Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Masih Dimabuk Cinta


__ADS_3

Di dalam kamar Santi masih bertelpon ria dengan sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Lili si cewek bar bar menurut Riko.


" Jadi beneran Li, kamu sama kak Riko itu dijodohin.? tanya Santi yang masih sangat penarasan.


.


" ya ampun...! gak nyangka loh ternyata wanita yang dimaksud kak Riko itu kamu loh" jawab Santi.


...


" Tapi yaudah sih ya, mau ajalah kamu. lagian kaka Riko itu baik kok." jelas Santi


" Dicoba saja dulu." bujuk Santi lagi.


..


" Yaudah deh. Oh ya nanti kita sambung lagi ya. Mas Ruben udah balik kekamar lagi. Bye..!" putus Santi.


" Mas." lirih Santo saat Ruben memeluk pingganya dan bibir Ruben memgecup tengkuk santi yang terlihat itu.


" Kenapa hem." tanya Ruben yang masih astuik dengak kegiatannya.


" geli mas." kata Santi.


" Tapjas suka kok." jawab Ruben santai.


" itu sih maunya mas, bukan aku." jawab santi memukul pelan lengan Ruben.


" ah,,bilang saja kamu juga mau kan mas begini.?" goda Ruben dengan senyum genitnya.


" ih mas ini. Udah ah, aku mau madak dulu." ucap Santi.


" Ada bi Asih yang masak." jawab Ruben.


" Tapi aku mau masak untuk suami aku mas."


" emang apa bedanya.? tanya Ruben menyerngit.


" Mas lupa kalau selama ini aku yang masak dan mas lahap makan masakan aku." tanya Santi.


" Mas ingat kok. Tapi mas mau kamu temani disini." rengek Ruben.


" Tapi aku mau masak untuk suami aku mas." keukeh Santi.


Menghela napasnya pelan. Ruben tau kalau santi akan tetap pada kemauannya, itu terbukti selamaa enam bulan pernikahan tal sekalipun Bi Asih masak lagi, semua Istrinya yang melakukan dan tak bisa di elakan lagi kalau masakan istrinya memang membuat dia ketagihan dan lahap.


" Baiklah, tapi cium dulu." ucap Ruben memajukan bibirnya.


Cup...


Santi memberi kecupan singkat tapi manis menurut ruben, setelah itu cepat bergegas keluar meninggalkan ruben yang masih ingin bermanja.


Sedangkan Ruben hanya mengerut kesal karna istrinya pergi begitu saja sebelum ia puas berciuman.


" awas saja nanti." ucap Ruben sedikit kesal.


Sementara Santi sudah berada di dapur dan berkutat dengan alat masakan, disampingnya ada bi Asih juga yang kerjanya memotong dan mbersihkan bahan makanan untuk makan malam mereka.

__ADS_1


Sekian lama berda didapur kini semua masakan untuk nanti telas selesai dan tinggal di tata di meja makan.


" Bi. Tolong di tatakan di meja makan ya, saya mau kekamar dulu lihat mas Ruben." pinta Santi.


" Iya non. Bibi tatakan." jawab bibi yang langsung bergerak memindahlan makanan dari dapur ke meja makan.


Santi terseny mendengar jawaban asisten rumah tangga itu kemudian berkata.


" makasih ya bi, saya ke atas dulu.! pamit Santi dengan senyum manisnya.


" Sama sama non." jawab Bi Asih tak kalah tulus senyum yang ia tebar.


cekle...


Santi membuka pintu mereka perlahan, dan Ruben tentu saja tau akan hal itu tapi ia berpura pura tidur di sana.


" Mas Rubne tidur." guman Santi.


" Mas bangun." Santi mengguncang pelan tubuh Ruben agar bisa bangun, namun yang di bangunkan malah semakin merapatkan matanya dan bahakn membelakangj sang istri .


" Mas." panggil Santi lagi. " Ayo bangun..Udah sore loh mandi dulu gih." lanjut santi. " Yaudah aku jha yang Mandi." putus Santi pada akhirnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Saat tangannya ingin menutup pintu kamar mandi kembali, buru buru Ruben menahanya dan dengan cepat ia masuk kedalam bersama istrinya kemudian menguncinya.


" Apan yang mas lakukan." pekik Santi.


" Mau adi sayang, emang apa lagi." jawab Ruben dengan santaiya kedua tanganya bergerak membuka seluruh pakaiannya dan hal itu membuat santi membulat matanya.


" Mas, kenapa buka baju." tanya santi menunduk.Ia sangat malu melihta tubu sispacx suaminya.


Ruben membuka pakaian yang dikenakan Istrinya. dan saat Santi ingin protes, Ruben langsung membungkam bibir seksi itu dengan bibirnya, mengesap sedikit dan kemudian melepaskannya kembali.


" Diam dan tururi saja suamimu sayang." ucap Ruben saat ciuman lembut itu terlepas.


Mau tak mau, dan suka tak suka Santi pun pada akhirnya menurut untuk mandi bersama.


Mereka berdua mandi. Mandi yang awal awalnya berjalan layaknya seperti yang lain lini berubah menjadi pergumulan panas tak kala Ruben melancarkan aksinya untuk menjamah tubuh istrinya.


Mereka lagi lagi bercinta, memadu kasih dalam penyatuan, untuk menyempurnakan cinta mereka jika nanti bisa menghasilkan nyawa dalam rahim sang istri.


Tepat jam delapan malam keduanya keluar untuk menikmati makan malam yang sudah di masak Sanri sejak sore tadi.


Keduanya memiliki ekpresi wajah masing masing, seperti Ruben yang keluar dari kamar dengan wajah yang bersi seri, berbeda dengan Santi yang menekuk wajahnya.


" Sayang kenapa mukanya ditekuk twrua dari tadi hem.?" tanya Ruben pura pura tak tau apa yang terjadi.


Santi tidak menjawab, bahkan hingga mereka tiba di meja makan pun Santi masih bungkam.


" Sayang kenapa sih.? dosa loh kalau gk jawab omongan suami." ungkap Ruben sok bijak.


Seketika Santi memalingkan pandangannya menatap kearah suami, matanga melorot hendak keluar, dengan bibir mengerucuk ia menjawab.


" Aku gk diamin mas kok." jawab Santi acuh.


" Gk diami tapi acuh."


" Mas...." Rengek Santi. " Aku kesal sama mas" lanjutnya.

__ADS_1


" Loh, kesal kenapa kamu sama masmu ini.?" tanya Ruben dengan nada genitnya.


" ikh, tuh kan genit lagi." ketus Santi.


" kan genit sama istri bukan sama orang lain." jawab Ruben santai.


" Tapi aki capek mas.." Santi kembali merengek.


" Kamu capek.?" tanya Ruben lembut dengan merapikan seurai rambut santi yang nampak berjatuhan dari pengikatnya.


Santi mengangguk dengan cepat saat mendapat pertanyaan seperti itu dari suaminya. " Yaudah setelah makan kamu istrahat ya." Ucap Ruben yang melihat wajah lelah sang istri .


Santi dengan semangat menjawab." iya aku makan." kemudia ia melayani suaminya seperti dulu. Karna memang itulah yang menjadi kebiasaanya dulu.


Sedangkan Ruben hanya tersenyum tipis melihat Istrinya yang seperti itu, ia menjadi hemas sendiri. Mengankat tangan dan mengusap lembut puncak kepala istrinya


" Dia berbeda dengan rena ataupun dengan wanita lain ternyata. Dia bukan wanita penggoda, dan juga bukan penggila harta. Aku sungguh sangat beruntung memiliki istri seperimu sayang, siafatmu yang polos, tatapanmu yang mampu meduhkan hatiku, dan cintamu yang membuatku tak mampu berpalin lagi. Aku harap pernikahan kita bertahan untuk selamanya." batin Ruben masih setia mandang lekat sang istri yang melahap makananya.


" Mas kok gk makan sih.? malah lihatin aku terus." ucap Santi.


Ruben hanya menggeleng dan tersenyum menanggapi pertanyaan istrinya. Memulai makan dengan diam dan nikmat bahkan ia menambah makananya di piring dan melahap hingga tak tersisa, hal iti tentu saja membuat santi sangat bahagia.


Selesai makan mereka kembali kekamar, lebih tepanya Ruben lah yang kembali kekamar karna Santi sedang membereskan piring bekas makanan mereka berdua.


" Non saya saja yang bersikan." kata Bi Asih yang melihat Santi melangkah ke dapur dengan piring kotor di tangannya.


" Gak apa lok bi. biar aku saja, mending bibi Istrahat saja ya."


" Non gak apa apa bibi tinggal." tanya Bi asih memilih mengalah karna ia tau majikannya tidak akan mau mengalah untuk hal seperti ini.


" Iy gk apa. Bibi istrahat lah." kata Santi.


" Yaudah bibi istrahat ya non." pamit bi Asih.


" ok." jawab Santi dengan tangan yang sibuk berselancar dengan piring dan air disana.


Selesai membereskan pekerjaan ia kembali ke kamar mereka menyusul suaminya yang lebih dulu masuk.


" Udah selesai sayang." tanya Ruben menarik tangan santi yang mendekat kearahnya.


" Udah mas. Aku mau istrahat sekarang " jawab Santi dengan niat mengingakan suaminya itu.


Ruben hanya tersenyum mendengar perkataan istrinya, ia tau kalah saat ini istrinya sedang mengingatkannya secara tidak langsung agar tidak lagi main kuda kudaan seperti tadi sore


" Iya sayang tidurlah." kata Ruben dengan memeluk tubuh Santi.


Akhirnya malam ini mereka tidur dengan saling memeluk, saling berbagi kehangatan diatas ranjang untuk menyambut hari esok yang tentunya akan mereka buat indah untuk bekal masa tua mereka nanti, agar dapat menjadi cerita bagi anak anaknya kelak.


Bersambung....


LIKE


KOMENT


RATE


BERI HADIAH Untuk karya author ya...🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2