
Flashback...
Hari pertama selepas meeting yang diadakan oleh Ans dan Klientnya ia bertemu dengan via, Sesuai dengan janji yang sudah mereka sepakat.
Sebenarnya bukan Ans membuat yang janji Atau lebih tepanya Ans tidak pernah membuat janji terhadap Via.
Via yang keras kepala ingin bertemu dengan Ans mengingat dia sudah merencanakan semuanya, dan lagi Via yang berada di sana menunggui Ans sampai selesai meeting,
Mau tidak mau pun akhirnya Ans menemui Via, dia berpikir mungkin tidak ada salahnya jika berbicara sebentar kepada wanita itu tanpa tahu jika sesuatu sudah direncanakan oleh Via sejak awal.
Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, mereka sedang berbincang tetapi bukan di restoran yang ada di Hotel mereka menginap, melainkan di cofe yang tidak jauh dari Hotel.
"Kenaoa harus bicara disini?" tanya Ans dengan nada dinginnya.
Walau Ans memutuskan untuk bertemu san bicara dengan Via tapi bukan berarti dia mau berbaik hati dan bersikap lembut pada Via.
"Aku hanya ingin bisa lebih leluasan bicara denganmu"
"Tapi aku rasa di sana juga bisa membuatmu leluasan berkata apa yang ingin kamu sampailan" ucap Ans.
"Aku hanya bosan saja disana, kau tau kan aku sudah menunggmu berjam jam" jawab Via dengan Lirih.
"Aku tidak memintamu untuk menungguku Via, bahkan aku tidak ingin bertemu denganmu"
"Tapi nyatanya kamu pun menemuiku"
"Ck aku hanya tidak sampai hati."
"Dan itu menandakan jika kau masih ada hati untukku"
"Jangan Mimpi kamu Via, aku sama sekali sudah tidaj pernah menginginkan apalagi memiliki perasaan lagi padamu! dan jika pikiranmu seperti itu maka aku pamit pergi" ucap Ans yang berniat ingin pergi."
Via segera mencekal pergelangan Ans yang membuat pria itu menatap tajam ke arah tangan Via yang memegang pergelangannya.
Via yang melihat ketidak senangan Ans langsung melepaskan cekalannya, dan berkata
" duduklah dulu Ans, aku janji tidak akan membuatmu marah" ucap Via memelas.
Ans tidak menjawab Tetapi dia bergerak untuk kembali duduk di hadapan via, wajahnya Masih dingin dan datar "kita makan malam sekalian ya Ans" Pinta Via dengan wajah memelasnya.
Ans melihat wajah Via dan kemudian berkata"baiklah tapi aku tidak lama, karena harus menghubungin istriku" kata Ans penuh penekana pada akhir kalimatnya.
Sebenarnya Via geram mendengar perkataan Ans, terbukti dari remasan jarinya di bawah meja yang sudah mengeras, tapi dia harus berakting agar tidak di ketahui oleh Ans.
__ADS_1
"Aku janji hanya untuk makan malam ini saja" jawab Via dengan senyum lembutnya.
Mereka memesan menu makan malam mereka dan tak lama pesanan mereka pun tiba.
Baik Ans maupun Via makan dengan nikmat dan hening seolah tidak ada apa apa disana, padahal tanpa di ketahui oleh Ans, Viaa sudah memcampurkan obat tidur ke dalam minumannya.
Selesai makan Ans langsung meneguk minumannya karena dia sudah tidak sabar ingin bertelponan dengan istrinya, ingin manyakan kabar dan apakah gadis itu sudaj minum susu atau vitamin.
"Baiklah aku pergi" ucap Ans ingin beridir tapi Via menahan dirinya lagi.
"Kenapa buru buru sekali Ans, kau baru saja selesai makan! tidak baik jika langsug beraktivitas setelah makan."
"Ans menatap Via yang lagi lagi sudah berani menyentuhnya, dan Via juga yang cepat tanggap langsung melepaskan tanganya.
"Jangan menahanku Via!" ucap Ans yang langsung pergi meninggalkan Via.
Tapi baru beberapa langkah saja, Ans sudah oleng dan terhuyung karena pusing tiba tiba menyerang kepalany, seketika rasa ngantuk menguasai matanya.
"Kau tidak apa apa An" tanya Via dengan nada khawatirnya.
Ans menggeleng bukan karena ingin menjawab tapi karena ingin mengusir rasa pusing dan kantuknya.
"Ans kau baik baik saja bukan?" kembali lagi Via bersuara tapi kali ini tidak ada jawaban dari Ands karena ternyata dia sudah tertidur.
Via tersenyum dan meminta tolong pada seseorang untuk memapah Ans membawa dalam mobil dan menuju hotel mereka.
Ans bergerak dan mengedarkan pandangnya. Alangkah terkjutnya dia melihat Via yang sedang menangis di sampingnya dengan leadaan tubuh polos yang di tutupi oleh selimut.
Belum hilang rasa terkejutnya, Ans kemabli syok karena menyadari dirinya yang sama sekali tidak berpakaian juga, hanya dalaman yang dia kenakan saat ini.
"Apa yang kau lakukan Via!" bentak Ans.
Via terkejut mendengar bentakan Ans padanya membuat dia langsung mendongak menatap Ans yang kini melihatnya dengan tatapan membunuh.
"Ans..." lirih Via dengan wajah yang di buat seterpukul mungkin.
"Apa yang sudah kau lakukan Via!" ulang Ans masih dengan bentakan yang sama.
"Ke kenapa kau marah padaku Ans? harusnya saat ini akulah yang harus arah padamh" jawab Via segukan.
"Jangan menipuki Via!"
"Aku tidak menipumu Ans! kau sudah merebut sesuatu yang paling berharga padaku!" teriak Via yang tidak ingin di persalahkan.
__ADS_1
Ans bungkam mendengar perkataan Via, dia sedang menciba mengingat apa yanh sudah terjadi tadi malam, dan sampai lima belas menit berlalu Ans tidak menemukan jawabannya."
"Katakan dengan jujur Via, apa yang sudah kau lakukan padaku" tanya Ans mencoba meredam emosinya.
"Apa yang bisa aku katakan Ans, kau memaksaku melayanimu padahal aku sudah mengingatkan dirimu jika kita tidak bisa melakukan ini, tapi kau terus saja memaksaku dan bahlan kau berjanji akan menikahiku." aku Via yang tentu saja itu hanya karangan dirinya saja.
"Jangan membohongiku Via!" bentak Ans.
"Aku tidak berbohong padamu! aku berkata jujur!" teriak Via.
"Berikan aku bukti jika aku sudah melakukannya padamu" pinta Ans denga tegas.
Via tidak menjawab tapi tangannya bergerak membuak selimut yang masih tersisa menutupu seprei dan memperlihatkan noda darah disana.
"Lihat ini! ini bukti dari apa yang sudah kamu lakukan!" jawab Via dengan tegas.
Ans melihat noda darah yang tersapat di seprei putih miliknya dan dia tidak bisa berkata apa apa lagi, bibirnya keluh tidak bisa bicara karena terlalu syok.
"Ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan? lalu apa yang akan aku lakukan nanti." batin Ans.
"Tidak. Itu tidak mungkin!" teriak Ans.
"Apa yang tidak mungkin, ini adalag kenyataan Ans dan kau harus bertanggung jawab sesuai janjimu padaku semalam!" pinta Via dengan lantang.
"Tidak aku tidak akan mau bertanggung jawab, aku sudah memiliki istri! aku tidak akan mau menikahimu Via!"
"Jadi kau mau lari dari tanggung jawab Ans! entah kenapa aku harus terjebak dengan pria pengecut seperti dirimu" ejek Via dengan sinis.
Ans meradang mendengar perkataan Via padanya, dia tidk terima jika di katakan pengcut tapi dia juga tidak mau menikahi wanita itu karena sudab tidak ada cinta di hatinya dan lahi dia tidak mau menghianati Helena yang entah kenapa berpikor begitu.
"Aku tetap tidak bisa menikahimu!" tegas As
"Tapi kau harus bertanggung jawab, mau atau tidak mau!"
"Baik tapi tidak untuk sekarang, tunggu satu bulan dari sekarang!" Tegas Ans.
"Apa maksudmu!" sentak Via
" Tunggu atau tidak sama sekali"
" Baiklah aku tunggu satu bulan dari sekarang."
Ans berpikir untuk menunda sampai satu bulan kedepan karena dia berencana untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi padanya semalam.
__ADS_1
Flashback off...
Bersambung...