Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Episode 31


__ADS_3

Tak terasa ruben sudah berada di paris selama satu minggu, ia tak menyangka kalau permasalahn kali ini memakan waktu yang lama karan mereka sempat kewalahan menangkap pelaku sabotase bahan bangunan hotel itu, sehingga mau tidak mau ruben harus berada disana sampai masalah selesai dah hari ini adalah hari terkhir mereka disana.


Ruben sudah berada dibandara nasional indonesia, mobil pun sudah terparkir disana setia menunggu majikannya memasuki mobil, mereka pergi dari bandara menuju rumah tuan yang berkuasa itu, namun dipertengahan jalan mobil berhenti di depan restoran.


Ruben berencana untuk makan siang terlebih dahulu tapi tak sampai ruben memasuki reatoran, kakinya mendadak berhenti Matanya memerah karna amarah, nafasnya memburu setting dengan dadanya yang terasa sesak, ia mengepalkan kedua tangannya sebagai bukti bahwa saat ini ia tengah memahan emosinya yang sudah siap untuk meledak.


Bagai mana tidak emosi ruben tersulut saat melihat sang istri didalam restoran itu sedang bercengkraman ria dengan seorang pria yang sudah beberapa kali ruben lihat melalui foto foto yang dikirim anak buahnya.


Ia memutar langkahnya pergi begitu saja tanpa bicara, dan Ans yang tidak tau apa yang terjadi ia mencoba mengedarkan pandangannya menyusuri setiap suduk ruangan hingga matanya terkunci pada satu objek yang tak lain adalah istri dari tuannya.


Ans tidak menegur ataupun menghampiri Dua orang itu, ia hanya diam dan pergi dari sana karna sebenarnya ia tidak suka ikut campur masalah percintaan sang bos.

__ADS_1


Sesampainya diparkiran ternyata dia tidak melihat mobil yang menjput mereka dibandara tadi dan ans hanya bisa mengumpat sang bos yang meninggalkannya begitu saja.


" dasar bos sialan.!" pekik Ans dan kemudian ia merogoh saku jasnya san menghubungi seseorang untuk menjemputnya.


Sedangkan ruben baru saja tiba di Apartemennya. Ya, ruben tidak jadi kembali kerumah mereka melainka kembali ke Apartement miliknya.


Didalam Apartement ruben meluapkan semua amarahnya, ia membanting semua barang barang yang ada didalam, ia meradang tak tertahankan, ia tidak menyangka kalau akan melihat hal ini.


"akhhhh,,," teriak ruben frustasi dan kedua tangannya menjambak rambutnya dengan, ia mengusap wajahnya dengan kasar dan juga berulang kali membuang nafanya kasar pertanda ia sedang mencoba menetralkan emosinya kembali.


Sedangkan di tempat lain dengan waktu yang sama, tawa santi mendadak berhenti saat jovan bertanya tentang suaminya. ya, santi saat ini sedang berada bersama jovan untuk makan siang, sebenarnya santi tidak mau tapi akibat ajakan dan keras kepala jovan yang mengatakan akan tetap menjemput santi akhirnya mau tidak mau santi pun mengiayakan ajakan itu.

__ADS_1


" bagaimana kabar suamimu san.?" tanya jovan.


Santi mendadak muram, wajahnya sendu, tatapannya nanar dan siap membuat anak sungai di pelupuk matanya saat mengingat tidak adanya kabar dari sang suami, ini sudah hampir dua minggu namun tidak ada kabar sama sekali dari ruben.


" aku,,aku tidak tau." jawab santi langsung menundukan kepalanya.


" tidak tau apa maksudmu San." tanya jovan.


Santi menarik mapasnya dalam dalam dan membuangnya dengan pelan dan berkata.


" mas ruben masih belum pulang sampai sekarang." jawab santi menundukan wajah sedihnya.

__ADS_1


Bersambung....


Bsok lagi ya teman teman ku yan seti๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2