
Helena menelan ludahnya kepayahan karena keadaan gelam seperti ini, dengan perlahan dia mengulurkan tangannya dan membuka pintu kamar agar dirinya masuk dan dia baru akan merasa aman.
Ceklek
Pintu terbuka dan pemandangan pertama yang tertangkap oleh matanya adalah meja makan romantis yang ada di balkon kamar mereka dengan di hiasi lilin di tengah meja sebagai penerang dan bisa melihat jika ada makanan disana.
Di tambah lagi sinar rembulan yang langsung menerangin balkon menambah kesan romantis di dalamnya, walau bukan di restoran tapi di sini saja pun bisa mengesankan.
Langkah Helena tanpa sadar terus mengayun membanya mendekat ke arah pemandangan yang tidak bisa dia putus karena merasa terpesona dengan itu.
Kaki Helena kini berhenti tepat di depan meja makan dan menatap kagum serta sesekali tangnnya menyentuh untuk bisa merasakan sendiri sensinya dengan merabanya langsung
Kekaguman Helena menbuatnya tidak sadar lagi akan hal lain bahkan kini dirinya yang tadi menunggu Ans menjadi hilang seketika.
Sementara Ans muncul sisi yang tidak terliat oleh Helena karena lampu padam, menyodorkan buket bunga dari belakan yang membuat Helena terperangah dan menutup mulutnya tidak percaya jika ada lagi kejutan untuknya, sebuket bunga dari pria yang tak lain adalah suaminya.
"Untuk wanita cantik yang tak lain adalah istriku" bisik Ans tepat di telinga Helena dan memberikan bunganya dan kemudian memeluk Helena dari belakang.
Tubuh Helena meremang mendapatkan perlakuan manis itu walau sudah melakuakn hubungan suami istri tapi Helena tetap saja beraksi seperti ini.
Di tambah lagi kini Ans sudah melepaskan pelukannya dan berjalan memutar hingga mereka kini saling berhadapan, Ans meraih tangan Helena dan menatapnya dengan tatapan penuh kelembutan.
"Helen...."
Satu kata yang keluar dari mulut Ans setelah sekian lama keheningan mengambil alih tadi, dan kini panggilan lembut dia lantukan dan dengar Helena begitu merdu di telingannya.
Ans mearik napasnya sebagai langkah awal sebelum memulai rangkaian kata yang akan di ucapkan pada Helena.
__ADS_1
"Kau tau, awal aku bertemu denganmu itu dalam keadaan diriku yang sedang terluka karena merasa di hianati oleh gadis yang sudah mengisi hatiku, hingga tanpa sadar aku sudah mengabaikan dirimu yang seharusnya membutuhkan tanggung jawabku, bahkan dengan tidak berperasaanya aku menyuruhmu untuk menghilang dari hadapanku untuk selamanya".
Ans berkata dan menjeda kalimatnya, dia sedang berusaha memastikak jika nanti perkatannya tidak akan mengingatkan Helena akam perjuangan sebelum bertemu denga dirinya.
"Aku tidak pernah berpikir panjang kalau perbuatan yang aku lakukan malam itu akan meninggalkan jejakku padamu dan membiarkan kamu menanggung dan menjalaninya sendiri walau kau harus meninggalkan keluargamu," Ans kembali menghela napasnya kemudian kembali berkata.
"Bahkan takdir kembali mempertemukan kita aku kembali menorehkan luka padamu menjadikanmu istri hanya karena tanggungjawab tanpa berpikir akan kehidupan dan perasaanmu, dan juga aku tidak pernah berpikir jika mungkin saja aku bisa jatuh cinta padamu".
Ans menatap dalam dalam kedua bola mata Helena yang juga menapatnya dengan mata yang mulau berkaca kaca.
Helena berkaca kaca mendengar semua perkataan Ans, karena sesuai duagaan Ans gadis itu kembali mengingat kenangan buruknya dan perjuangan dirinya merawat kandungannya.
"Benar Helen, kini aku sadar inilah kesalahanku yang terlalu naif menganggap tidak akan membuka hati padamu, karena kini aku jatuh cinta dan teramat dalam aku mencintaimu" ucap Ans dengan yakin.
Ans merogoh saku jasnya mengeluarkan isinya yang ternayata adalah kotak berisi cincin bermatakan berlian, Ans membukanya dan belutut dihadapan Helena dan berkata.
"Maukah kau menyambut baik perasaanku, membangun rumah tangga yang selaknya, saking mencintai dan melengkapi kekurangan serta membesarkan anak kita bersama sama mendidiknya dan merawatnya penuh cinta."
"Iya aku mau! aku mau hipup bersamau" jawab Helena yang masih sesegukan.
Ans berdiri dan memasangkan cincin itu di hari mania Helena, kemudian menciup kening wanitanya yan diresapi juga oleh Helena, lalu Ans menariknya masuk dalam pelukannya sehingga kini mereka saling berpelukan dengan mesra.
"Ayo kita makan" ajak Ans dengan lembut dan senyum manis yang mampu melelhkan hati Helena ditampilkan pria itu.
Mereka makan dengan penuh kenikmatan , senyum tidak ada yang lepas dari kedunya, bahkan sesekali mereka saling menatap saat salau satu dari mereka menyuapkan makanan ke dalam mulu satu sama lain.
Selesai dengan makan malannya, Ans kembali membuatnya kejutan bagi Helena, dia memutar lagu romantis untuk menemani malam mereka, setelah meja makan sudah di bersihkan dan kini Ans dan Helena akan melanjutkan sesi berikutnya.
__ADS_1
"Mau berdansa denganku nona manis?" tanya Ans dengan tangan mengulur ke di depan Ans.
Entah sejak kapan mulut pria itu berubah menjadi sangat manis, setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu berhasil membuat Helena tersipu malu, tapi walau begitu Helena sangat menyukainya.
"Tapi aku tidak bisa berdansa" lirih Helena menuduk malu.
"Tidak masalah, aku akan mengajarimu" ucap Ans.
Dengan ragu ragu Helena menyambut uluran tangan Ans, dan mereka mulai gerkan dansa ala pasangan itu, walau sedikit kaku dan kesulitan bergerak karena perut buncitnya tapi Helena berusaha mengimbangi gerakan Ans.
"Kita akan mengunjungi ibumu nanti jika aku ada waktu luang" ucap Ans di tengah kegiatan mereka.
Helena yang tadinya menyandarkan kepalnya di dada Ans berubah menjadi tegak, dia menatap netra lelaki itu dengan lekat dan kemudian bertanya "apa kau yakin?"
"Tentu saja yakin!" jawab Ans lantang dan tegas.
Helena kembali memeluk dirinya dan kali ini jauh lebih erat dari sebelumnya, dia sangat bahagia mendengar Ans yang mau menemui keluarganya, tapi seketikan raut cemas menguasai diri Helena.
"Tap bagaimana dengan ini?" tanya Helena menunjuk perut buncitnya dengan mimik wajah yang polos bercampur khawatir membuat dia semakin menggemaskan.
Ans terkekeh melihat ekspresi ini, entah kenapa kali ini Ans bisa tertawa lepas di hadapan Helena, dan bahkan tidak sengan mencium Helena tanpa sungkan.
Ans meraih dagu Helena setelah kekehannya terhenti lalu berkata "bukankah aku suamimu dan aku yang sudah membuatmu dalam situasi ini?" tanya Ans dengan lembut dan menatap penuh cinta pada Helena.
"Aku harus bertanggung jawab sayang, dan aku akan menerima apapun hukuman dari mertuaku asal dia tidak memintaku berpisah darimu" ucapnya dengan senyum pemuh ketulusan ia berikan pada Ans.
Helena menundukan wajahnya saat mendengar perkataan Ans yang memanggil dirinya dengan sebutan sayang, dia belum begitu terbiasa akn panggilan manis yang disematkan Ans padanya.
__ADS_1
"Rasanya benar benar indah panggilan itu, membuatku serasa terbang di langit ke tujuh" batin Helena.
Bersambung...