Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Lili Sadar


__ADS_3

Riko kembali dengan wajah puasnya, sedangkan di belakangnya suara teriakan Janeth terus menggema dan masih terdengar olehnya, hingga akhirnya tenggelam bersama dengan semakin jauhnya langkah Riko dan menghilang dari gedung itu.


Riko kembali memacu mobilnya, tujuannya adalah rumah sakit untuk menemani sang istri yang belum juga sadarkan diri, Riko tidak akan pulang kerumah sebelum istrinya sadar dari koma karena keinginannya adalah pulang bersama dengan istri dan anaknya.


Sedangkan di rumah sakit, Lili muali menggerakkan jeri jarinya dan mama yang berjaga di sana langsung berteriak kaget dan memanggil dokteri untuk memeriksa keasaan Lili.


"Dokter....Dokter.. Tolong jari jari anak saya bergerak dokter..." teriak kedua mama itu saling berahutan.


Dokter dengan segera memeriksa keadaan Lili dan di pertengahan kegiatannya pasien wanita cantik itu membuka matanya perlahan dan mengedip ngedipkan matanya untuk menetralkan penglihatannya yang buram, dia mengalihkan perhatinya menyusuri setiap sisi ruangan yang ia yakini adalah ruaang perawatan.


Tangannya bergerak menyentuh perutnya, dan seketina jantungnya berdebar hebar merasakan perutnya yang sudah mengecil tidak seperti sebelumnya saat dalam perjalan menuju rumah sakit.


"Dokter dimana anakkku dok? kenapa perutku tidak seperti orang hamil?" tanya Lili dengan panik.


"Tenang bu, anak ibu baik baik saja dan dia sudah lahir dengan sempurna, selamat dalam kejadian naas itu" jawab Dokter, "dan itu bayinya barada di gendongan omannya" ucap Dokter.


Lili yang mendengar perkataan dokter langsung mengalihkan pandangannya, rasa tenamg kini mengambil alih perasaanya melihat bayinya ditimang oleh ibu mertuanya sedangkan maaanya asyik menoel pipi putrinya sembali menunggu dirinya di periksa


"Bagaimana keadaanmu? ada yang sakit sayang? tanya mama Lili.


"Tidak mah, aku hanya sedikit syok menyadari perutku yang tidak besar lagi" jawab Lili dengan senyum manisnya.


"Ini gendung Miley dulu" ucap mama Riko.


"Ohhh anak mama Miley yang cantik"


Lili mengambil alih Miley masuk dalam gendongannya, mengecup pipi kanan dan kiri kemudian beralih ke kening Miley dengan penuh sayang, air matanya mengalir karena rasa syukur pada Tuhan memberi kesempatan dan kepercayaan pada mereka bisa merawat putri cantiknya dan suaminya


Tapi bicara soal suami, Lili mengedarkan pandanganya dan dia tidak menemukan soslk yang dia cari disana, "mah dimana suamiku?" tanya Lili.


"Memberi pelajaran pada orang yang sudah membuat kalian mengalami insiden ini" jawab mama dengan berapi api.


"Maksud mama kecelakan kami karena di sengaja?" tanya Lili tidak percaya.


"Iya, dan pelakunya adalah si wanita murahan itu!" ketus Mama.

__ADS_1


"Sudah jeng, jangan emosi terus nanti cepat tua dan Miley bisa bisa tidak menganggapmu oma lagi" seloro mama Lili.


Mama Riko masam mendengar guyoan besannya sementara Lili hanya terkekeh melihat ekspresi mertuanya.


"Kamu susui Miley dulu sayang, kasihan selma dua hari minum susu formula terus tidak baik untuk bayi melahirkan" usul mama Riko mengalihkan pembicaraan.


Lili fokus pada anaknya, sedangkam Riko dengan tidak sabarnya melewati lorong rumah sakit untuk bertemu dengan putrinya, tangannya dengan cepat membuka pintu ruangan tapi seketika tubuhnya membeku melihat pemandangan yang ada di hadapannya.


Di sangat terkejut melihatnya, sementara semua orang yang berada di sana menoleh dan tersenyum ke arahnya termasuk Lili yang tersenyum manis pada Riko.


"Sampai kapan kamu akan berdiri di situ Boy?" tanya papa Riko yang membuat papa muda itu tersadar.


"Kau tidak ingin mendekati istrimu? jika tidak maka keluar saja sana!" tinpal mama.


Riko dengan segera menggeleng sebagi jawaban, langkahnya dengan cepat mendekati Lili dan menubrukan bibirnya menyapu semua permukanaa wajah Lili dengan kecupan sayangnya dan berakhir di bibir manis istrinya yang menjadi candunya membuat semua yang berada disana mengalihkan padangan ke sembaran arah.


"Sayang, kapan kau sadar? kenapa tidak ada yang mengatakan padaku?" tanya Rikp seraya memeluk istrinya.


"Belum lama sayang, dan kamu datang" jawab Lili dengan senyum manisnya.


"Sudah! dan kalian akan tau besok hukuman apa yang aku berikan padanya" jawab Ruben.


"Sayang kau apa kan dia? apa seperti yang dulu kau katakan?" selidik Lili.


"Pintar sekali istriku" jawab Riko menoel dagu Lili dengan mesra.


Riko berdehem sebelum akhirnya mengatakan apa yang ingin di katakan pada para tetua, "bisa kalian meninggalkan kami!" ucap Rko dengan wajah datarnya.


"Hei apa maksudmu?"


"Aku ingin memiliki ruang privasi dengan istriku" jawab Riko.


"Hei jangan kau apa apa kan dulu boy, istrinu harus istrhat dulu" ejek pala Riko.


"Ck emang paoa pikir aku mau apa!" ketus Riko, "aku hanya ingin bertiga dengan istri dan putriju saja tanpa kalian!"

__ADS_1


"Dasar kau ini! sudahlah ayo kita keluar, beri waktu untuk orang tua muda itu" ucap papa Lili.


Sementara di surabaya, pasangan yang sudah menjadi orang tua muda itu, sedang kewalahan menangani Jennifer yang rewel karen demam, Helena belum memiliki pengalaman akan hal ini sama hanya dengan Ans yang juga tidak tau bagaimana mengatasinya karena sama sama baru terjun di dunia pengasuhan anak.


"Coba telfon Bunda dulu Yah," pinta Helena, "tanyakan bagaimana ini, kalau bisa suruh ke sini dulu" lanjutnya.


"Ah iya, tunggu sebentar" jawab Ans dan langsung memghubungi mamanya menaanyakan apa yang harus dilakukan dan sekaligus meminta mamanya datang kemari.


"Hallo bun, bisa kesini tidak? Jenn dari tadi rewel terus, badannya panas karena demam bun" ucap Ans dengan penuh kepanikan.


"jangan panik dulu! suruh istrinu skyn to skyn dulu biar mereka sedikit dan sekalian suruh istrimu menyusu agar tidak rewel lagi" ucap bunda.


"Ok bunda, makasih" ucap Ans dan langsung memutuskan panggilannya.


"Bunda bilang lakukan skyn to skyn, tapi sambil nyusu biar gak rewel" ucap Ans.


Helena yang mendengar perkataan suaminya langsung melakukan, dengan cekatan Helena membuka pakaian putrinya dan pakaianya sendiri kemudian menempelkan tubuh putinya di depan dada sembali menyusui Jennifer.


Seketikan Jennifer menghentikan rewelnya, dia sibuk menyedot air susu Helena, dan pasangan yang itu menghembuskan nafar leganya melihat putri mereka sudah berhenti.


"Syukurlah, sudah tidak rewek lagi" ucap Ans dengan nafas leganya.


"Iya Yah, bunda lega" timpal Helena.


"Tapi apa fungsinya?" tanya Ans mendadak bodoh.


"Ini untuk menurunkan panas yah," jawab Helena dan Ans hanya ber oh ria sebagai jawabannya.


"Sudah bunda disini saja, ayah mau keruang kerja dulu banyak kerjaan" ucap Ans yang di angguki Helena.


Ans langsung berjalan tapi sebelum itu, Ans lebih dulu melangkah ke dapur untuk mebuatkan susu penguat asi untuk Helena dan kopi untuk dirinya sendiri lalu kembali menuju kamar meletakan susu milik istrinya dan Helena hanya tersenyum mendapati kebiasaan suaminya yang seperti itu


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2