Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Kesibukan Masing Masing


__ADS_3

Ans beserta istri dan anaknya sudah berada dalam perjalanan menuju Surabaya, sepanjang perjalan tidak ada yang berbicara karena Helena tertidur dengan bersandar di Ans sedangkan Jenn juga ikut tertidur di pangkuan Ans.


Ans hanya mengelus bahu Jenn dan sesekali mengusap pipi istrinya bergantian, karena saat ini mereka di sopiri oleh supir perusahaan yang si tugaskan Miko untuk menjemput bos mereka di bandara.


"Sayang, kita sudah sampai ayo bangun" ucap Ans menepuk pelan pipi Helena hingga terdengar lenguhan keluar dari bibir manis Helena.


"Kita sudah sampai Yah?" tanya Helena.


"Sudah, ayo turun"


Sang sopir membukakan pintu untuk majikannya dan mereja segera turun dengan Jenn yang masih berada di gendongannya dan Helena berjalan bersisian dengan tangan yang saling menggenggam.


Sampai di dalam, kembali Helena berbaring di atas rangjang rasanya sangat lelah sekali, "Sayang bersihkan dirimu dulu" ucap Ans.


"Nanti ya, rebahan dulu" jawabnya.


Ans hanya menggeleng melihat kelakuan istrinya, senyum hangat terbit di sudut bibirnya seraya merebahkan Jenn yang masih tertidur dan Ans pun ikut rebahan dan akhirnya ikut tertidur dengan para wanita kesayangannya.


.


.


Di tempat lain Ruben sudah berada di kantornya setelah adegan rajuk merajuk dengan istrinya akhirnya dia pun mengalah pada akhirnya karena mau bagaiamana lagi kebahagiaan istrinya adalah kebahagiaanya.


Tapi tak lama, Ruben menerima telpon yang teryanta nama bertuliskan 'istri tersayang' senyum merekah terbit du sudut bibinya dengan cepat tangannya menggeser ikon berwarna hijau, "Hallo sayang"


"Mas di kantor?"


"Iya, ini mas di kantor"

__ADS_1


"Aduh mas sini dong, anak anak mas rewel nih tidak ada ayahnya bersama mereka" keluh santi.


Ruben menahan tawanya mendengar keluhan istrinya, dari awal dia sudah menduga kalau Alvari dan Kanaya tidak akan bertahan jika tidak ada dirinya, tapi Santi bersikeras tidak mau menunggu karena tidak ingin membuat Ruben melalaikan pekerjaanya hanya karena keinginannya yanh ingin berjalan dengan kedua anaknya dengan di bantu dua pengasuh.


Tapi belum satu jam Santi sudah mengeluh karena kedua anak mereka tidak mau diam dan yang mereka inginkan hanya ayah mereka, " jadi tidak tahan?" tanya Ruben.


"Bukan tidak tahan, tapi repot rewel dua dua"


"Sudah, sayang dimana? mas segerak ke sana" ucap Ruben dan kemudian mematikan sambungan ponselnya setelah Santi mengatakan keberadaan mereka, dengan segera Ruben melangkah setelah sebelumnya berbicara pada asistennya.


Sampai di sana, Ruben sudah melepaskan jasnya dan di tinggalkan begitu saja di dalam mobil, berjalan dengan santai tapi tegas memasuki mall khusunya di arena permaianan anak, dan seketkan tangisan kedua anakny berhenti mana kala melihat sosok ayah mereka


Santi yang melihat kedua anaknya terdiam dan memperhatikan arah pandangan kedua kebanggaan mereka itu, dan Santi mengikuti araj pandanga keduanya dan ternyata ada jagoan mereka berjalan medekati, tapi seketikan Santi terbakar emosi melihat orang orang yang berjenis kelamin wanita mengaggumi suaminya bahkan ada yang sengaja bersenggolan dengan Ruben.


"Anak anak bunda tunggu disini, bunda mau menjemput ayah kalian dulu" ucapnya dan langsung pergi berjalan menghampiri suaminya.


Ruben melihat sekeliling dan ternyata Istrinya sedang cemburu rupanya karena waniya wanita itu, dan ini merupakan kesempatan bagi Ruben untuk melakukan apa yang dia suka dengan istrinya.


Dengan segera Ruben meraih pinggang Santj dan meraup bibir Santi dengan cepat dan membuat Santi melotot kaget karena sikap suaminya.


"Jangan tanggung jika ingin pamer sayang" bisik Ruben.


Santi merona melihat suminya melakukan hal itu, padahal awalnya dia hanya ingin menampakan pada semua wanita yang ada di sana jika Ruben adalah miliknya tapi tidak taunya Ruben malah melakukan hal yang lebih gila padahal dia sudah menahan rasalunya saat dirinya mencium singkat saja tadi.


"Tapi jangan begitu, kan aku malu mas" ucap Santi ikut berbisik.


Ruben terkekeh mendapati istrinya seperti ini dan itu benar benar membuat dirinya gemas sekali, "Ayo kesana"


Ruben mendekati kedua buah hatinya, dn segera bergabung dengan keduanya "kenapa rewal saat ayah tidak ada hmm? kangen ayah ya iya? ayo ayah temani bermain" ucap Ruben dan mengambil alih kedua anaknya dan menemani bermain.

__ADS_1


Santj mendekat dan di kursi yang terdapat di sana, ia melihat smke tiga ke sayanganya dengan mata hangat dan senyum manisnya, sungguh tidak pernah terpikir bagi Santi akan menikah denga Ruben yang terkenal dingin dan sombong dan dia mengingat awal awak pernikahan mereka yang sama sama mereka tidak inginkan dulu karena alasan tidak saling mencintai dan perasaan yang belum lepas dari masa lalu tapi kini semua di masa lalu rasanta tidak ada apa apa nya kebagiaan yang dimiliki dibanding yang di milikinya dari Ruben.


Rasa syukur yang tidan akan pernah henti hentinya Santi ucapkan pada Tuhan karena sudah memberi dirinya takdir seperti ini dan keberuntungan yang mungkin orang lain tidak memliki keberuntungan seperti ini.


Berbeda lagi dengan pasangan Riko dan Lili, Miley semakin aktif dan Lili yang di buat semakin kerepotan karena harus mengawasi ketat anaknya, semakin bertambahnya usia Miley setiap harinya semakin pintar dan tanggapnya terhadap hal hal baru membuat Lili dan Rilo harus hati hati dalam berkata apa lagu dalam melakuan sesuatu.


Contohnya saja sore ini Lili sedang membuat es buah di dapur, entah kenapa Lili ingin sekali menikmati untuk menyegarkan tenggorokannya, dan setelah semua bahan dan pengerjaannya selesai Lili membawanya di ruaabg tengah dimana Miley bermain.


Awalnya Lili berpikir jika Miley tidak akan tau tapi Miley yang memang sudah sangat pintar dan sudah tau jika itu bisa di konsumsi membuat dirinya membuang mainan dan menyerakannya begitu saja lalu perlahan mulai berdiri dan tetatih tatih kakinya di seret mendekat mamanya.


Lili belum menyadari niat tersembunyi anaknya, dia masih sangat santai menikmati es buahnya sementara Miley dengan pelan tapi pasti berusaha memanjat tubuh mamanya hingga kini sudah berada di pangkuan Lili, dan mama muda itu sepertinya masih saja menunggu aksi apa yang akan di lakukan Miley.


Bocah cilik yangcantik itu tanpa aba aba mencium bibir mamanya sedikit lama kemudian tanganya mengelus kedua pipi Lili dengan sayang, Lili sangat senang karena putrinya sudah sangat pintar.


Lili membalas dengan menciun pipi kanan dan kiri Miley tapi baru saja Lili merasa sangat senang mendadak muram karena kini tangan Miley di ulurkan di depan Lili dengan gaya meminta dan air mukanya di buat seimut mungkin membuat Lili menelan ludahnya pelan.


"Sifatnya seperti papanya saja jika ada maunya" batin Lili.


.


.


Bersambung...


Gaysss😊😍😍😍


ada yang baru yaaa, besok mulai up....


__ADS_1


__ADS_2