
Ruben menatap Ans yang masih saja terdiam di samping Ruben dan hal itu sontak saja membuat Ruben berdecak kesal.
" hei..! kenapa kau diam saja ha.! apa kau mau kita disini saja.!" teriak Ruben yang membuat Ans berjingkrak kaget.
" Ma..Maaf tuan. Ayo kita pergi." ucap Ans dengan mengambil langkah seribu berlalu pergi dari hadapan Ruben.
Melihat itu Ruben hanya menggelleng kesal.
" Dasar asisten tidak ada akhlak." umpatnya pelan dan berjalan menyusul Ans.
" Tuan apa kita langsung menuju rumah nona atau kita istraht dulu di hotel.?" tanya Ans saat mobil yang menjemput mereka sudah berjalan.
" kita langsung kerumah istriku saja." jawab Ruben yang sudah tidak sabar untuk menemui istrinya.
" Apa tuan tidak merasa lelah.? tanya Ans.
" Hei.! kenapa kau bertanya seperti itu.! apa kau lelah.? kalau kau lelah maka kau turun saja dan cari hotel untuk kau istrahat tapi jangan halangi aku.!" bentak Ruben.
" Maaf tuan, saya hanya mengkhawatirkan keadaan anda." jawab Ans menunduk
" aku baik baik saja. Dan akan lebih baik kalau kau diam dan kita kerumah istriku." tegas Ruben.
Hening....
Tidak ada lagi pembicaraan setelah Ruben berkata demikian, Baik Ruben dan Ans serta supir yang mengantar mereka larut dalam pikiran masing masing.
__ADS_1
Ruben sibuk memikirkan apa yang aka disampaikan pada Santi dan orang tuanya sedangkan Ans sibuk memandangi diluar jalanan.
" Ans apa menurutmu Santi mau memafkanku.?" tanya Ruben setelah lama keheningan mengisi mobil itu.
" Saya yakin kalau nona pasti akan memaafkan anda tuan." jawab Ans
" Kenapa kamu berkata begitu.?" tanya Ruben yang ingin tau alasan dari jawaban Ans.
" Karna saya melihat ada cinta dimata nona untuk anda tuan." tutur Ans.
" Apa terlihat sekali cinta itu Ans.? Ruben bertanya dengan sedikit mendelik seolah ia sedang menanti jawaban atas kenapa Ans berkata begitu. Apakah selama ini Asistennya itu memperhatikan istrinya.
" Karna memang itu lah yang saya lihat jika memperhatikan nona." jawab As yang tanpa sadar sudah memancing Ruben meradang.
" hei..! jadi kau selalu memperhatikan istriku selama ini ha.! teriak Ruben pada Ans karna tidak terima jika selama ini istrinya di perhatikan oleh pria lain.
" Tidak. bukan seperti itu tuan. Maksud saya itu em.. Kalau saya melihat perhatian nona itu jelas ada cinta Tuan. Bukan karna saya sering memperhatikan nona." jawab Ans memjelaskan maksudnya agar emosi tuannya itu mereda.
" Awas saja kalau kau berani memprhatikan istriku. peringat Ruben.
" Tidak tuan. Saya tidak akan berani." jawab As cepat.
Setelah itu tidak ada lagi percakapan antara mereka, suasana kembali hening dan mereka kembali pada pikiran masing masing.
Tak lama setelah itu, mobil yang mereka naiki sampai di halaman rumah yang sederhana tapi terlihat asri dan nyaman.
__ADS_1
" Rumah yang sederhana tapi terasa nyama, bahkan hanya memandangnya saja sudah terasa kenyamannanya.
Ruben teeus melangkah menuju rumah tempat istrinya di besarkan. Sebenarnya ada rasa ragu yang menghinggapi hatinya saat ini. Ia takut jika kedatangannya tidak diterima baik oleh mertuanya karna sudah menyakiti putri mereka,
Tok...Tok...
Ruben mengetuk pintu rumah mertunya saat kakinya sudah sampai di depan pintu itu. Walau hatinya was was tapi dia tidak boleh menyerah untuk bertemu dengan istrinya. Itulah pkiran dan tekat Ruben saat ini.
Tok..Tok...
Kembali Ruben mengetuk pintu itu, karna masih belum ada tanda tanda pintu itu terbuka hingga ketukan yang kesekian kalinya barulah terdengar sahutan dari dalam.
" Sebentar." saut dari dalam dan tak lama kemudian
ceklek....
Bersambung.....
hei..hei...hei..๐๐
sahabat readers๐
author mau minta dong.
bantu author ya untuk like, rate, vote, dan komen agar author bisa lebih semangat lagi dalam menamatkan cerita ini.๐๐
__ADS_1
dan follow author ya, karna saat ini author butuh banyak followers๐๐