
Helena terkejut mendengar Pengakuan dari wanita yang ada di hadapannya ini, seketika rasa sakit menghimpit perasaannya mengetahui kenyataan Jika ternyata ada wanita lain yang menjadi bagian dari kehidupan Ans.
Tetapi sebisa mungkin Helena menguasai perasaannya agar terlihat Tegar di hadapan wanita yang tidak di kenalinya ini.
"Jadi anda kekasihny?" tanya Helena lirih.
" Ya, saya kekasihnya." jawab Via dengan percaya diri.
Helena kembali terdiam, meski sudah tahu kenyataan tetapi perkataan via yang mengulang jika dia adalah kekasih Ans kembali lagi menghantam perasaannya, tidak tahu kenapa bisa Helena merasakan ini tetapi Jujur saja sebagian hati kecilnya ingin menangis.
" Baikalh nona Via, tapi Ans tidak ada disini" jawab Helena berusaha tenang walau matanya kini sudah mengembun.
" Kau siapa? kenapa berada dirumah kekasihku.
Via bertanya seolah tidak mengetahui siapa Helena, padahal sebenarnya dia sudah tahu tetapi bertingkah seolah tidak tahu agar terkesan bahwa dia dia ya nanti oleh Ans jika nanti Helan mengaku sebagai istri dari pria yang dia cintai.
" Saya istrinya" jawab Helena jujur.
" Apa! kau istrinya? bagaimana mungkin!" Via beraksi seolah sangat terkejut karena berencana ingin memojokan Helena.
" Tentu saja mungkin, apa kau tidak melihat aku yang bunting ini" jawab Helena ketus.
" Ck, aku yakin kau istri yang tidak di inginkan." sindir Via.
Helena terdiam mendengar sindiran dari karena memang benar adanya dia istri yang tidak diinginkan, istri yang hanya bertahan sampai anaknya lahir ke duania.
" Kenapa kau diam? apa benar yang aku katakan, jika kau hanya istri yang tidak di inginkan oleh Ans, dan aku yakin jika kau adalah waniya yang di jodohkan oleh ibunya" lanjut Via yang tidak mendapat jawaban dari Helena.
Helena tetap diam, memikirkan dirinya yang hanya menjadi istri sementara saja, terlintas di benaknya kesepakatan antara dirinya dan Ans waktu itu dan kini dia berasumsi bahwa Via adalah wanita yabg sudah di siapkan Ans unuk anaknya kelak.
Melihat kebungkaman Helena, Via tertawa puas dan ia semakin yakin akan informasi yang ia dapatkan bahwa As terpaksa menikahi Helena karena sebuah tanggung jawab terhadap anak di dalam kandungannya.
"Ck, dasar wanita tidak tau diri merebut kekasib orang, apa kau takut tidak laku sehingga merebut kekasihku"
Via semakin gencar menyudutkan Helena, karena dia berpikir jika Helena tidak akan membalas perkataanya, tapi ternyata semua di luar ekspetasinya.
__ADS_1
"Aku wanita tidak tau diri! he apa kau tidak sadar jika kaulah wanita yang tidak tau diri, mengejar pria yang sudah bersuami" balas Helena yang mulai marah dengan perkataan Via.
" Hei jaga mulutmu!" bentak Via.
"Jangan membentak tuan rumah nona, jika kau tidak mau beemasalah" peringat Helena dengan tegas.
Via semakin geram dengan perkataan Helena yang mengatakan dirinya tuan rumah, dan aagi ancaman Helena pada dirinya.
"Kau sudah berani padaku kekasih Ans, aku akan mengadukanmu pada Ans!" ancam Via
Helena tertawa mendengar perkataan Via, dia menertawakan perkataan via karena sebenarnya untuk menghilangkan rasa gugup dan takutnya.
Helena takut jika benar via mengadukannya pada Ans, dan takut jika Ans sampai marah besar padanya nanti.
"Adukan jika anda mau nona, saya tidak takut karena apa? karena saya istrinya" kata Helena dengan percaya dirinya.
"Kau hanya istrinya sedangkan aku kekasihnya!" bentak Via.
" Hahahaha" lagi lagi Helena tertawa, dan kali ino tawanya adalah tawa lucu karena mendengar perkataan Via.
" Kenapa kau tertawa! kau menertawakanku!" sentak Via tidak suka.
" Kau tau? perkataanmu sungguh menggelitikku nona"
" Dimananya yang lucu wanita sia**n!" sentak Via.
"Kau mengatakan aku hanya istrinya? dan kau dengan bangga mengatakan kau adalah kekasihnya! apa kau aku adalah wanita yang sah di mata hukum dan agama sebagi istrinya yang punya hak terhadap dia, dan kau? kau kekasihnya" apa kau tau? kau sama saja dengan simpanan suamiku dan simpanan sama dengan jal**g!" ucap Helena dengan tegas.
" Kau! jaga mulutmu sia**n!" bentak Via yang hendak menampar Helena tapu tanganya di cekal oleh Seseorang.
"Jangan berani menyentuh menantuku!" ucap Ayah tegas dengan tanganya mencekal tangan Via hingga wanita itu memekik kesakitan.
Via memekik bercampur kaget melihat kedua orang tua Ans berada disana, dan lebih lagi mereka datang disaat yang tidak menguntungkan bagi Via.
" O om tante" sapa Via kaku.
__ADS_1
" Via!" kejut bunda.
Bunda terkejut melihat siapa tamu manantunya yang sudah lancang mengangkat tanganya, tapi seketika wajahnya berubah masam menahan amarah dan nafasnya mulai naik turun tak beraturan.
Via yang melihat perubahan sikap dan ekpresi Mama Ans menajdi sangat takut, sudah jelas dia tau kenapa orang tua Ans bersikap seperti itu.
"Kenapa kau ada disini Via!" Bunda bertanya dengan sangat dingin, tidak terkecuali Ayah yang sudah mengepalkan ke dua jarinya membentuk kepalan.
" Tante" ucap Via yang ingin mencium punggung tangan Bunda tapi segera ditepis oleh bunda.
Via mengumpat marah dalan hatinya melihat mama Ans yang tidak merespon niat baiknya, jika saja bukan kerena ingin merebut Ans kembali maka dia tidak akan mau merendahkan dirinya di hadapan para orang tua ini.
" Katakan apa yang kau lakan di sini!" bentak Ayah yang membuat Helena dan Via terjolak kaget.
" Maaf om tante, saya ke sini ingin bertemu dengan kekasihku Ans" jawab Via memberanikan diri, karena tidak mau ketahuan oleh Helena kalau dia hanya berbohong tadi.
"Kekasih? siapa yang kau sebut kekasih? Ans putra ku itu! jangan bermimpi kamu Via, kau bukan kekasib Ans." bantah Bunda.
"Aku masih kekasihnya tante dan tidak akan ada yang merubah hal itu, termasuk kalian!" tegas Via dan pergi dari sana.
"Jangna pernah bermimpi terlalu tinggi nak, jika kau tidak mau sakit saat terjatuh nanti." ucap Bunda yang sukses membuat Via menggeram marah.
Via pergi meninggalkan kediaman Ans dengan membawa amarah dihatinya, niat hati ingin memberi pelajaran dan pukulan mental pada istrinya Ans tapi malah dia yang sudutkan oleh perkataan Helena di tambah lagi kedua orang tua Ans yang terang terangan menyatakan ketidak sukaan mereka.
Setelah kepergian Via, bunda menghampiri Helena dan menggandenya masuk ke dalam rumah di ikuti ayah dari belakang.
"Jangan pernah masukin ke hati ucapan wanita itu ya sayang" ucap Bunda setelah mereka duduk di ruang keluarga.
Helena memandang wajah kedua mertuanya bergantian kemudian mengangguk sebagai jawaban dari perkataan mertuanya.
"Iya bunda, aku tidak akan kemakan dengan bualannya." jawab Helena dengan senyum tulusnya.
Sementara di dalam mobil, Helena marah dan berteriak tidak jelas melampiaskan semua kekesalanya pada keluarga Ans dengan memukul mukul setir kemudinya.
" Sia**n..! kalian sudah menghinaku! awasa saha aku akan membuat kalian melihat Ans kembali padaku terutama untuk kau Helena.!"
__ADS_1
"Hallo cari tau ke luar kota mana orang yang kau selidiki kemarin pergi!" titah Via dan langsung memutus panggilannya.
"Aku pasti akan mendapatkanmu Ans" gumam Via dengan senyum liciknya.