Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Sason Dua Terimakasih


__ADS_3

Tidak jauh berbeda dengan orang yang baru saja tiba, dia terkejut karena ternyata bukan hanya mereka yang bertamu tapi ada orang lain juga datang berkunjung dan yang bekum di ketahui oleh Wanita itu.


"Bukankah dia Lili, wanita masa lalu ayah? ada apa kemari?" batin Helena.


"Siapa gadis ini?" tanyanya dalam hati.


"Hei kalian sudah datang" sambut Santi.


"Eh iya San, tapi sepertinya ada tamu ya" jawab Lili.


Ternyata yang datang berkunjung adalah Lili beserta anak dan suaminya mereka juga memenuhi undangan Santi entah apa tujuan wanita itu mengundang mereka tapi yang pasti bukanlah tujuan yang berniat jahat.


"Tidak, tidak masalah." jawab Santi, "mereka juga datang kerena undanga suamiku kok untk bahasan perusahaan" jawab Santi.


"Oh ya, kenalkan ini Helena dari Surabaya istrinya Ans" ucap Santi memperkenalkan Helena dan tentu saja itu membuat Lili merasa terkejut bukan main.


Walau Riko sudah mengatakan jika Ans susah menikah dan yang menolong mereka dulu saat kecelakan adalah pasangan itu tapi dia tidak pernah menduga kini akan bertemu dengan wanita itu, wanita cantik dan lembut terlihat dari senyum wanita itu.


"Salam nona" uca Helena dengan senyum lembutnya.


"Helena, dimana suamimu?" tanya Riko sok akrab karena sebenarnya dia ingin lepas dari situasi canggung para wanita itu.


"Ada di ruang kerja tuan Ruben tuan" jawab Helena.


"Baiklah aku kesana, oh ya terimakasih sudah menolong kami saat itu" uca Riko dengan tulus.


"Tidak masalah, bukankah kita harus saling menolong, bahkan jika orang laim pun uang berada di posisi kalian kami pasti juga akan menolong" jawab Helena dengan senyum lembutnya.


Riko pergi menuju ruang kerja Ruben, kali ini dia berniat untuk memperbaiki hubungannya dengan Ans, karena kebetulan sudah ada Ans maka di manfaatkan saja.


"Hei silahkan duduk, Miley makin cantik saja ya" ucap Santi dan mencium pipi gembul Miley.


Lili menurut dan Helena pun ikut duduk di tempat semula, "jadi ini Helena istri dari Ans?" tanya Lili sekedar basa basi.


"Iya benar nona" jawab Helena dengan canggung.


"Jangan panggil nona, panggil Lili saja"


"Baiklah Li Lili" jawab Helena ragu.


"Ternyata dia cantik, pantas saja jika Ans tergila gila padamu" ucap Lili.


"Biasa saja Lili, kamu juga cantik, sangat cantik"

__ADS_1


"Sudahlah kita sama sama cantik" sela Santi dengan parcaya dirinya.


"Ck, sejak kapan kau jadi tidak tau malu seperti ini!" cibir Lili.


"Hei itu kenyataan!" sentak Santi.


"Iya tapi tetap saja kau tidak akan laku lagi karena kau sudah laku hahah!"


"Hei kau jangan salah, aku selalu dikira masih gadis loh ya kalau jalan sendirian, makanya suamiku tidak pernah mengijinkanku pergi sendirian" jawab Santi tidak mau kalah.


"Kau benar juga sih, karena Riko seperti itu juga hahaha" jawab Lili.


"Hei Helen, apa Ans juga seperti itu?" tanya Lili yang kini mulai akrab.


"Tentu saja, bahkan aku tidak bisa berdandan sedikitpun" jawab Helena dengan kekehannya.


"Ck, semua pria sama saja ya selalu takut jika istri cantik mereka di lirih pria lain"


"Tentu saja karena mereka cinta" timpal Helena.


Dan seketika riuh kembi terdengar bahkan kini lebih melengking dan besar dari sebelumnya dan ketiga pria yang mendengar itu hanya terkekeh merada lucu dengan tingkah lara istri itu.


"Merek heboh jika sudah bertemu" ucap Riko.


"Bahkan yang jauh pun tidak terlihat sungkan" timpal Ans menggelengkan kepalanya.


"Terimakasih!" ucap Riko membuat kedia pria yang ada di hadapan nya saling menatap tidak tau pada siapa Riko bicara.


"Hei kenapa tidak kau respon!" sentak Riko dengan memukul lengan Ans.


"Bicara denganku?"


"Tentu saja bodoh! memangnya siapa lagi!" ketus Riko.


"Aku pikir pada tuan Ruben"


"Ck, atas dasar apa aku harus berterimakasih!"


"Karena kau akan makan malam dirumahku" jawab Ruben yang sontak saja mengundang gelak tawa dari Ans tapi menambah kekesalan Riko.


"Kau yang mengundangku bukan aku yang mau!" ketus Riko.


"Lalu untuk apa tuan berterimakasih padaku?" tanya Ans membuat Riko kembali serius dan kemudian berbatuk kecil.

__ADS_1


"Terimakasih karena sudah menyelamatkan kami waktu itu, jika bukan karena kalian mungkin cerita kami akan berbeda hari ini" ucap Riko dengan wajah muramnya.


"Tidak masalah, aku menolong karena memang harus aku tolong sekalipun itu orang lain dan tidak aku kenal sekalipun akan aku tolong" jawab Ans.


"Terimkasih juga sudah mendonorkan darahmu untuk isrtriku".


"Tidak masalah, karena tidak mungkin aku membantu tapi tidaj sepenuhnya"


"Sudah selesai? lebih baik kita makan malam dulu nanti kita lanjutkan obrolannya" sela Ruben.


"Ya baiklah" jawab Ans dan Riko bersamaan.


"Sudah selesai bercerita?" tanya Ruben.


Ketiganya sudah berada di ruang tamu tapi rupanya ketuga wanita yang menjadi bidadari hati mereka itu masih saja asyik bercerita tapi walau seperti itu mereka tidak mengabaikan anak anak, pantau terus mereka berikan sambil mengobrol.


"Kalian sudah selesai mas?" tanya Santi.


Ruben duduk di sebelah istrinya, memangku putrinya begitu juga dengan Ans yang mengambil alih Jenn dari Helena, " bunda lelah? kaka rewel? tapi kayaknya tidak deh" tanya Ans dan di jawab sendiri olehnya sambil terseyum manis menatap istrinya yang malu malu.


Tidak ketinggalan Riko yang juga duduk di sebelah Lili, mengambil alih tuan putrinya dari lantai karena asyik bermain, "ukhh putri raja papa, asyik benar mainya sampai tidak menghiraukan papanya" ucap Riko yang langsung di timpali oleh Ruben.


"Karena mainan jauh lebih berharga ketimbang ayahnya hahah!"


"Mas....!" tegur Santi dengan suara beratnya membuat Ruben langsung terdiam sedangkan Riko terbahak melihat sahabatnya yang tidak berkutik lagi.


"Papa.....!" tegur Lili juga yang mebut Riko hanya menyengir kuda menampilkan deretan gigi putihnya.


Sedangakn Ans dan Helena hanya mengulum senyum berpura pura sibuk dengan Jenn dan jujur saja itu membuat Ruben kesal, dan dia berniat untuk memprovokasi Helana.


"Kenapa kau tidak maeah juga pada suamimu Helena?"


"Untuk apa istri cantiku marah, aku tidak membuat kesalahan" jawab Ans dengan cepat mendahului jawaban Helena.


"Karena kau tersenyum juga!" kesal Ruben karena Ans yang menjawab dirinya.


"Tidak masalah tuan, bahkan aku senang jika suamiku terseyum karensa sangat manis" jawab Helena yang semakin membuat Ruben kebakaran jenggot sedangkan yang lainya hanya menyembunyikan senyum tak terkecuali Santi.


"Nona, makan malam sudah siap" ucap pembantu menyela cerita mereka.


"Ya baiklah" jawab Helena, "ayo kita makan malam dulu untuk para baby juga sudah ada kok sesuai konsumsi mereka sehari hari" ucap Santi dan diangguki semuanya.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2