihat air mata ibunya menjadi panik, dia takut jika ada yang sakit lagi pada ibunya.
"Bu, ibu kenapa memangis? ada yang sakit lagi? kita kerumah sakit ya"
Tidak jauh berbeda dengan Ans, dia yang melihat ibu mertuanya menangis juga ikut panik, bahkan kini tangannya sudah siap untuk mengangkat tubuh rentan itu ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.
"Ayo kita ke rumah sakit bu!" ucap Ans dan sudah berisiap sedikit membungkuk untuk mengangkat ibunya.
"Tidak! ibu tidak apa nak, tidak buruh rumah sakit" ucap Ibu menolak dengan sedikit mundur.
"Lalu kenapa ibu menangis?" tanya Ans dan Helena bersamaan.
"Ibu hanya bersyukur karena putri ibu sekarang sudah bahagia, putri ibi sudah mendapatkan orang yang akan melindungimu dan ibu bisa tenang sekarang" jawab ibu dengan tangis bahagianya.
"Semua ini karena doa ibu untukku" jawab Helena yanh ikut meneteskan air mata.
__ADS_1
"Hei kenapa dua wanita cantik ini menangis hm?" ucap Ans membuat keduanya tersadar lalu tersenyum malu.
"Ibu adalah wanita yang hebat melahirkan putri cantik yanh juga hebat dan terimaksih karena sudah melahirkan wanita cantik ini untuk aku miliki selamanya, ibu tidak perlu khawatir karena aku akan menjaga istriku dengan sepenuh hatiku bahkan dirimu dan kedua adikku menjadi tanggung jawabku selama hidupku" ucap Ans dan mencium punggung tangan ibu.
"Dan untuk wanita cantik yang syukurnya adalah istriku, terimakasih karena sudah bersamaku dan mau memafkan kesalahanku di masa lalu" ucap Ans yang juga mengecup mesra punggung tangan Helena kemudian beralih ke kening istrinya.
Kedua wanita cantik beda generasi itu tersenyum hangat mendapati pria yang baru memasuki kehidupan mereka begitu hangat dan perhatian membuat ibu semakin yakin jika dia tidak salah memberi restunya untuk Ans walau semuanya berawal dari kesalahan yang sempat membawa kekecewaan tapi pada akhirnya kebahagiaan putrinya tercapai.
"Sudah, ayo kita masuk" ajak ibu yang di jawab anggukan oleh kedua anaknya.
Sepanjang hari mereka hanya disibukan denhan obrolan hangat sesekali mereka akan tertawa lucu dan gemas mendapati kelakuan Jenn yang semakin pintar dan itu benar benar momen yang sangat di nantikan oleh ibu selama ini, menghabiskan waktu sebelum ajalnya tiba.
Di tempat lain, tidak jauh berbeda dengan keadaan keluarga Ans, di kediaman Riko pun heboh dengan kedatangan orang tua Riko yang jauh jauh datang hanya untuk melihat cucu mereka, karena Miley yang belum di perbolehkan Riko untuk naik pesawat alhasil para oma oma dan opa opa yang mengalah mendatangi rumah anak dan menantu mereja untuk melepad rindu pada Miley bintang hati mereka.
Bukan hanya orang tua Riko saja yang datang, tapi orang tua Lili pun datang untuk berkunjung, karena ayah Lili yang sudah pensiun membuat mereka bebas untuk bepergian tanpa terbeban karena pekerjaan.
"Aduhh cuxu oma makin gemesin banget cihhh!" seru mama Riko yang baru saja tiba.
"Masuk kamar dan berishkan diri dulu ma, jangan mendekati putriku dengan keadaan seperti ini" tegas Riko.
"Aihh anak ini, hanya cium singkat saja dulu setelah itu mama akan membersihkan diri" tawar mama.
"Jangan ngotot ma, yang di katakan Riko benar" sahut papa
"Aishh paoa malah belain anak itu, harusnya mama dong karena mama sangat kangen sama cucu oma"
"Mama bohong mengatakan sayang pada putriku!" sentak Riko.
"Hei anak nakal kenapa mengatakan hal itu ha!"
"Karena mama mau membuat putriku sakit karena virus yang menempel di tubuh mama sepanjang jalan, jadi jika mama nau putriku sakit maka aku tidak akan membiarkannya!" tegas Riko membuat mam murung.
__ADS_1
"Mama mana mungkin mau menyakiti cucu mama sendiri" lirih mama kemudian langsung berjalan menuju kamar yang selalu mereka tempati jika berkunjung.
"Papa kok ngomong gitu sama mama? jadinya mama sedih kan" tegur Lili.
"Papa masuk dulu" ucap papa Riko juga ikut menyusul istrinya.
"Baiklah pah, tolong bujuk mama beri pengertian jika ini semua demi Miley" pinta Riko.
"Sudaj kamu tenang, hanya saja tolong perhatikan lagi cara bicaramu boy terhadap istri papa kedepan" pesan papa yang di jawab anggukan oleh Riko.
"Jangan seperti itu lagi pah, mama tidak suka!" tegur Lili.
"Tapi ini untuk kesehatan Miley ma" jawab Riko yang ingin membela diri.
"Tapi tidak dengan kata seperti itu, pokoknya nanti minta maaf sama mama!" tegas Lili.
"Baiklah, nanti papa minta maaf"
Dua puluh menit kemudian, pasangan paru baya itu sudah segar, dan kini mereka kembali ke ruang keluarga untuk bertemu dan menggendong cucu merek, sembali menunggu ke datangan orang tua Lili.
"Miley cucu oma yuhuuu oma datang" seru mama Riko dalam perjalannya menuju ruang tengah.
Riko, Lili dan papa menghelan napas lega karena ternyata mamanya tidak lagi sedih, kini dia kembali seperti sebelumnya heboh jika berhubungan dengan Miley.
"Syukurlah jika mama tidak marah" batin Lili.
.
.
Bersambung
__ADS_1