
" Kenapa anda selalu membuat saya memilih tuan? jika anda tidak mau menikahi saya maka jangan kau nikahi. Lagi pula saya tidak menuntut pertanggung jawaban anda."
Helena sangat kesal karena lagi lagi Ans mengancam dan melibatkan keluarganya.
" Ya. Kau tidak menuntut tanggung jawabku tapi anakku, anakku yang membutuhkan tanggung jawabku terhadapnya."
" Tuan tidak perku hawatir akan hal itu, aku akan memberi pengertiab terhadap anakku nanti." kata Helena tetap ngotot menolak usulan Ans.
" Kenapa kau ngotot sekali menolak pernikahan yang aku usulkan? apa kau kecewa karena hanya akan menikah sebentar denganku. Karena kau tidak akan leluasan menikmati uangku." Kata Ans dengan nada sinisnya
"Betul tuan saya sangat kecewa. Tapi taukah anda apa yang membuat saya kecewa.?" tanya Helena mencoba menahan amarahnya.
" Apa?" tanya Ans yang tau apa yang membuat Helena kecewa sehingga menolaknya.
" Pertama aku kecewa kenapa ayah dari anakku adalah pria yang tidak punya hati dan arogan, dan yang kedua aku kecewa karena aku harus berpisah pada anakku setelah aku melahirakannya karena ayahnya yang tidak berpesaan."
Helena dengan penuh ketegasan seolah mengatakan bahwa dia menolak dan menentang keputusan dari Ans dan juga perkataan yang menyindir bahwa Ans bukan prumia yang baik untuknya dan menjadi ayah pun tidak pantas bagi anakknya.
" Kau.!" bentak Ans yang tidak terima dengan perkataan Helena. " Jang membuat saya marah Helena, karena saya bisa membuat kamu kehilangan anakmu untuk selamanya."
" Apa maksudmu.?" tanya Helena yang merasa hawatir dengan perkataan Ans.
" Kau pasti tau apa maksudku,dengan uang aku bisa membuat kamu pergi utuk selamanya dari anakku setelah kau melahirkan dia."
" Jangan pernah lakukan itu padaku Tuan, karena aku tidak akan pernah memafkanmu."
" Aku tidak peduli.! maka jika kau tidak mau berpisah dengannya maka ikuti saja apa yang aku katakan."
" Bukankah sama saja yang tidak akan bertemu dengannya nanti setelah dia lahir.?" lirih Hlena dengan mata yang suda berkaca kaca.
Helena sakit jika memikirkan kelak akan berpisah dari anaknya setelah dia melahirkannya karena bagaimana pun dia sudah sangat menyayangi bahkan tidak sabar menanti kelahiran anakknya, meski dulu pernah terlintas di pikirannya untuk melakukan aborsi tapi ternyata seiring berjalannya waktu dia sudah jantuh cinta. Jatuh cinta dengan buah hatinya hasil dari kesalahan yang mereka lakukan.
Ans yang melihat Helana muram dan lagi air mata yang sudah menganak sungai, membuat Ans bisa melihat jika Helena sangat menyayangi kandungannya hingga tela membersakan dan merawat kandungannya selama lima bulan ini, meski banyak kekurangan asupan bagi bayinya.
" Kau tidak akan berpisah darinya," Kata Ans yang berhasil mengembalikan keceriaan di wajah Helena. " Tapi bukan berarti kita tidak akan bercerai. kita akan tetap bercerai setelah dia lahir."
" Lalu." sahut Helena yang menanti kelanjutan dari perkataan Ans.
__ADS_1
" Kau bisa menjadi pengasuhnya di rumahku." jawabnya singkat.
" Tapi bagaimana jika dia menanyakan soal ibunya?" tanya Helena yang ingin mendengar semuanya agar dia bisa tenang dan memutuskan apa yang harus dilakukan.
" Kau tenang saja perihl ibunya, butuh waktu yang lama bagi dia untuk menanyakan siaoa ibunya, dan sebelum dia menanyakan itu mungkin saja aku sudah mendapatkan ibu untuknya."
Ans menjawab pertanyaan Helan dengan tidak berperasaan, menyingkirkan ibu kandung dan mencari orang lain untuk menjadi ibu dari ananknya. Bukan kah ini keterlaluan? tapi apa yang bisa di lakulan jika tidak ada cinta di antara mereka dan semua itu dilakukan hanya untuk buah dari hasil kesalahan mereka.
" Baiklah, tapi aku harap kau bisa mencari ibu yang baik untuknya dan yang bisa menyayanginya dengan tulus."
" Kau tidak perlu hawatir karena aku tidak akan membiarkan anakku tersakiti oleh siapa pun."
" Baiklah." jawab Helena pada akhirnya yang memilik pasrah akan keadaan, tidak masalah baginya yang penting dia masih bisa mengasuh anaknya kelak.
" Persiapkan dirimu, sebentar lagi kita akan ke ruangan Obgyn untuk USG melihat perkembangan anakku yang tidak kau urus."
" Apa mksudmu aku tidak mengurus anakku." Tanya Helena yang tidak senang dengan perkataan Ans.
" Nutrisi untuk anakku sangat berkurang kau berikan, apa itu di katakan kau merawatnya dengan baik." kata Ans dingin.
" Maaf. Maafkan aku." lirih Helen.
" Aku tidak butuh maaf. Yang aku mau kau memperbaiki semuanya dan memberibyang terbaik untuk anakku." Ucapnya dengan mendorong kursi roda ke arah Helena dan kemudian membantunya untuk duduk lalu mendorongnya keluar menuju ruangan obgyn.
Disebrang kota di ibu kota, kediaman Riko dan Lili sedang heboh karena kedatangan Kedua orang tua mereka, saling berpelukan, saling bertukar kabar mereka masing masing.
"Bagaimana kabarmu sayang?" mama Riko setelah selesai berpelukan dengan Lili.
" Puji Tuhan aku sehat mah dan aku baik-baik saja. "Jawab Lili dengan senyum merekah di bibirnya senyum kebahagiaan yang sebenarnya bukan yang dibuat-buat.
Bagusla kalau seperti itu Mama senang mendengar kabar kalian baik-baik saja. "Jawab Mama Riko dengan senyum tulusnya.
"Ini semua karena kalian jarang main kerumah udah gitu jarang telepon lagi ngasih kabar sama kami." celutuk bunda Lili yang menyindir tapi masih dengan membawa canda.
" Maklum dong jeng, kan lagi usaha buatin kita cucu." jawab Mama Riko membela putra dan menantunya.
" Jadi bagaimana hasilnya, apa ada kabar baik?" tanya bunda heboh.
__ADS_1
" Sabar jeng, kita tunggu saja hasilnya pasti tidak akan lama lagi." jawab Mama yang tak kalah hebohnya.
" Makanya yang rajin buat cucunya." timpal papa yang di sambut gelak tawa dari mereka semua.
Sementara Riko dan Lili hanya tersenyum kaku sekaligus malu mendendengar pembicaraan orang tua merek. "Bagaimana mau ada hasil? buatnya aja baru tiga kali." batin Riko dalam hati.
" Astaga mereka ini bikin malu saja sih. tapi untungnya mereka tidak tanya kenapa belum jadi sampai sekarang, Coba kalau mereka tanya seperti itu? entah apa yang akan kami jawab. Kan tidak mungkin kami katakan kalau buatnya baru tiga kali selama lima bulan ini." rutuk Lili dalam hati.
Saling membatin dalam hati masing-masing, tanpa berniat menjawab setiap udah godaan dari orang tua mereka, tetapi wajah mereka yang merona malu benar-benar tidak dapat disembunyikan oleh mereka dan hal itu semakin membuat kedua pasangan orang tua itu semakin gencar menggoda anak menantu mereka.
" Udah dong pah mah, jangan menggoda kami terus." Riko pura pura merajuk pada kedua pasangan tua itu, karena sudah tidak tau bagaimana menanggapi lagi tingkah mereka, dan lagi dia kasihan pada Lili yang hanya menunduk terus sedari tadi karena merasa malu.
" Yasudah ayo kita masuk dan istrahat saja." ajak papa.
" Iya ayo kita istrahat." jawab Ayah yang di angguki mereka semua.
" Kalian istrah dulu semua, nanti kalau sudah waktunya makan malam, aku panggilkan. Kalian pasti lelah karena perjalanan jauh." tutur Lili lembut yang di angguki mereka dan berjalan menuju kamar yang sudah di sediakan oleh Lili.
Setelah itu kedua pasangan itu pun masuk ke dalam kamar sendiri untuk istrahat sebentar.
" Sayang...." panggil Riko dengan manjanya saat mereka sudah sampai di kamar.
Sejujurnya Lili selalu merasa berbunga bunga jika Riko memanggil manja dirinya, apalagi jika Riko memberikan perhatian dan perlakuan manis padanya, dia merasa semakin hari semakin hanyut akan sikap Riko, seperti sekarang ini Riko lagi lagi memeluk tubuhnya dari belakang dan sesekali mencium pipi dan bahu Lili.
" Sayang terimaksih." ucap Riko setelah dia memutar tubuh Lili menghadap dirinya.
" Untuk?" tanya Lili meengerutkan keningnya.
" Terimaksih karena sudah menerimaku , menerima lelaki yang banyak kekurangan ini, lelaki yang mungkin bukan dambaanmu hatimu, tapi aku akan berusahan menjadi seperti yang kamu mau. Oleh karena itu, katakan apa yang tidak kamu sukai dariku maka aku merubahnya menjadi yang kamu mau agar kamu tetap berada disisiku, dan aku bisa ada dan masuk sempurna di dalam sini." ucap Riko penuh ketulusan yang terpancar dari sorot matanya yang di iringan telapak tangannya di taruhkan si dada Lili.
Lili terenyuh mendengar perkataan Riko yang bergitu menyentuh hatinya, lelaki itu bersedia untuk merubah dirinya hanya untuk Lili, hanya untuk Lili bisa ada di sisinya selamanya. Sungguh Lili merasa sangat di cintai dan memang baru kali ini dia seperti ini oleh lelaki meski sebelumnya ada Ans, tapi tidak ada kesempatan bagi mereka untuk menunjukan cinta karena penghalang perjodohan.
" Kamu sungguh mencintaiku?" tanya Lili.
" Ya. Aku sangat sangat mencintaimu Lili, dan aku mohon tetap bersamaku walau kau belum membalas rasaku tapi aku akan menunggun sampai kamu mau mencintaiku." jawab Riko kemudian mencium lembut punggung tangab Lili yang sudah menangis haru.
" Terima kasih sudah mencintaiku Riko dan aku juga mencintaimu.."
__ADS_1
Bersambung....