Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Perasaan Ans Lili


__ADS_3

Kini pasangan itu sudah berada dalam ruangan khusus obgyn, segera Santi di persiksa oleh dokter obgyn dengan USG,


" Selamat ya tuan, istri anda positif hamil." ucap dokter.


Santi dan Ruben yang mendengarnya begitu bahagia, terlebih Ruben yang dari dulu sudah sangat mengharapkan anak.


" Benarkah dok, istri saya hamil.?" tanya Ruben dengan binar bahagia.


" Iya tuan, istri anda sedang hamil, dan kalau dilihat dati perkembangannya istri anda hamil lima minggu." ucap Dokter, wah,,, sepertinya bayi kalian kembar ini lihat disini ada dua kantung yang menyerupai titik kecil ini." panjut dokter yang mengetahui dua titik kantung di dalam rahim itu.


Dokter menunjuk titik yang merupakan jabang bayi, dan hal itu semakin membuat pasangan iti bahagia.


" Sayang..." panggil Ruben mendekatakan wajahnya pada santi dan langsung menghadiahkan kecupan bertubi tubi diwajah istrinya dan terakhir berlabuh di bibir sang istri.


" Trimakasih .Trimakasih sayang mas sangatttttt bahagia." ucap Ruben sedikit lebay.


" jangan berterimakasih mas, karna aku juga sangat menginginkan ini dan aku sangat bahagia mas." ucap Santi yang sudah menangis karna terharu.


" Ehm..ehm..Yasudah mari saya jelaskan apa saja yang harus dilakukan agar kesahatan janin semakin baik." ucap Dokter yang merasa di abaikna oleh kedua pasangan itu.


Mereka berdua tersadar kalau ternyata bukan hanya mereka berdua saja yang ada disana, santi sangat malu karna dilihat oleh orang lain sedangkan Ruben hanya berdehem untuk menjawab perkataan sang dokter.


Selesai dengan semuanya, mereka berdua pulang kembali kerumah, dan mereka susah tidak sabar untuk mengabarkan berita bahagia ini.


Sedangkan di sebuah taman, dua orang sedang asyiknya berbincang dengan sesekali tertawa bersama karna hal lucu.


Mereka adalah Lili dan Ans, setelah tadi Ans berjanji akan menjemput Lili, dan sekarang sebelum kembali kekontrakan , mereka mampir di taman sekedar melepas penat.


Ternyata keduanya mulai akrab semenjak kejadian malam bersama dua bulan yaag lalu,ditambah karna Lili yang menjadi asisten Ruben membuat mereka sering bertemu da kedekatan pun mulai terjalin hingga kink.


Sedangkan Riko sendiri sekarang sudah kembali keluar negeri karna sang mama sedang sakit itu menurut informasi yang didengar Riko dan selama sebulan ini baik dirinya maupun Lili tidak pernah bertemu dan pernikahan mereka pun masih tidak adanya kemajuan.


" Siapa yang mengisi hatimu saat ini Li." tanya Ans tiba tiba dengan sorot mata yang sangat dalam artinya sehingga Lili tidam dapat menggapai arti dari pandangan itu.

__ADS_1


Menunduk dan memilih diam dari pada menjawab pertanyaan itu, tak lama kemudia ia memandang lurus kedepan menerawang dan mengingat kembali sosok lelaki yang menjadi cinta pertamanya.


Menghela napasnya berulang kali dengan pandangan tetap lurus kedepan tanpa berniat menolehkannya kearah manapun.


" Seseorang." Jawab Lili pada akhirnya namun masih gantung.


" Siapa." tanya Ans lagi tanpa mengalihkan pandanganya dari Lili meski Lili tidak melihatnya.


" Seseorang yang menjadi masa laluku dan cinta pertamaku." jawabnya lagi.


" Sudah berapa lama kamu mencitainya Li.?" tanya Ans yang semakin ingin tau sosok masa lalu gadis yang ada didepannya ini.


" Sudah sejak aku SMA." lirih Lili.


" Jangan bilang kalau cintamu hanya cinta sepihak yang tidak mendapat balasan." tebak Ans.


" Itu benar." lirih Lili yang kini memilih menundukan kepalanya.


" Kenapa kau bertahan hingga kini kalau kau tau cintamu tidak akan terbalskan." kesal Ans.


" Tapi sekarang kau harus melupakannya." ucap Ans.


" Ya, kau benar. Aku harus melupakannya dan menempatkan dia tempat yang seharusnya." jawab Lili mengiayakan perkataan Ans.


"Dan kau harus membuka hati untuk orang lain." lanjut Ans.


" Aku tidak tau apa itu bisa atau tidak. Karna aku bukan orang lain yang bisa melupakan cinta pertamaku untuk cinta yang batu seperti yang dilakukan Santi saat ini." jawab Lili memberi alasan.


" Nona Santi. Kenapa kau bawa bawa nona dalam masalah percintaanmu.?" tanya Ans tak mengerti.


" Karna kami mencintai orang yang sama." jawab Lili dengan sendu.


" What." pekik Ans. " Kalian mencintai orang yang sama dan jangan bilang kalau cinta pertamamu lebih memilih nona dari pada cintamu." lagi lagi tebak Ans.

__ADS_1


" Kau benar lagi." jawab Lili dengan senyum mirisnya.


" Jadi Lelaki itu sudah meninggal buka.?" tanya Ans yang sedikit merasa miris ternyata dua wanita yang bersahabat ini begitu dalam mencintai seorang Rio yang bahkan sudah tiada dan cara mereka melupakan sungguh sangat berbeda. Jika Santi memilih untuk melarikan diri di ibu kota sedangkan Lili memilh untuk tetap mengenangnya.


" Lili..." panggil Ans seraya menggengam kedua tangat Lili yang membuat si empunya sedikit syok tapi ia membiarkan saja.


" Aku tau mungkin memang sulit melupakanya lelaki itu, tapi bukan berarti kamu tidak bisa mencobanya." Ans menjeda kalimatnya sejenak " Cobalah seperti nona yang berusaha melupakan cinta itu dan menempatkan cinta yang baru dalam hidup dan hatinya. Aku akan membantumu melakukan itu Li." ucap Ans panjang lebar.


Lili terkejut mendengar penuturan Ans. Apa maksud dari perkataanya yang ambigu.? Lili tidak mampu menjangkau jawabanya hingga ia memilih untuk bertanya pada pemilik lata itu.


" Apa maksudmu." Lili mengucapkan pertanyaan itu sedikit ragu ragu.


" Aku menyukaimu Li, aku..aku jatuh cinta padamu, pada dirimu.!" ucap Ans tegas. " dan aku akan membuat dirmu bisa melupakan dan menempatakan cinta itu pada tempatnya." lanjut Ans yakin.


Lagi lagi Lili di buat terkejut dengan pengakuan Ans. Bagaimana mungkin lelaki itu mencintainya, sedangkan sedangkan kedekatan mereka selama ini hanya sebatas atasan dan bawahan dan sekitar pekerjaan yang sering mereka bahas.


Lili melepaskan gengaman tangan Ans, sungguh sebenarnya ia juga merasa nyaman dengan Ans selama mereka dekat, walau Ans terlihat dingin tapi tetap memiliki sisi lembut untuk dirinya.


" Maaf, aku tidak bisa " lirih Lili


" Kenapa Li.? kenapa tidak bisa.?" tanya Ans


" Aku benar benar tidak bisa."


" Apa karna lelaki itu yang masih bersemayam di hatimu." tanya Ans dengan senyum mirisnya.


" bukan. Bukan itu." jawab Lili cepat


" Lalu karna apa.?" desak Ans.


" Karna....karna aku...."


Bersambung...

__ADS_1


jeng..jeng...Bersambung dulu ya gaesssss


besok Author sambung lagi.


__ADS_2