
Mendengar pengakuan Lili, sungguh bukan main rasa bahagia Riko, inilah yang dia tunggu balasan cinta dari Lili untuknya.
" Sungguhkah yang aku dengar ini?" tanya Riko dengan binar bahagia yang tidak dapat di sembunyikan lagi olehnya.
Lili menganggukan kepalanya dan kemudian menjawab" ya aku juga mencintaimu, terimakasih karena sudah memilih bertahan untukku dan menunggu sambutan cinta dariku dan maaf, maaf jika aku sudah menyakitimu karena mencintai orang lain disaat statusku yang sudah jadi istrimu."
Lili menagis karena kebodohannya dulu yang mengabaikan Riko dan tetap memilih menyimpan nama Ans yang jelas jelas jika mereka tidak akan pernah bisa bersama hingga Riko memilih jalan lain untuk membutnya tetap bertahan untuk Riko.
" Sttt jangan menangis sayang, aku sudah sangat bahagia mendapatkan sambutan cintamu, tidak ada lagi yang aku mau Lili selain ini. Dan aku, aku berjanji akan berusaha menjadi yang kau mau, menjadi laki laki satu satunya yang kamu harapkan, sehingga kamu tidak akan berpikir lagi untuk mengharapkan orang lain.
" Tidak. Aku tidak akan pernah berpaling bahkan hanya untuk memikirkannya pun aku tidak akan pernah melakukannya." jawab Lilu tegas.
" Terimakasih.. terimakasih sayang... terimakasih." ucap Riko yang langsung memeluk mesra Lili dalan pelukannya.
" Terimakasuh juga." ucap Lili yang membalas pelukan Riko.
Beberapa lama mereka berada dalan posisi saling memeluk hingga akhrinya Lili kembali bersuara " Apa kita akan seperti ini terus?" tanya Lili.
" Apa kau tidak suka hemm.?" Riko balik bertanya.
" Bukan tidak suka hanya saja apa akan begini saja?"
" Jadi kamu mau apa sayang? jika bukan seperti ini lagi, merasakan hangat pelukanmu."
" Yang lain entah apa gitu." jawab Lili merona.
Cup
Riko mengecup lembut bibir Istrinya, merasakan kenyal dan menisnya rasa itu, hingga dia mulai menyesapnya dengan lembut yang disambut baik oleh Lili.
Mereka masih larut dalam suasana yang sama bahkan kini lebih dari yang sebelumnya, ciuman mulai terasa panas saat lidah saling membelit, bahkan tangab Riko sudah tidak tinggal diam lagi menggerayai sana sini tubuh istrinya, dan Lili pun sudah melingkarkan tangannya di leher Riko untuk semakin memperdalam ciumannya.
Baru saja Riko ingin menggiring Lili menuji ranjang, tapi ketukan pintu menghentikan aksinya dan itu sangat membuat Riko menggeram kesal.
" ****." umpat Riko sedangkan Lili hanta terkekeh melihat ekspresi Riko yang kesal.
" Jangan kesal."
" Kalau tau menggangu aku tidak akan mau mereka mengunjungi kita." decak Riko.
" Sudah jangan marah sayang, nanti malam kita lanjutkan." ucap Lili mengedipkan matanya genit.
__ADS_1
" Sayang...?" beo Riko " Benar ya sayang nanti malak kita bercocok tanam lagi biar cepat berbuah." kata Riko dengab gembira.
" Iya, yasudah ayo kita keluar." ajak Lili saat ketukan pintu kembali terdengar
" Lili, Riko sayang..." tok tok tok tok
" Iya sabar.....!" teriak Riko yang merasa jengkel kepada mamanya iya, itu adalah mamanya terlihat dari suaranya.
Pintu terbuka dan menampaka mama yabg sedang tersenyum tanpa rasa bersalah, sedangkan Riko sudah memasang wajah masamnya.
" Ada apa." ketus Riko.
"Kau ini ya! sama mama sendiri ketus begitu." ucap mama kesal sembari memukul lengan Riko.
" Karena mama mengganggu kegiatan kami." kesal Riko mengelus lengannya.
" Memangnya kalian sedang apa?" tanya mama kepo.
" Mau membuatkan cucu memangnya apa lagi? tapi semua gagal karena mama."
"Astagaaa mama minta maaf ya." ucap mama merasa bersalah.
" Tidak apa kok mah, mama gk udah minta maaf begitu." ucap Lili lembut yang sebenarnya sudah merasa geram dengan ucapan suaminya.
Riko mendapat cubitan dari istrinya dan pelotoan yang membuat Riko menelan ludahnya kasar, dia tidak mau jika istrinya marah.
" Iya iya aku memafkan mama, tapi jangan ganggu kami lagi." kata Riko pada akhirnya.
" Iya sayang mama tidak akan mengganggu lagi. Yaudah nanti malam buat lagi ya." celutuk mama.
" Tentu saja nanti malam ada waktu yang selalu tepat untuk meronda." jawab Riko terkekeh.
Lili hanya bisa menggeleng melihat sikap anak dan ibu itu, sungguh terlihat sangat jika mereka memang saling terbuka, buktinya hal ini saja mereka tidak ada rasa malunya.
" Sudah ayo kita turun." ajak Lili berniat untuk menghentikan pembicaraan itu.
***
Ans dan Helena sudah kembali dan mereka kembali di kediaman Ans, atas perintah dari Ans yang berbuat sesuka hatinya saja.
Flashback beberapa waktu yang lalu, Ans dab Helena sudab sampai di ruangan pemeeiksaan kandungan untuk tujuan mengetahui kondisi kandungan Helena dan juga Ans berniat konsultasi untuk menanyakan apa saja yang harus di lakukan dan tidak boleh dilakukan untuk menjaga kandungan Helena.
__ADS_1
Helena kini tengah di olesi jel sebelum USG di lakukan oleh dokter kandungan, setelah selesai dokter pun mulai mengarakan alatnya ke perut Helena dan terlihat makhluk hidup yang sudah di perjuangkan oleh Helena selama ini, ia sangat terharu dan menangis saat melihat langsung bagaimana rupa anaknya meski hanya berwarna abu abu tapi dia sangat bersyukur terlebih lagi mendengar denyut jantung anaknya yang seperti irama musik bagi pendengarnyan.
Tidak jauh berbeda dengan Helena, Ans juga merasakan hal yang sama bahkan jantungnya berdegup kencang saat matanya melihat langsung wujut anaknya. Sungguh dia seperti orang yang sedang jatuh cinta, jatuh cinta pada benih yang sudah tumbuh menjadi makhluk hidup di dalam perut wanita yang tidak pernah terpikirkan olehnya akan dia temui.
Bahkan matanya tidak teralihkan dari layar yang ada didepannya dan pendengarannya seolah di tulikan tidak mendengar penjelasan dokter, karena apa? karena pendengarannya hanya digunakan untuk mendengar denyut jantung calon bayinya.
Kebahagiaan membuncah tidak dapat lagi di sembunyikan lagi dari keduanya, tangus bahagia tidak dapat lagi di tahan yang tanoa sadar Ans memegang tangan Helena dan mengecupnya lembut. " Terimakasih sudah merawat dan mengijinkan anakku tetap hidup." ucap Ans dengan penuh ketulusan.
Helena hanya mengangguk mengiakan karena dia sangat bahagia ditambah lagi syok atas perlakuan Ans padanya yang sangat hangat itu.
" Baiklah, pemeriksaan sudah selesai dan kandungan ibu baik dan sehat hanya saja perlu nutrisi yang lengkap untuk mendukung pertumbuhannya, tidak boleh anda kelelahan dan saya akan resepkan vitamin untukmu." ucap Dokter panjang lebar.
" Jadi anak kami bail baik saja?" tanya Ans yang tanpa sadar jika perkataan itu membuat Helena merona sekaligus sedih, menoran karena Ans mengatakan kata anak kami dan sedih karena kenyataan kalau dia tidak akan bisa lama berada di sisi anaknya nanti.
" Iya tuan, istri anda baik baik saja." jawab Dokter yang membuat keduanya terbatuk menelan ludah sendiri mendengar perkatanaa Dokter."
" Kau tidak apa apa?" tanya Ans lembut yang mengusap lembut punggung Helena.
Senang? tentu Helena senang di perlakukan seperti itu, tapi seketika mukanya kembali murung saat mengingat semua itu hanya untuk anaknya.
" Aku tidak apa apa." jawab Helena datar.
" Baiklah ini resep vitaminnya silahkan di tebus di apotik ya." kata Dokter dengan senyum manisnya yang menganggap mereka adalah suami istri.
" Baiklah terimaksih " ucap Ans yang membantu Helena untuk berdiri bahkan berjalan pun di tuntun olehnya.
"Aku bisa jalan sendiri tuan." kata Helena yang ingin melepaskan dirinya
" Tidak!" tegas Ans " Mulai sekarang kau harus di bawah pengawasanku, maka dari itu kau harus dinggal dirumhku untuk kenyamanan anakku." jawab Ans memberi alasanya.
Heleba tersenyum sinis mendengar pernyataan Ans." apa yang bisa akau lakukan jika kau sudah berkata." jawab Helena pasrah.
" Oh iya aku tebus obat dulu." Ucap Ans setelah sampai di apotik rumah sakit.
Setelah beberapa menit Ans kembali dengan membawa plastik yang berisi obat dan vitamin Helena, tapi sebelum itu ia menghubungi Miko untuk membelikannya susu hamil dengan kemasan besar dan berkualitas dan setrlah selesai mereka melanjutkan langkah dab pergi meninggalkan ruamh sakit.
" Kau tidur disini untuk sementara.Nanti jika kita sudah menikah aku akan tidur disini juga agar aku bisa leluasan menjagamu." ucap Ans setelah mereka sampai di salah satu kamar yang sudah di bersihkan oleh asisten rumah tangga mereka sebelumnya.
Helena hanya diam tidak menjawab, dia sedang berusaha agar tidak terbawa perasaan oleh siap Ans." Terimakasih." jawab Helena dan langsung masuk dan menutup pintu kamar tanpa membiarkn Ans masuk.
Sedangkan Ans segera kembali kekamar untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Bersambung...