Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Kembali


__ADS_3

Dua hari kemudian, Helena sudah di perbolehkan kembali ke rumah hanya saja harus istrhat dan tidak boleh banyak bergerak apa lagi bekerja dengan berar.


"Ingat pesan saya ya tuan, agar istrinya jangan banyak beregerak dulu apa lagi jika mengerjalan pekerjaan berat itj sangat tidak boleh karena ini baru kehamilan pertama jadi ekstra hati hati" jelas doketr untuk ke tiga kalinya mengingatkan.


"Ck, ini yang ketiga kalinya dokter! apa kau tidak bosan!" ketus Ans.


"Ayah!" tegur Helena mendapati sikap suaminya yang sangay dingin.


"Ck ayah kesal bunda" rajuk Ans.


"Dokter hanya mengingatkan yah, bukan apa apa kok" ketus Helena.


"Bunda yang cantik dan sangat manis tidak ada tandingannya.... tanpa bunda melahirkan pun ayah tidak akan mengijinkan bunda bekerja denga berat, cukup melayani suami dan anak saja, jadi tidak perlu di ingatkan berkali kali" ucap Ans yang membuat Helena merona dengan awalan perkataan suaminya.


Sedangkan Dokter itu hanya tersenyum mendengar perkataan pasangan itu, tidak jarang memang dia menyaksikan kemesran pasangan yang selalu berkonsultasi pasanya tapi ini sangat berbeda, dia bisa melihat begitu besarnya cinta pria terhadap suaminya.


"Baiklah tuan, tidak ada lagi yang perlu saya smpaikan, dan obatnya silahkan di tebus di apotik rumah sakit ya itu berguna untuk membantu istri anda cepat pulih.


"Baik" ucap Ans singkat.


"Terimakasih dokter" ucap Helena.


Mereka semua pergi dan Helena menggendong putrinya dengan Ans yang mendorong kurdi roda tempat Helena, karena pria itu tidak mengijinkan Helena berjalan sedikitpun, walau sebenarnya Helena tidak suka dan agar kebertan tapi siapa yang bisa bantah jika tuan Ans sudah memberi titah.


Sampai di parkiran putrkmi cantiknya kini berpindah tangan dan di gendong oleh ibu, sedangakn Helena sendiri di bantu Ans masjk dalam mobil, dan selanjang pernalan tidak sekali pun Ans menjauh dari Helena, tangnya terus mengelus rambut Helena dan Helena sendiri bersandar di dada bidang suaminya.


"Ayah kok malah manjain bunda sih? kan anak kita yang lahir, atau ayag gk suka ya sama anak kita?" tanya Helena.


Ans langsung membuar Ans mengangkat pelan bahu Helena agar mereka bisa bersitatap, dia menatap Helena tidak suka dengan pertanyaan Helena.


"Apa yang bunda katakan! aku tentu saja sayang sama putri kita tapi ayah juga sangat mencintai bunda dan ini adalah sebagai rasa terimakasihku atas perjuangan bunda melahirkan purti kita, jadi ayah mohon jangan pertanyakan kasuh sayang ayah, karena ayah memiliki rasa sayang sesuai dengan status kalian di hidup ayah" ucap Ans dengan lembut walau dia sebenarnya tidak suka dengan ucapan istrinya barusan tapi dia tidak bisa marah pada istrinya.


Helena tersenyum mendengar perkataan suaminya, seketikan rimbul rasa bersalah di hatinya karena sudah melontarkan pertanyaan seperti itu pada suaminya, " maaf ayang" ucap Helena dengan kepal menunduk.


"Maaf untuk apa?" tanya Ans dengan kening yang mengerut.

__ADS_1


"Bunda sudah bertanya seperti itu, harusnya bunda tidak perlu mempertanyakannya karena sudah jelas jika ayah pasti mencintai putri kita" ucap Helena dengan wajah yang penuh penyesalan.


Ans tersenyum mendengar parkataan istrinya, "tidak perlu minta maaf sayang, ayah tidak marah" ucap Ans dan mengcup kening Helena tanpa sungkan.


"Sudah sandaran lagi" pinta Ans dan Helena dengan senang hati melakukannya.


Sampai dirumah, lagi lagi Ans melakukan hal yang menurut Helena berlebihan tapi tidak bagi Ans, dia membuka pintu mobil dan menggendong Helena ala bridal style dan membawa Helena ke dalam kamar mereka.


"Bu, langsung bawa Jenn ke kamar ya" ucap Ans sebelum akhirnya benar benar meninggalkan parkiran.


"Ayah turunin bunda, tidak capek apa gendong mulu?" tanya Helena.


"Tidak akan ada kata lelah untuk kalian berdua sayang" ucap Ans mengecup kening Helena kemudian kembali melangkah menuju kamar.


***


Sementara di kediaman Riko, kehebohan terjadi lagi karena kedatangan mama dan papah Riko yang kini akan tinggal lebih lama di Indonesia, mama beralasan ingin menemani Lili selama masa kehamilannya, padahal masa hamilnya tinggal dua bulan lagi kok tapi baru mau di temani.


"Sayang gimana dengan kandungan kamu?" tanya Mama.


"Sehat mah, dan kata dokter dua bulan lagi Lili lahiran" jawab Lili dengan senyum lembutnya dan tangannya mengelus perutnya yang kini membuncit besar.


"Ahhh, mama tidak sabar lagi sayang ingin menyambut cucu mama" seru Mama.


"Lilo juga tidak sabar ma, ingin segera bertemu dengan putri kami" jawab Lili.


"Wahj jadi cucu mama ini perempuan?" tanya Mama.


"Iya ma, hasil USG katanya putri kami perempuan" jawab Lili.


"Bagus itu, mama jadiya bisa bermain melakulan apa yang mama inginka sejak dulu, mendadaninya ala princess"ucap Mama.


"Sayang..." seru Riko yang baru keluar dari ruang kerjanya bersama papa.


"Kalian sudah siap?" tanya Lili dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Sudah sayang, cemilannya kok gak abis? biasanya kan kamu jago ngemil semenjak hamil" goda Riko dengan senyum jailnya.


"Ish, apaan sih!" ketus Lili.


Sementara mama dan papa hanya tertawa meliha anak dan menantunya yang terlihat bahagia, mereka sangat bersyukur karena ternyata pilihan mereka tidak lah salah, pilihan mereka kini bisa membuat anak mereka bahagia dan mereka saling mencintai kini.


"Kamu harus menjaga istrimu Riko, jangan sampai terjadi apa apa pada istri dn putrimu" ucap Mama.


"Mama sudah tau jenis kelaminya?" tanya Riko.


"Sudah, dari menantu mama yang cantik ini" ucap mama.


"ohhh"


"Kita istrhat sayang" pinta Riko.


"Istrahat sendiri dan jangan membawa menantu mama!" ketus mama yang tidak suka karena putranya mau memonopoli menantunya lagi.


"Mama ku sayang, yang cantik dan baik hati, aku ingin istriku istrhat agar tidak kecapean, mama tau kan ibu hamil mudah lelah dan aku tidak mau istriku kelelahan" jawab Riko.


"Tapi hanya duduk bocah! Lili tidak akan lelah" sanggah mama.


"Anakmu ini bukan bocah lagi mah, jangan lupa jika mama sudah mau punya cucu dan itu semua berasalndari bibitku!" sentak Riko.


"Ck, bocah ini benar benar bikin mama darah tinggi saja, selalu saja tidak bisa membuat mama senang" gerutu mama.


"Apa cucu tidak membuat mama senang?" tanya Ans.


"Apa maksudmu! tentu saja mama senang fdan bahkan sangat menantikannya"


"Berarti anakmu ini sudah membuatmu senang dan ini buktinya" tunjuk Ans pada perut Lili kemudian memeluknya.


"Sudah kami mau istrahat dan mama sama pala juga istrahat, kalian pasti capek" ucap Riko.


"Baiklah" jawab mama akhirnya mengalah untuk kebaikan menantu dan cucunya.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2