
Pasangan yang di mabuk cinta itu masih berada didalam kar saat tadi telesai makan siang mereka kembali lagi ke kamar.
Sebenarnya Santi audah bosan berada disana tapi Ruben tetap keukeh ingin disana dengan alasan agar tidak ada yang mengganggu waktu mereka.
" Mas..Aku bosan, keluar yuk." rengek Santi.
" Tidak sayang. Kita disini saja itu jauh lebih baik." tolak Ruben.
" Baik apanya." jawab Santi cemberut.
" Baik untuk kesehatanku, apa kau lupa kalau mas sedang terluka saat sayang. kata Rube merangkul baru istrinya dan sesekali menciumi puncak kepala Santi
" yasudah, mas istrahat saja, biar aku beres beres dulu." kata Santi masih berusaha merayu suaminya.
" No. Kesembuhan mas bergantung padamu." jawab Ruben beralasan padahal yang sebenarnya adalah ia ingin menghabiskan waktu bersama Santi mengganti waktu waktu yang sudah terbuang selama enam bulan ini.
" ha..Kok bisa begitu.?" jawab Santi dwngan wajah bingungnya dan hal itu membuat Ruben sangat gemas.
" bisalah. kamu istri mas." jawab Ruben seraya mencubit gemas pipi istrinya.
" mas." pekik Santi saat merasakan cubitan sayang suaminya. " masa jangan cubit cubit nanti tembam." lanjut Santi yang sudah memonyongkan bibirnya.
Ruben tidak menjawab protes dari istrinya, tapi malah menyosoe bibir Santi bibirnya dan menahan tengkuk Santi untuk memperdalam ciumannya dan hal itu disambut baik oleh Santi.
Karna bagi mereka itu sudah menjadi candu dan akan terasa kurang jika tidak mengincip bibir itu setiap ada kesempatan.
Terlebih bagi ruben yang baru meresakan bibir manis yang seksi alami tanpa oplas seperti yang dilakukan mantanya dulu.
" Bibirmu benar benar membuat mas sangar ketagihan dan mas akan menggila jika tidak memanfaatkan kesempatan yang ada didepan matan." ucap Ruben setelan ciuman terlepas.
" Dasar mesum." kata santi manja dan kemudian menenggelamkan kepalanya di dada budang suaminya.
Mendengar kata mesum dari istrintya, Ruben hanya terkekeh geli dan berkata. " mas mesum sama istri mas bukan sama istri orang." jawab Ruben santai.
" Coba saja mesum sama wanita lain, aku akan membunuhmu dan wanita itu." ancam Santi.
" hahahahha itu tidak akan terjadi sayang. Karna mas sudah mabuk cinta padamua." jawab Ruben melonggarkan pelukannya memandang wajah Santi yang sudah merona karna pujian suaminya.
" ihh gombal." lirih Santi.
" Mas gk pernah gombal sayang, karna ini berasal dari lubuk hati mas." ucap Ruben sungguh dan perlahan mendekatkan wajahnya kembali untuk mengecup manis bibir istrinya.
kring..Kring....
Ciuman yang hampir mendarat sempurna itu jadi terhenti karna bunyi ponsel Ruben yang begitu nyaring dan memekakak telinga pendengarnya.
" Ada telpon mas." ucap Santi mendorong pelan dada suaminya untuk memberi jarak.
" Sialan." umpat Ruben.
" Mas jangan begitu." tegur Santi.
" Mas kesal sayang diganggu begitu." jawab Ruben ketus.
" angkat dulu mana tau penting. Lagian kan dia tidak tau kalau mas sedang apa saat ini." ucap Santi mengusap lengan sang suami untuk meredamkan kekesalanya.
" Baiklah, sebentar." titah Ruben dan mencuri kecupan di bibir Santi sebelum beranjak dari ranjang.
__ADS_1
Sedangkan Santi hanya geleng kepala melihat perubahan sikap suaminya yang jauh lebih aik dari sebelumnya, lebih lembut, lebih hangat dan lebih manis di bandingakan dari beberapa bulan yang lalu.
Dan hal itu membuat Santi sangat bersyukur pada Tuhan karan bisa diberi kebahagian saat ini.
Santi bersyukur karna mereka tidak jadi bercerai, dan kembali bersama memadu kasih dalam ikatan pernikahan yang masih bertahan ini.
" aku bahagia mas bisa menikah sama kamu." batin Santi yang masih melihat kearah suaminya yang menuju ponselnya berada.
Ruben merah gawainya yang terus berbunyi itu sedari tadi. Kekesalanya karna tadi tergangu kini semakin kesal saat melihat siapa yang benari mengganggu waktunya.
" cih sibodoh ini." decih Ruben.
Ruben menjawab panggilan itu dengan perasaan dongkol. " Hallo." jawab Ruben datar.
" Hallo. Kau ada dimana sekarang.?" tanya Riko yang ada disebrang sana.
" Untuk apa kau menanyakan keberadaanku."
"Aku mau bicara padamu. Tadi aku ke kantor tapi kau tak ada, Aku bertanya pada asistenmu yang menyenbalkan itu dan katanya kau sedang bercinta dengan istrimu." jelas Riko.
" kalau kau sudah tau aku sedang bercinta lalu kenapa masih bertanya ha." ketus Ruben.
" Karna aku pikir mungkin kau sudah selesainkarna ini sudah dua jam berlalu sejak aku kek kantormu jadi mungkin kau sudah selesai. Jadi sekarang aku sedang berada dirumahmu." kata Riko panjang lebar.
" kau.! untuk apa dirumahku. Pergilah aku tidak bisa diganggu." teriak Ruben yang membuat Santi tersentak kaget.
" Mas kenapa." tanya santi mendekati Ruben.
" Sibodoh Riko ada disini."
" kenapa mas mengatakan dia bodoh sih." Tanya Santi tidak tidak suka jika suaminya mengatai orang lain.
" Mungkin ada yang mau di katakan padamu mas. Ayolah temui dia." bujuk Santi.
" Tapi temanin ya. kan tadi katanya bosan." ucap Ruben manja.
" iya ayo kita temui dia." ajak Santi dengan semangat karna dirinya akan keluar dari karan yang membosankan ini.
" kau terlihat semangat sekali. Ada apa." tanya Rubeb menatap santi curiga.
" aku semangat karna aku akan kelaur dari kamar yang buat aku bosan ini mas." aku Santi jujur
" berarti kau bosan bersama suamimu ini sayan." ketus Ruben.
" tidak sayang. Aku tidak bosan bersamamu tapu aku bosan tempatnya. Sudahlah ayo kita keluar.
Ruben yang mendengar istrinya memanggil sayang padanya menjadi sangat bahagia. dan merasa berada diatas angin dan di tengah tengah hamparan taman bunga sehingga ia melupakan apa yanv hendak ia katakan dan mengangguk patuh pada ajakn istrinya.
Mereka keluar dari kamar dengan bergandengan tangan dan persaan yang masih sangat bahagia, Menuruni tangga dengan sesekali mencium tangan istrinya.
" Enak ya mesra mesraan " celutuk Riko yang melihat pasangan pasutri yang dimabik cinta itu
Seketika wajah Ruben berubah datar saat mendengar ucaoan sahabat bodohnya itu menurut Ruben.
" Ada apa kau kemari." ketus Ruben
" Yaelah bro. Aku tuh mau ngomong sama kamu."Jawab Riko yang menjadi lesu mengingat ia akan curhat tentang kegalauannya saat ini.
__ADS_1
" Duduk dulu mas, mas Riko. Biar aku buatkan kopi dulu." sela Santi
Santi pergi menuju dapur membuatak minum pada tamu suaminya, sedangka kedua sahabat itu memulih duduk saling bersebrangan.
" cepat katakan." pinta Ruben
" gak sabaran banget sih." gerutu Riko.
" katakan atau pergi.!" tegas Ruben.
" yaelah..Ia ini aku mau ngomong."
" Cepat katakan." desak Ruben.
" Aku lagi galau, kesal dan juga bingung." jawab Riko mendesah pelan.
Ruben menyerngitkan keningnya mendengar ucapan Riko. " apa maksudmu." tanya Ruben.
" Kamu tau kan apa tujuanku kembalu kesini.?" tanya Riko lebih dulu sebelum melanjutkan ceritanya.
" aku tidak peduli." serga Ruben tidak mau tau."
" Cih..Kau bisa tidak serius sedikit.!" sentak Riko yang kesal dengan jawaban Ruben yang tidak sesuai dengan harapannya.
" Yasudah katankan saja ada apa. Tidal usah berbelit." ucap Ruben yang tak kala ketusnya.
riko menarik nafasnya dalam dalam. Dirinya harus bersabar dalam menghadapi temannya yang satu ini.
" Kan aku disuruh menvari wanita yang dijodohkan denganku itu disini dan." Riko menarik nafasnya memberi jeda sebelum kembali berbicara.
" Ini minimannya mas." ucap Santi yang datang di tengah cerita yang masih terjeda itu.
" Ah iya trimakasih." jawab Riko tersenyum manis.
" Hei. Sudah lanjutkan bicaramu.! jangan tersenyum pada istriku." teriak Ruben yang tidak suka ada lelaki lain yang tersenyum pada istrinya. Ia menarik istrinya mendekat dan duduk di sampinganya kemudian merangkul lnya dengan sangat mesra.
Melihat hal itu membuat Riko merasa ingin mual, sungguh temannya itu sekarang menjadi sangat bucin.
" Cih bucin sekali." ejek Riko.
" lanjutkan." kembali lagi Ruben mengingatkan.
" Iya, dia adalah Lili teman istrimu itu." ucap Riko.
" what " pekik Ruben
Sedangkan Santi tidak mengerti apa yang di maksud denga mereka, kenapa menyebut nama Lili sahabatnya
" ada apa.? kenapa membawa bawa nama Lili.?" tanya Santi.
"........."
Bersambung......
hai hai......
aurhor mau Promo novel tan nih..😊😊
__ADS_1
ceritanya bagus kok, menarik dan pasti akan membuaa para readers penasaran dengan jalan ceritanya. Cari di kolom pencarian ya nama pena Endar Agri.