Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua, Selamat


__ADS_3

"Maaf semuanya aku harus segera kembali, putriku pasti sedang menangis karena perasaanku tidak tenang saat ini" pamit Helena memberi alasan putrinya.


"Kau sudah memiliki putri nak?" tanya mama Lili.


"Sudah bu, umurnya dua bulan" jawab Helena, "baiklah saya peemisi" pamit Helena.


"Biar di antar sama sopirku Helen, jangan naik taxi karena kau akan menunggu lama" ucap Ruben yang langsung di anggukan oleh Helena.


Rasanya sudah tidak ada waktu lagi bagi Helena untuk menolak tawaran bantuan dari Ruben, karena perasaannya saat ini sedang tidak baik-baik saja memikirkan perasaan suaminya terhadap wanita yang baru saja mereka selamatkan itu yang bahkan namanya pun tidak diketahui Helena sama sekali.


"sebenarnya siapa lagi dia bagimu Yah? kenapa begitu banyak sekali gadis di masa lalumu dan seperti apa perasaanmu padanya? Kenapa kamu begitu khawatir membuatku berpikir aakah kamu masih memiliki perasaan terhadap wanita itu?" ucap Lili.


Saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah ibunya, dan sepanjang perjalanan Helena hanya diam membisu larut dalam pikirannya hingga tak terasa kini mobil yang membawanya sudah sampai di depan rumahnya.


"Kita sudah sampai nona" ucap supir Ruben membuat Helena tersadar dari lamunananya.


"Baiklah terimakasih" jawab Helena kemudian turun dari dalam dan melangkah memasuki rumah ibunya, dia ingin segera melihat putrinya.


Sementara di Rumah sakit, Ans baru saja kelaur dari ruang operasi dan dia sudah di sambut oleh keluarga Riko dan Lili bersama Ruben atasannya juga ada di sana, dia mengedarkan pandangannya mencari sosok istrinya Tapi tidak ditemukannya.


"Kau mencari istrimu? Dia sudah pergi lebih dulu" ucap Ruben yang mengerti gerak-gerik Ans.


Ans mengerutkan keningnya mendengar perkataan Ruben Bagaimana bisa istrinya pergi lebih dulu tanpa menunggu dirinya, "Bagaimana bisa dia pergi lebih dulu Tuhan kenapa tidak menungguku?" tanya Ans.


"Katanya Putrimu menangis karena perasaanya tidak tenang sedari tadi dan dia berpikir mungkin kamu masih lama berada di dalam, tapi kamu tidak usah khawatir karena supir ku yang mengantarnya" ucap Ruben yang hanya di anggukan oleh Ans.


"Terimakasih nak Ans" ucap Mama Riko


"Sama sama nyonya, saya kebetulan lewat dan melihat penumpangnya tuan Riko, bahkan jiak orang lain pun saya akan menolong merek" jawab Ans dengan tenang.

__ADS_1


Sementara mama Lili tidak berani menatap Ans, dia merasa bersalah karena dulu saat mengetahui putrinya dekat dengan Ans, langsung menyuruh Riko untuk menikahi Lili secepatnya tanpa memberi kesempatan pada pria yang kini jadi malaikat penolong putrinya itu, tapi bukan berarti dia menyesal karena memiliki menatu Riko, tapi mungkin saja dia akan menyesal jika seandainya Rilo tidak lah tepat bagi Lili, dia akan menyesal jika Lili tidak bahagia dengan pernikahannya.


"Baiklah saya pergi dulu," ucap Ans.


"Mari saya antar" ucap Ruben yang berniat ingin menyampaikan sesuatu.


"Tidak perlu tuan, mungkin tuan Riko jauh membutuhkan tuan saat ini" ucap Ans ingin menolak.


"Jangan menolak ku Ans! ada yang jauh lebih penting saat ini!" tegas Ruben tanpa ingin di bantah.


Akhirnya Ans hanya bisa pasrah, menuruti keinginan tuannya yang selalu suka seenaknya tanpa ingin tau keinginan dari bawahannya.


"Ku katakan padamu jika keadaan istrimu saat ini sedang tidak baik, lebih baik kau bersikap baik padanya dan jangan membuat hatinya semakim resah" ucap Ruben setelah setengah jalan mereka lorong rumah sakit.


Ans mengerutkan keningnya mendengar perkataan Ruben, dia tidak mengerti apa maksud dari ucapan bosnya mengatakan jika saat ini keadaan hati istrinya sedang tidak baik-baik saja.


"Ck, pertanyaanmu banyak tapi jawabanya hanya satu" decan Ruben.


"Ada dengan istri saya, bukankah tadi dia baik baik saja?" ulang Ans yang tidak banyak bertanya.


"Sepertinya di bertanya apa hubunganmu dengan kedua orang itu terutama Lili, dan jika kamu menjawab hanya sebahai sahabatku si pria dan kau mengenal wanita itu karenaku maka percayalah jika istrimu tidak akan percaya" ucap Ruben.


Ans menghela nafasnya dengan berat, "baiklah saya permisi tuan dan sekalian saya pamit untuk besok saya akan kembali ke Surabaya" ucap Ans yang di jawab anggukan oleh Riko.


Ans pergi sedangkan Ruben kembali bergabung dengan keluarga Riko, sekaligus menunggui Riko dan mengatakan jika kejadian ini adalah di sengaja oleh seseorang karema tadi Ruben saat mendengar berita dari Ans, dia langsung bergeral cepat untuk menyelidiki dan ternyata itu adalah kecelakan yang di sengaja dan Ruben sudah menahan pelakunya sekarang.


Orang tua Lili masih menunggu hingga beberapa menit kemudian tangisan bayi terdengar dari ruang operasi dan itu membuat mereka lega tapi masih tidak sepenuhnya marena mereka belum mengetahui keadaan Lili


Setengah jam kemudian, brankar yang di tempati oleh Lili di dorong keluar oleh petugas medis dan melihat itu keluarga langsung menghampiri dokter.

__ADS_1


"Dok, bagaimana keadaan putri kami dok?" tanya mereka hampir bersamaan.


"Bayi dan ibunya selamat, hanya saja si ibu tidak akan sadarkan diri selama beberap jam kedepan atau kemungkinan besarnya bisa sampai dua hari jika kondisinya tidak kembali drop" ucap Dokter, "banyak berdoa agar dia tetap dalam keadaan seperti ini agar bisa segera sadar" lanjutnya kemudian pergi meninggalkan kedua orang tua itu.


Sementara di ruangan penanganan Riko, kedua orang tua itu juga sedang menunggu dokter keluar dari ruangan penanganan Riko, mereka sengaja berpencar menunggu masing masing anak mereka, bukan karena lebih berat pada anak masing masing, tapi karena mereka memang sudah sepakat.


Tak lama juga dokter keluar dengan wajah leganya dan kedua paru baya yang melihat itu langsung berjalan menghampiri dan langsung melontarkan pertanyaan yang sebenarnya juga sudah umum di tanya oleh setiap keluarga pasien.


"Bagaimana keadaan putraku dokter?" tanya mama.


"Kalian tidak usah khawatir, karena pasien sudah melewati masa kritisnya dan kita hanya menunggu dia sadar beberapa jam kedepan" jawab Dokter"


"Syukurlah, terimakasih dokter" ucap mereka.


"Sama sama, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dokter.


"Dokter, bisa kamu masuk?" tanya mama.


"Silahkan tapi jangan menimbulkan berisik karena itu akan mengganggu pasien" ucap Dokter


"Baiklah terimkasih dokter"


Sementara di perjalan Ans, kepikrian dengan perkataan Ruben yang mengatakan jika istrinya terlukan dengan perlakuan Ans pad Lili, dan jika seperti itu maka Ans akan merasa sangat menyesal karena mengabaikan istrinya dan lebih mengutamakan Lili, tapi mau bagaimana lagi kila rasa kemanusiaan lebih mendominasi saat itu.


"Maaf Bunda, jika Ayah membuat bunda terluka secara tidak langsung" batin Ans dengan yang menjepit keningnya karena pusing.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2