Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Kekuasaan Kembali Menang


__ADS_3

Baru saja Ans dan pemilik rumah menginjakan kaki di tersa rumah mereka mendengar perdebatan yang tak lain adalah Ruben dan tante.


" Loh kenapa seperti ada yang bertengkar ya pak.? siapa yang didalam.? tanya paman.


" pasti itu tuan Ruben dan pemilik Rumah ini.


" Istri saya." gumam paman


Dan mereka semakin terkejut tak kala mendengar teriakan dari Ruben yang disusul oleh tante.


" astaga mereka bertengkar." seru mereka bersamaan dan langsung berlari memasuki rumah untuk melerelai keduanya.


flashback off....


" Tuan apa yang tuan lakukan.?"


" Mama ada apa ini..


Ans dan paman bertanya secara bersamaan dan langsung berlari untuk menengahi keduanya.


" Ini nih pah. Menantu kakakku ini tidak punya akhlak.! berani sekali dia tidak sopan padaku." seru tante bersedekap dada.


" hei..! apa kau bialang.? aku tidak punya sopan santun dan tidak punya akhlak.! beraninya kau padaku.! Ans apa dia tidak tau siapa aku ini. Beri tau padanya siapa aku Ans agar dia bisa menjaga mulutnya itu untuk mengataiku itu." terial Ruben yang membuat Ans hanya menghela napasnya.


" Tuan.! hentikan ini. dia adalah adik dari mertua tuan, harusnya tian bisa lebih hormat padanya." ucap Ans menasihati.


" Nah itu.! sekreatrismu saja tau kalau kau itu kurang ajar padaku." seru tante cepat saat mendapat pembelaan dari orang lain.


" Apa kau bilang Ans.? aku harus sopan padanya. Apa kau tau dia mengataiku bodoh dan tidak punya akhlak.! lalu kenpa aku harus sopan padanya, padahal dia juga tidak sopan padaku." Teriak Ruben.

__ADS_1


Ruben benar benar tidak terima saat orang tua itu mengatai dirinya dan dia menjadi panas saat asistennta sendiri tidak membelanya.


" Hei.! aku ini orang tua. Jadi kau harus hormat pada yang lebih tua." ucap tante tak mau disalahkan.


" Ap-." belum sempat Ruben membalas perkataan wanita paru baya itu, ucapannya sudah di sela oleh paman Santi.


" Sudah hentikan.!" bentak Paman tegas.


Seketika mereka semua terdiam, tidak ada yang mebuka suara saat mendengar teguran dari pemilik Rumah itu.


" Tuan. Saya minta maaf atas kelancangan istri saya. Tolong jangan perpanjang lagi. Dan kau harus minta maaf pada menantu kita.!" ucap paman tegas menatap istrinya.


" tapi pah.-" tak sempat protes karna paman kembali berkata.


" Minta maaf papa bilang mah.!" kata papa kembali dengan intonasi naik satu oktaf.


Tante mencebik dan memasang wajah masamnya karna karna ia tidak bisa terima lalau harus minta maaf pada menantu tidak sopannya ini menurutnya, namun apa daya ia harus melakukannya agar tidak amuk oleh sang suami.


Ruben tersenyum mendengar kata maaf yang tidak ikhlas itu. Ia tau kalau wanita didepannya ini terpaksa mengatakan itu Sedangkan Paman dan Ans hanya menggeleng.


" Apa benar anda suami Nak Santi." tanya Paman setelah drama sudah beralalu.


" ya. Saya suaminya Ruben Prasetya." jawab Ruben tegas.


Mendengar jawaban Ruben seketika wajah tuan rumah itu berubah pucat, mereka syok mendengar nama lengakapnya.


" apa dia pemilik Prasetya Group." tanya mereka dalam hati.


" Prastya. jangan bilang anda adalah pemilik Prasetya group.? tanya tante memastikan ditengah keterkejutannya.

__ADS_1


" Ya.! saya pewaris Prasetya Group suami Snti Anastasya." jawab Ruben lagi.


" ha...! ja-jadi kau pemilik perusahaan tempat suami ku bekerja.? tanya tante pada ruben." pah..Papa kan bekerja di Prasetya Group kan.? tanya tante lagi yang kali ini di tujukan pada sang suami.


" jadi anda bekerja di perusahaan milikku." tanya Ruben dengan sebelah alis terangkat.


" i..Iya tuan. Sa-saya bekerja di perusahaan milik anda sebagai Manager Pemasaran. Jawab paman terbata. Karna jujur saja ia baru kali ini bertemu dengan pemilik perusahaan tempat ia bekerja dan lagi dalam situasi tidak baik.


Tak tertinggal paman, tante pun demikian ia sangat gugup karan sudah bersikap kurang ajar pada bos suaminya. Ia tidak menyangka kalau suami kepinakannya adalah orang terkaya dan ternama.


" hei.! kenapa kalia tegang seperti itu.!" ucap Ruben sedikit terkekeh, karna ia tau kalau saat ini pasangan suami istri itu sedang ketakutan padanya.


" Ma..Maafkan saya tuan. Saya sudah tidak sopan pada anda. Saya sungguh minta maaf tuan. tolong jangan membuat suami saya keluar dari pekerjaanya. Saya mohon tuan " uacap tante memelas.


" iya tuan. Mohon maafkan kebodohan istriku yang sudah menyinggung anda. Tolong maafkan kami." sambung paman yang sudah bersimpuh didepan Ruben.


Ruben spontan berdiri dari duduknya ia sangat terkejut atas apa yang dilakukan orang yang mengaku bawahannya itu. Sungguh ia juga tidak ada niatan untuk mempersulit mereka karna tujuannha kesini hanya untuk menjput istrinya.


" Apa yang kau lakukan pada mereka." teriak seseorang dari arah pintu.


" Santi."....


Bersambung....


hai..hai....Readers tercinta..😘


ini author udah usahain up crazy ya sesuai permintaan readers semua🤗


jadi.....

__ADS_1


karna author udah usahain up tiga bab sekaligus, sebagai gantinya readers follow author ya🙏🙏


__ADS_2