Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Suka Suak lagi


__ADS_3

Waktu terus berjalan, kedua pasangan yang sebentar lagi akan halal itu juga sibuk dengan urusan mereka masing masing, tapi setelah dua hari ini Nara tidak lawgi bekerja disekolah.


Gadis cantik itu mengambil cuti selama satu bulan mendatang dan itu semua tidaklah lepas dari campur tangan Rajesh yang sudah berbicara dengan Dilon kepalas sekolah agar memberikan Nara cuti menikah selama itu.


Walau berat sebenarnya bagi Dilon karena gadis yang menjadi calon istri dari pemilik sekolah tempat dirinya bekerja adalah gadis yang sangat disukainya selama empat tahun terakhir ini, tapi dirinya juga tidak mau kehilangan pekerjaan jika bertingkah dengan pemilik sekolah itu.


Tapi walau tidak mengajar, Nara masih melakukan pekerjaan dirumah untuk menghilangkan jenuhnya, membangun Naina sang ibu memasak, mengobrol dengan Martha kakak iparnya dan masih banyak lagi hal yang dilakukan didalam Mension untuk menciptakan kesibukan sendiri.


Tak terasa satu hari yang sangat dinantikan sebentar lagi akan, semua orang terutama anak manusia yang sebentar lagi akan menjadi pasangan itu tiba, keduanya merasakan gugup yang luar biasa. Maklum saja ini adalah momemt yang akan menjadi sejarah dalam hidup mereka sepanjang masa dimana keduanya akan mengucapkan janji suci yang akan mengikat dalam ikatan cinta dan rumah tangga yang diberkati Tuhan.


Baik Rajesh maupun Nara sangat gugup, semakin hari semakin terasa gugupnya dan berharap agar tidak ada masalah dalam pernikahan keduanya, sedangkan Rajesh sendiri walau sudah menyingkirkan masalah yang sebenarnya tapi tetap saja dia merasa khawatir dan takut jika tiba tiba bahaya itu datang.


Ya, Rajesh sudah berusaha menyingkirkan masalah, dan masalahnya adalah Reyhan sinpria yang sudah menjadi mantan kekasih calon istrinya dan dia sudah berusaha agar menjauhkan pria itu dari Nara sampai mereka benar benar sah dalam pernikahan.


Flashback...


"Leo....!"


"Ya Tuan Muda" jawab Leo tak kalah seriusnya saat melihat wajah serius tuannya dan dia beruntung jika ini tidak bisa dianggap permainan belaka.


"Kau tau bukan pernikahannku sebentar lagi dan sekarang hanya menunggu undangan saja" kata Rajesh yang langsung membuat Leo konek jika ini masalah yang kemungkinan akan terjadi dalam ruamh tangga mereka.


"Benar Tuan Muda, sekarang perintahakan apa yang bisa saya lakukan agar segera saya bereskan" kata Leo dengan penuh keyakinan.


"Kau pasti tau siapa yang menjadi ancaman dalam hubungan kami bukan?" tanya Rajesh lagi yang langsung di jawab anggukan lagi oleh Leo karena memang dia tau siapa yang menjadi ancaman saat ini dalam ruamh tangga mereka dan itu adalah Reyhan, ancaman dari pihak perempuan.


"Saya sangat tau Tuan, sekarang apa yang harus saya lakukan untuk menyingkirkannya?" tanya Leo tenang tapi penuh ketegasan disana.


"Tidak perlu menyingkirkannya, kau pasti cukup tau apa yang saat ini di perjuangkan ya dan itu semu untuk siapa?"


"Saya tau Tuan, apa Tuan ingin aku ambil andil dalam usahanya?" tanya Leo dengan senyum liciknya.


Rajesh ikut tersenyum licik, dia sudah sangat tau bagaimana cara kerja Leo terbukti dari saat ini asistennya itu sangat konek dengan apa yang diinginkannya.

__ADS_1


"Buat dia pergi jauh dan pastikan tidak akan ada yang berani memberitakan pernikahanku kepadanya bahkan burung atau angin sekalipun...!" tegas Rajesh.


"Tuan Muda akan mendapat kabar baik, hanya kabar baik yang akan anda dapatkan"


"Aku percaya padamu" kata Rajesh.


"Aku pergi Tuan Muda"


"Pergilah...!"


Flashback Off...


"Haii adik kecil..." sapa Lionel yang langsung menerobos masuk ke dalam kamar Nara tanpa permisi.


Nara mendengkus sebal mendapati kakaknya yang selalu seperti itu, memperlakukan dirinya layaknya anak kecil masih tapi walau seperti itu tetap saja Nara juga sangat menyukainya, "ishh kebiasaan Kakak seperti itu..bagaimana jika aku sedang tukar pakaian!" ketus Lionel.


"Ya... kakak tidak akan masuklah" kata Lionel enteng.


"Lah dari mana Kakak tau kalau aku tidak sedang tukar pakaian?" tanya Nara dengan polosnya.


"Kamu ini bagaimana sih, kalau sedang ganti pakaian pasti pintu ditutup, kan itu kebiasaan adik kecil Kakak ini" kata Lionel membuat Nara hanya menyengirkan giginya.


"Hehehe aku lupa kak" kata Nara.


"Iya karena pikiranmu saat ini sudah ingin menikah" goda Lionel


"Ckck kakak kenapa berkata seperti itu sih, menyebalkan!" ketus Nara menyembunyikan Rona wajahnya.


Lionel kembali terkekeh melihat adiknya yang malu, dlsebenarnya jauh dalam lubuk hatinya merasa sedih karena adiknya yang sudah dewasa sebentar lagi akan menikah yang artinya adik perempuannya akan pergi dari rumahnya dan mengikut suaminya kemana pun.


Walau lima tahun terakhir Nara memang sudah tidak di rmuah tapi mereka masih bebas bertemu dan komunikasi, Nara jika bosan pasti akan datang ke Mension atau keluarganya yang akan ke Apartement tapi kini tidak lagi karena semua akan ada batasnya dan lagi semua yang dilakukan Nara haruslah seijin suaminya, meski Lionel yakin jika calon adik iparnnya pasti menginjinkan tapi tetap saja rasanya sedikit berbeda, tapi terelpas dari semua itu hanya ada satu yang tidak akan pernah berubah dan itu adalah kasih sayang dan cinta mereka sebagai saudara dan keluarga.


Lionel merebahkan dirinya di kasur milik Nara dan tak lama Nara ikut menyusul merebahkan dirinya dtepat di sisi kiri Lionel, kebiasaan yang dulu sering mereka lakukan dan sepertinya sore ini keduanya akan mengulang masa itu.

__ADS_1


Tidak ada yang mengganggu bahkan Martha juga mengerti dan membiarkan saja suaminya menghabiskan waktu yang tersisa bersama adik iparnya itu, bagaimanapun Martha tau bagaimana perasaan suaminya saat ini.


"Tidak terasa ya, waktu cepat sekali berlalu" lirih Lionel.


"Hmmm Kakak benar, sangat cepat" jawab Nara membenarkan.


Lionel tertawa kecil, rasanya tidak rela waktu itu cepat berlalu hingga kenyataan bahwa mereka akan memiliki keluarga baru dan masing masing membuat mereka harus berpisah, padahal Lionel masih sangat ingat bagaimana masa kecil keduanya.


"Padahal kakak masih ingat bagaimana adik kakak kalau nagambek dan menangis" kata Lionel.


"Iya dan aku juga ingat bagaimana Kakak khawatir jika aku mendiamkanmu" timpal Nara dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Iya, dan kakak akan selalu mencari cara agar kamu tidak marah lagi, Kakak akan menjadi temeng keamananmu jika ada anak lagi lagi mengganggumu" kata Lionel membuat Nara terisak kecil.


Ya, dia sangat ingat akan hal itu, ingat masa masa kecil mereka dulu, bagaimana kakaknya selalu berusaha melindunginya, memenuhi semua keinginannya bahkan Lionel harus membuang egohnya sebagai seorang lelaki dan menemani Nara kecil bermain boneka Barbie.


"Jangan menangis, kakak datang hanya ingin mengenang bukan membuatmu menangis" kata Lionel dan kini sudah merubah posisi tidurnya menjadi miring agar bisa menghadap adiknya, tangannya terangkat mengusap pipi Nara dengan lembut guna menghilangkan jejak air mata dipipi Nara.


"Aku pasti akan merindukan kalian bahkan sekarang pun aku merindukan masa masa kecil kita" kata Nara.


"Kalau rindu maka datang saja, dan satu lagi walau kamu sudah memiliki suami tapi cinta dan sayang kakak, Ibu dan Ayah tidak akan pernah berubah" kata Lionel membuat Nara menangis haru.


Memang benar selama ini cinta yang diberikan keluarganya sangat luar biasa, tidak pernah sedikitpun mengecewakan hati gadis cantik itu tapi sebaliknya malah Nara yang sudah menoreh kecewa pada keluarganya dan kejadiannya adalah karena mempertahankan pria yang rupanya penghianat.


"Maafkan aku kak... maafkan adikmu jika pernah menoreh kecewa dalam hatimu" kata Nara.


"Tidak... kamu tidak pernah mengecewakan Kakak ataupun Ayah dan Ibu" kata Lionel bertujuan untuk menghapus rasa sesal dalam diri adiknya, karena Lionel jelas tau kekecewaan karena apa yang dimaksud adiknya.


"Terimakasih kak, terimakasih..." kata Nara dan memeluk kakaknya masih dalam kondisi berbaring.


"Bagaimana jika kita bermain boneka lagi? kau bilang jika rindu bukan?" usul Lionel.


Nara sedikit tahu mendengar perkataan kakakny, apa mungkin pria tampan itu mau melakukan hal itu lagi sedangkan kini keadaan sudah berubah dan mereka bukan lagi anak kecil ditambah kini kakaknya sudah memiliki istri.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2