Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Berubah


__ADS_3

Pagi-pagi di kediaman Riko kehebohan sudah terjadi akibat ulah Riko yang berubah menjadi sangat manja kepada lili dan penciuman yang menjadi sangat sensitif, bahkan mual muntah tanpa sebab.


Hoek hoek hoek....


Riko memuntahkan isi perutanya yang bergejolak, padahal baru saja dia terbangun tapi mual muntah sudah menybut harinya.


" Sayang kamy kenapa?" tanya Lili yang langsumg masuk ke dalam kamar mandi dan membantu Riko yang sedang menunduk ke westafel dan memuntahakn isi perutnya yang hanya cairan bening.


Hoek hoek hoek


Lagi lagi Riko semakin mengeluarkan semhanya, tidak memiliki kesempatan untik menjawab pertanyaan istrinya dan Lili hanya diam tidak lagi bertanya tapi tangannya memijit tengkik Riko.


" Huuuuhuhhh." Riko menarik dan membuang nafasnya dengan berat, merasakan lemas seluruh tubuhnya seolah tidak memiliki tenanga untukenyanggah tubuhnya sendiri sehingga memilih untuk menyandarkan tubuhnya ke dinding.


" Sayang kamu kenapa?" tanya Lili saat Riko memeluk tubuhnya dan bersandar manja padanya.


" Tidak tau, tapi rasanya aku pusing dan mual." jawab Riko


" Ayo aku bantu berjalan, kamu istrahat saja dulu. Ini baru pukul enam, masih ada satu jam lagi untuk bisa istrahat." ajak Lili


Riko menuruti perkataan istrinya dan mengikuti langkah Lili dengan di bantu papah oleh Lili. Dengan sabarnya Lili membaringkan tubuh Rko yang lemas dan kembali menyelimuti tubuh suaminya lalu hendak pergi untuk menyiapkan sarapan mereka.


" Jangan pergi sayang." rengek Riko menarik pergelangan tangan Lili.


" Tapi aku mau membuatkan sarapan untuk kita Riko, kamu kan sebentar lagi berangkat ke kantor tidak memungkinkan jika tidak sarapan. Atau kamu tidak mau ngantor hari ini."


" Tidak mauuu..Aku mau kamu temani aku disini." rengek Riko yang kini sudah memeluk pinggang Lili.


Tidak bisa berbuat apa apa, akhirnya Lili memilih mengalah dan kemudian naik ke atas ranjang dan ikut berbaring setelah Riko bergeser memberi ruang untuknya.


" Kan ini lebih enak sayang." gumam Rilo sambil memeluk tubuh Lili dengan wrat seolah merasa itu adalah tempat dan posisi ternyaman yang pernah ada


Lili hanya tersenyum mendapati sikap Riko yang sangat manja padanya sungguh tidak pernah terpikir olehnya kalau pada akhirnya dia akan menaruh hati pada lelakki yang ada di sampingnya ini, dulu dia berpukir perasaanya terhadap Ans akan sama seperti perasaannya pada Rio, tapi ternyata salah.


Lili yang melihat Riko terlelap juga memilih ikut terlelap dan tanganya memluk tubuh Riko dan mereka berdua tidur tanpa memimirkan lagi waktu yang semakin berjalan dan sarapan yang harus di buatkan Lili untuk mereka.


Sementara di kediaman Ans, pagi-pagi sekali pria sudah bergelut di dapur miliknya memasakkan makanan sehat yang bisa dikonsumsi oleh Helena.

__ADS_1


Ia melakukan semua itu karena ingin memberikan yang terbaik untuk kandungan Helena, mencukupi seluruh nutrisi yang selama lima bulan ini tidak diperoleh anaknya.


selesai dengan semua itu giliran Ans sekarang untuk membuatkan segelas susu hamil untuk Helena.


Ya, dia ingin melakukan semuanya dengan tangannya sendiri melakukan yang terbaik dan melayani Helena semata-mata untuk kebaikan dan perkembangan calon bayinya.


Selesai membuat susu Ans berjalan memasuki kamar yang baru saja menjadi milik mereka semalam dengan membawa nampan berisi segelas susu untuk istrinya.


Sedangkan Helena masih asik dengan dunia mimpinya ,terlalu nyaman untuk merubah posisinya dari sana apalagi jika sampai ia terbangun.


" Cantik."


Satu kata yang lolos dari bibir Ans saat dia memandang wajah Teduh dan tenang Helena yang sedang terlelap, seolah ada sesuatu yang menggelitik di dalam hatinya.


Seolah ada ketertarikan bagi diri Ans sehingga ia berjalan mendekat dan semakin mendekat ke arah Helena, menaruh nampan di atas nakas kemudian duduk tepat disamping Helena.


Tangannya bergerak merapikan uraian rambut Helena yang berantakan menutupi wajahnya, perlahan jemari itu berpindah mengelus lembut mulai dari alis turun ke mata pipi dan berakhir dia bibi sexy milik Helena.


Merasakan seperti ada dorongan kuat di dalam dirinya sehingga tidak sadar ia mendekatkan wajahnya dan menunjuk mencium bibir Helena.


Hanya sebuah kecupan, tidak ada pergerakan disana tetapi berlangsung sedikit lama, kemudian menjatuhkan kembali kepalanya terjemahannya kembali mengelus bibir itu.


" Helen...Bangunlah, ini sudah pagi. Minum susmu dulu."


Ans akhrinya membangunkan Helena setelah sekian lama mengelus dan mengagumi cipataan Tuhan yang sudah menjadi istrinya ini, tanpa tau jika ternyata Helena sudah lebih dulu terbangun dan bahkan dia tau semua yang dilakukan Ans padanya.


" Astaga apa yang di lakukannya." batin Helena yang masih memejamkan matanya.


" Helena.. Hei ayo bangunlah minum susumu dulu sebelum dingin. "ulangan Ans menepuk pelan pipi Helena.


Helena pera pmenggeliat merasa terganggu dengan perbuatan Ans, Ia melakukan itu semata-mata agar Ans tidak mengetahui jika dia sudah terbangun sejak tadi karena sesungguhnya sekarang ini jantungnya yang berdegup kencang bahkan mungkin wajahnya saat ini sedang merah tapi mengingat Ans tidak mengatakan apa pun jadi dia pun diam.


Mengerjapkan matanya beberapa kali dan kemudian menguceknya dengan kedua jari telunjuk nya "ada apa?" Helena bertanya setelah bangun dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, memandang ke arah Ans juga sedang memandang wajahnya.


" Minum susumu dan kemudian bersihkan tubuhmu." kata Ans seraya menyodorkan gelas yang berisi susu itu.


" Apa bunda dan Ayah sudah bangu?" tanya Helena sambil meraih gelas yang di sodorkan Ans padanya.

__ADS_1


" Sepertinya belum karena sejak aku masak sampai selesai, aku belum melihat mereka." jawab Ans yang menatap Helena yang sedang meneguk susunya.


" Kenapa memandangku seperti itu?" tanya Helena.


" Tidak. Cepat bersihkan dirimu dan kita sarapa, mungkin Bunda dan Ayah sudah di meja makan." ucap Ans yang langsung pergi meninggalkan Helana.


Helena bergrak turun dan berjalan menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya san setelah itu kembali lagi keluar mengganti pakaiannya, lalu berjalan keluar menuju meja makan.


Disana sudah ada Ayah Bunda dan juga As yang masih menuggunya ternyata. " Selamat pagi semua. Maaf membuat kalian menunggu." ucap Helena.


" Selamat pagi sayang, tidak masalah ayo duduk dan sarapan." ucap Bunda.


" Pagi." jawab Ayah


Helena duduk di kursi kosong yang berada tepat di samping Ans, dan memulai menyendokan nasi kedalam piring Ans leboh dulu.


Ya, dia melayani Ans lebih dulu karena bagaimana pun dia sudah menjadi Istri Ans dan kewajibannya adalah melayani Ans.


" Terimakasih." ucap Ans yang sedikit kaget karena tindakan Helena, dia tidak menyangka Helena akan melakukan itu.


Padahal bukan itu niatnya membiarka piringnya kosong. Tapi karena sudab terlanjur, yasudah tidak masalah dan itu akan di terima baik olenya.


Sedangkan kedua orang tua yang sudab lanjut usia itu hanya tersenyu membandang pesangan yang baru menikah itu, kebahagiaan jelas terpancar di wajah mereka.


" Kau tidak akan bekerja Ans.?" tanya Ayah di tengah kegiatan mereka.


" Tidan ayah, aku sudah bil cuti." jawab Ans.


" Oh, berarti Ayah dan Bunda harus kembali ke rumah dan kau jangan istrimu baik baik."


" Loh kok cepat sekali Yah?" tanya Helena.


" Iya biar kalian ada waktu berdua." jawab Bunda.


Helena diam menunduk malu mendengarkan perkataan ibu mertuanya, dia bukan anak labil yang tidak tau arti dari perkataan itu, sementara Ans hanya diam dan memilih menikmati makanannya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2