Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Maaf


__ADS_3

Ans tidak pernah menyangka hasil dari kemarahan yang belum dia tau kebenarannya akan berujung Helena pergi darinya.


Ans merutuki dirinya sendiri yang terlalu emosi tanpa mendengar penjelasan Helena, apalagi hatinya tidak tergerak saat Helena mengiba padanya dengan air mata menderas di mata Helena.


"Dasar bo*oh! bo*oh kau Ans..!" teriaknya " bagaiaman bisa kau lepas kendali seperti ini! lihat akibatnya di pergi meninggalkanmu dalam keadaan dia yang sedang mengandung anakmu".


Ans memaki dirinya sendiri, merutuki kebodohan yang dia lakukan, tangannya bergerak menarik kasar rambutnya karena menyesal.


"Tidak! dia tidak boleh meninggalkanku, dia tidak boleh membawa hatiku pergi!" ucap Ans menggeleng " aku harus menemukannya!"


Ans segera bangkit berdiri melesat keluar menuju mobilnya, dia akan mencari keberadaan Helena dan tujuan utamanya saat ini adalah kontrakan yang dulu pernah di tempati Helena.


Sementara di halte yang letaknya tidak jauh dari kontrakan sebelumnya, Helena sedang menunggu Bus untuk dia naiki.


Helena memutuskan akan kembali ke ibu kota, bertemu kembali dengan keluarganya dan menceritakan semua yang terjadi padanya dan berharap orang tuanya mau memaafkan dirinya.


Sepanjang menunggu, Helena hanya duduk termenung menatap kosong di depan, dia masih membayangkan yang baru saja dia alami, seseorang yang kagumi bahkan sempat diharapkan untuk bersama dengannya di masa depan dengan ringannya mengangkat tangan padanya.


Lebih parahnya lagi dengan tidak berperasaan pria itu menyebutnya wanita murahan, sebegitu tidak berhargakah dia di mata pria itu.


"Kamu jahat Ans" lirih Helena.


Setetes air mata kembali menetes membasahi pipinya, tangannya mengelus perut buncitnya.


"Helen...!" panggil seseorang yang berhasil menarik wanita itu kembali pada kesadarannya.


Wajah sendu Helena seketika berubah muram saat mendapati seseorang yang memanggil namanya adalah pria yang baru saja menyakitinya.


Flashback...


Ans sampai di kontrakan Helena, tapi keadaan disana sangat sepi tdak ada tanda tanda seseorang menghuni rumah kontrakan itu.


Tapi Ans tetap turun dan mendekati kontrakan dan memanggil Helena " Helena...! Helen...!"


Tok tok tok


"Helena...Buka pintunya!"

__ADS_1


Ans terus berteriak memanggil Helena dan terus menggedor pintu kontrakan namun tidak ada sautan dari dalam.


"Akhhhhh....!"


Ans mengerang frustasi memikirkan Helena berada dimana jika di kontrkana ini tidak ada


"Helena.....! aku harus cari kamu kemana!"


Ans memutuskan pergi dari sana dan berniat untuk menysuri jalanan, mana tau Helena bisa dia temukan.


Benar saja, Halte yang tudaj jauh dari kontrakan Helena ternyata orang yang dia cari ada disana dalam kondisi yang sedang melamun dengan tangan yang terus mengelus perutnya dan sesekali mengusap air matanya di kedua pipinya.


Dengan segera Ans turun dan berlari menuju tempat Helena " Helen...!".


Flashback off...


"Helen sayang...!"


Untuk pertama kalinya Ans memanggil Helena dan menyematkan kata sayang di belakannya yang berhasil membuat Helena mentapa ke arah Ans.


Tatapan mereka bertemu, saling pandang untuk sesaat dan perlahan tapi pasti Ans berjalan mendekat menuju Helena.


Ans memeluk tubuh Helena setelah jarakereka sudah bisa di jangkau olehnya, dengan penuh penyesalan Ans terus memohon maaf pada Helena, sementara wanita itu hanya diam tidak merespon.


"Helena maafkan aku!" ucap Ans penuh penyesalan.


Ans meraih kedua tangan Helena dan mengecupnya dengan lembut, dia benar benar menyesali semua yang sudah dia lakukan, amarahnya larena salah paham.


Helena menarik tanganya perlahan dari genggaman Ans, wajahnya kembali masam setelah kesadarannya kembali "kenapa kau mencariku!"


"Aku aku mencarinu karena kau istriku Helen" jawab Ans, " dan aku mau mengajakmu pulang! ayo" ajak Ans berniat menarik tangan Helan untuk segera pergi.


Tapi Helena tidak melangkah, dia masih diam ditempatnya mamandang Ans yang berbaik lagi melihat dirinya " kenapa kau menjemput wanita murahan ini!" tanya Helena dengan senyum sinisnya.


Ans mengehela napasnya dalam, rupanya Helena tidak mudah memaafkan orang terbukti kini nada bicara Helena yang berubah seratus delapan puluh derajat.


"Kita bicara dirumah ya, kamu pasti lelah dan itu tidak baik untuk anak kita" bujuk Ans.

__ADS_1


"Dia bukan anakkmu!" sentak Helena " jika dia anakmu, maka kau tidak akan tega memukul ibunya dan hampir membahayakan dirinya!" jawab Helena yang mulai berkaca kaca kembali.


Ans menghapus air mata Helena dan kemudian meraihnya masuk dalam pelukannya " maafkan aku yang tidak bisa menahan diriku" ucap Ans.


"Kita pulang ya, dan aku akan mengatakan semuanya padamu, termasuk hal yang paling penting untuk kamu tau"


Helena menurut saja, tidak lagi menolak ajakan Ans, entah karena dirinya yang memang butuh penjelasan atau karena suara Ans yang mampur meluluhkan hatinya.


Sampai di rumah, Ans menggiring Helena masuk ke dalam rumah hingga ke kamar, dia menuntun dengan begitu lembut dan hati hati.


Ans mendudukan Heleja di atas ranjang, setelah itu mengambilkan air minum untuk Helena dan wanita itu meneguknya sedikit saja, dan sisanya di minum hingga tandas oleh Ans.


Mata Helena membulat melihat sikap pria itu, baru kali ini Ans meminum sisa dari mulutnya, seketika wajah Helena memanas saat menyadari jika Ans meminum sisi gelas tepat bekas bibirnya dan bukankah itu artinya mereka berciuman secara tidak langsung.


"Kenapa wajahmu merona hm..?" tanya Ans yang tidak sengaja melihat wajah Helena.


"Ti tidak ada" jawab Helena menunduk.


"Apa karena kit asatu gelas?" tanya Ans menaikan satu alisnya " bukan kah itu artinya kita berciuman secara tidak langsung" goda Ans dengan senyum menggoda terbit di kedua sudut bibirnya.


Helena semakin merona mendengar perkataan Ans yang seakan bisa menebak apa yang dia pikirkan, "Tidak tau dan itu konyol sekali" jawab Helena mengelak.


"Konyol dari mana? ini memang adanya jika kita berciuman secara tidak langsung" ucap Ans, "tapi langsung akan terasa menyenangkan ya?" goda Ans dengan kerlingan mata genitnya dia berikan pada Helena.


"Ikh, apaan sih!" ketus Helena, " mending cerita apa yang mau di katakan!" lanjut Helena mengalihkam permbicaran.


Ans menetralkan nafasnya dan di awali batut sebelum memulai ceritanya " sebenarnya begini..-"


Ans mulai menceritakan semua yang terjadi padanya mulai saat diriya di luar kota, sikapnya yang mendadak dingin lada Helena, hingga kepergiannya ke ibu Kota dan pesan yang dikirimkan oleh Via berisi fodo Helena dan Dareen.


Dan tak lupa Ans menceritakan jika semu itu adalah di sengaja oleh Via dan Darren yang ingin memecah mereka dan berharap berakhir dengan perpisahan agar kedua orang itu bisa masuk dalam kehidupan Ans dan Helena.


"Maafkan aku karena sudah kemakam jebakan mereka" ucap tulus dan meraih tangan Helena untuk di genggam.


"Aku tidak percaya mas Darren melakukan itu" lirih Helena.


"Kenpa kau malah memikirkan pria itu sih!" ketus Ans "ada aku di sini! aku tidak suka kau memikirkan pria lain!" lanjutnya.

__ADS_1


"Maaf" ucap Helena merasa bersalah apa lagi melihat wajah Ans yang tidak senang.


Bersambung...


__ADS_2