Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Ke Rumah Ibu


__ADS_3

Mereka tiba di deoan sebuah rumah yang jelas jauh berbeda darj rumah Helena sebelumnya, walau tidak mewah tapi setidaknya bukan rumaj yanh tebuat dari papan lagi yang hanya sepetak besarnya.


"Loh ini bukan rumah kami" seru Helena yang merasa asing dengan rumah yang bukan seperti terakhir ia tinggali.


"Jadi rumah siapa jika bukan rumah kalian?" tanya Ans balik.


"Kita salah alamat sepertinya, ayo kita cari alamat yang benar" ucap Helena ingin menaekk tangan Ans tapi terhenti saat suaminya menyebutkan alamat yang sesuai dengan alamat rumahnya.


"Sudah ayo masuk, mungkin ini memang rumah kalian" jawab Ans santai kemudian merangkul pinggang istrinya "bawakan barang barang kami!" lanjut Ans memberi perintah pada supir yang ikut pada mereka.


Mereka melangkah semakin mendakat, walau Helena merasa ragu tapi dia tidak bisa menghentikan langkahnya karena Ans yang terus menyeretnya mendekat.


Tok tok tok


"Ibu.... Nathan..!" seru Ans.


Helena bertanya tanya kenapq Ans bersikap seolah sudah mengenal keluarganya dan lagi nama adiknya dari mana Ans tau, ingin Helena menanyakan hal itu tapin pintu rumah yang katanya adalah rumah orang tuanya itu terbuka dan menampakana orang yang sangat dia kenal.


"Dian!".


"Ka Helen...!" seru Dian dan langsung memeluk Helena tapi terlalu lama karena Ans sudah menegurnya.


"Istriku sedang hamil tidak boleh peluk lama lama!" seru Ans dan langsung menarik Helena merapat padanya.


"Ck kaka ipar yang sudah tua ini menyebalkan sekali!" gerutu Dian.


"Kaka ipar yang kau bilang tua ini adalah pria yang sangat dicintai oleh kakamu dan walau aku sudah tuan, tetap saja aku tampan kan" ucap Ans dengan percaya diri.


"Ck, untung iya sih ganteng!" ucap Dian.


"Dari mana kalian saling kenal!" tanya Helena.


Dia sudah tidak tahan untuk tidak menanyakan hal itu, melihat kedekatan Ans dan adiknya berarti mereka sudah pernah bertemu dan pertemuan itu bukan hanya sebentar saja.


"Ibu...Ibu... kak Helena sudah datang...!" seru Dian tanpa menjawab pertanyaa Helena.


"Jangan berteriak Dian, suruh mereka masuk.


Helena semakin di buat bingung, sepertinya kedatangannya ini sudah di tunggu dan lagi sepertinya mereka tau jika Helena tidak pulang sendiri melainkan dua atau tiga jika dinilai dari perkataan ibunya.


"Ayo masuk kak, kakak ipar, pasti kalian lelah kan" ucap Dian.


Dian menggandeng lengan Helena yang masih tampak kebingungan, belum bisa memahami keadaan yang terjadi, dia hanya bisa menurur saja dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Kalian sudah datang?" sambut Ibu.


"Iya bu, kami susah sampai" jawab Ans, "sayang gak kangen sama Ibu?" lanjut Ans yang melihat Helena hanya diam mematung.


"Kamu tidak merindukan ibu nak?" tanya Ibu dengan senyun tulusnya.


Helana masih mematung, tapi langkahnya terpaksa mengayun saat merasakan dorongan sari suaminya.


"Ibu...hiks aku sangat merindukan ibu"


Helena berhambur memeluk ibunya, air matanya sudah tidak bisa di kendalikan untuk tidam menderas, rasa rindunya sungguh akhirnya bisa terobati hari ini walau begitu banyak yang belum di mengerti olehnya tapi itu masalah belakangan, yang terpenting saat ini adalah melepaskan rindunya


"Nak Ans" sapa Ibu setelah puas berpelukan.


Asn berjalan menghampiri Ibu dan istrinya dengan senyum hangatnya, tapi berbeda dengan Helena yang kembali memasang wajah bingungnya, bagaimana bisa Ibunya tau tentang Ans.


"Bagaimana bisa ibu mengenal suamiku?" tanya Helena dengan wajah bingungnya.


"Tentu saja bisa, dia kan menantu Ibu" jawab Ibu tersenyum.


"Bukan! bukan itu maksudku, dari mana ibu tau nama suamiku dan kenapa ibu mengklaim dia adalaha suamiku?" ucap Helena lansung memberi penjelasan terhadapa maksudnya.


"Bagaimana bisa ibu tidak berkata seperti ini jika perutmu sudah sebesar ini" ucap ibu menunjuk perut Helena.


"Untuk apa?" tanya Ibu.


"Bu!" panggil Ans "em sebenarnya istriku tidak tau jika aku pernah kemari menemui ibu" ucap Ans membuat ke dua orang itu terkejut.


Ibu terkejut ternyata menantunya tidak membicarakan perilah kedatangan tempo hari, sedangkan Helena terkejut karena tidak pernah tau akan hal ini


"Sayang.." lirih Helena.


"Jadi kamu kemari tanpa diketahui istrimu?"


"Ans mengangguk sebagai jawaban dari mertuanya.


Ans menarik nafasnya panjang, "sebenarnya....." akhirnya dia pun menjelaskan semuanya, perihal kedatangannya menemui itbu mertuanya bertujuan ingin meminta maaf sekaligus memberitau perihal pernikahan mereka, memohon untuk tidak menyakiti istrinya nanti saat datag.


"Jadi kamu lebih dulu menemui Ibu sayang...?" tanya Helena dengan bibir bergetar.


Dia tidak pernah menyangka jika ternyata suaminya berbuat sejauh ini hanya untuk dirinya tidak dimarahi ibunya, menjelaskan semuanya agar ibunya tidak merasa kecewa.


"Maaf sayang, bukak maksudku ingin membohobgimu" ucap Ans.

__ADS_1


Helena mengggeleng mendengar permintaan maaf dari Ans, dia langsung berhambur memeluk Ans dan berkata " terimakasih sayang, aku sangat mencintimu" ucap Helena yang tidak merasa malu lagi.


"Iya sayang, aju juga sangat mencintaimu, kau tau kan? aku akan melakukan apapun agar tidak ada yang menyakitimu" ucap Ans membalas pekukan Helena.


"Kaka, aku memiliki ponsel keluaran terbaru loh" sela Dian di tengah moment haru itu.


Helena melerai pelukan mereka dan memandang Dian "aku juga punya kaka" timpal Nathan.


Helena semakin memandang mereka, tangnnya bersedekap dengan mata yang mendelik tajam kepada kedua adiknya yang membuat mereka seketika menunduk.


"Dari mana kalian mendapatkannya!" tanya Helena dengan suara beratnya.


Kedua adiknya itu mebelan ludahnya kepayahan, baru datang kembali kakanya tidak pernah berubah, bukan hanya mereka saja bahkan Ans saja merasakan jika istrinya berbeda.


"Jawab dari mana kalian mendapatkannya!" tanya Helena.


Intonasinya mulai naik satu oktaf karena tak kunjung mendapat jawaban dari kedua adiknya, sedangkan ibu hanya tersenyum menyaksikan hal itu, dua sudah hafal betul bagaimana karakter ketida anakknya.


"Sayang, itu aku yang memberikannya" ucap Ans mengelus bahu Helena


Helena mengalihkan perhatiannya dan menatap suaminya "apa rumah kami juga karemu?" tanyanya.


"Apa aku bukan suamimu sehingga rumah ini kau perjelas sebagai kalian!" tanya Ans dengan suara datarnya.


"Bukan! maksduku rumah kita sayang" ucap Helena dengan suara manisnya.


"Iya, aku hanya ingin membuat ibu nyaman" jawab Ans.


Pasangan itu masih terlibat pembicaraan sedangkan ibu hanya menyaksikan adanya pancaran kebahagiaan di wajah putrinya sedangan kedua kaka beradik itu hanya curi curi pandang dan membuka kuping lebar lebar.


"Kaka ipar kita memang yang terbaik ya kak" bisik Dian.


"Iya, dia juga orang kaya" jawab Nathan dengan bisikan juga.


"Jadi kalian mendapat ponsel itu dari suami kakak?" tanya Helena yang membuat mereka terjangkit kaget.


"Iya kak"


"Bagus! kalian minta lagi saja padanya karena dia orang kaya!" ucap Helena santai kemudian pergi mengagndeng ibunya.


Seketika tawa mereka pecah mendengar penuturan Helena yang malah menyuruh mereka meminta apa saja pada suaminya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2