Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Santi Pingsan


__ADS_3

Pagi ini Santi terlihat sangat lemah, lemas, dan malas bergerak untuk beranjak dari tempat tidur.


" Sayang...Bangun ini udah siang loh." kata Ruben mengguncang pelan tubuh istrinya yang masih bergelut didalam selimut milik mereka.


" Masih nagntuk mas.." saut Santi dengan suara seraknya dan semakin memeluk erat selimutnya agar tidak terlepas.


Ruben mengerutkan keningnya melihat istrinya yang tidak seperti biasanya selama dua bulan ini mereka tidur bersama, dengab menghela napas kasar Ruben kembali berkata. " kamu kenapa sih sayang hm...Pakaian mas gk di siapin saran juga gk dia buat. Kamu tau kan kalau mas udah terbiasa dengan semua itu."


" Tapi aku lagi mager mas, pengen tidur dulu." saut Santi masih mata pejamnya.


Ruben tidak pagi bicara, ia memilih menggunkan pakaiannya sendiri, mungkinemang istrinya sedang malas saat ini meski sebenarnya ia heran tapi tidak mau betanya lagi.


Selesai memakai pakaian Ruben kemabli lagi menghampiri istrinya yang masih betah diatas ranjang. " Sayang..kamu kenapa sih hm..? sakit." tanya Ruben sembari tangannya mengecek keadaan istrinya.


" Gak mas, aku hanya lemas ajah, malas gerak rasanya trus kepala ku agak pusing." jawab Santi yang membuka matanya memandang sayu kearah suaminya.


" Kita kerumah sakit ya sayang." ajak Ruben yang terlihta khawatir apalagi melihat wajah istrinya yang terlihat sedikit pucat.


" Gak usah ah mas, aku istrahat bentar ajah nanti juga baikan kok. Mas berangkat kerja aja ya dan makan masakan bibi dulu pagi ini nanti siang aku bawakan makan siangnya." kata Santi


" tapi kamu lagi gak enak badan sayang, kita kerumah sakit ya, mas khawatir nih." bujuk Ruben lagi.


" Gak usah mas. aku benaran dek gak apa apa, hanya butuh istrahat sebentar lagi ajah." keukeh Santi yang tidak ingin kerumah sakit.

__ADS_1


" Yakin kamu.? atau mas gk usah kekantor jha ya." kata Ruben.


" Jangan mas...! mas kekantor lah, kasian Lili dan Asns kalau mas tidak ada." ucap Santi yang mengingatkan suaminya akan bawahannya.


" Baiklah kalau begitu tapi kalau ada apa langsung telpon mas." kata Ruben tegas.


" Iy sayang." ucap Santi malu malu, karna ia jarang seklai mengatakan sayang pada suaminya itu


Hal itu di sambut baik oleh Ruben, bahagia dan berbunga bunga membuncah dia hatinya mendengar kata sayang yang terucap dari bibir manis sang istri.


Dengan wajah bahagia Ruben mencium seluruh wajah Santi dan berakhir berlabuh di bibir itu mengecap pelan dan lembut, setelah itu pergi meninggalkan istrinya dan menuju meja makan untuk sarapan.


Serlah kepergian Ruben, Santi kembali lahi menyelami alam mimpinua dengan kembali tidur dibawah hangatnya selimut yang tebal nan halus itu.


Sementara Ruben sudah sampai di perusahaan miliknya, dan lobi sudah Ans dan Lili yang menunggu kedatangannya.


" Selamat pagi tuan." ucap Lili dan Ans bersamaa, mereka membungkuk hormat sebagaimna mestinya.


Ruben hanya mengangguk kecil menanggapi sapaan bawahannya, tetap berjalan melewati para karyawan yang menyap menuju ruangan miliknya dengan menggunkan lift khusus untuk para petinggi, dibelakannya ada Ans dan Lili yang mengikutinya


Sampai disana, Ruben langsung mendudukan bokongnyan di kursi kebesaran miliknya, apa jadwalku Lili." tanya Ruben.


"Lili pun dengan sigap mengatakan dan memberitahu semua jadwal kegiatan Ruben hari ini, dan salah satunya adalah meeting pagi ini bersama kepala bagian perusahaan untuk membahas produk baru yang akan segera diluncurkan.

__ADS_1


***


Jam sepuluh siang, Santi terbangun dari tidurnya, melihat jam yang sudah hampir siang, dengan memaksakan diri, ia bangkit dari tidurnya membersihkan diri dan kemudian menuruni tangga.


Saat ini Santi sudah berada didalm kamarnga untuk bersiap siap, tapi tba tiba pusing menyerang kepalanya, matanya berkunang kunang. Tapi iya tetap mencoba untuk menguasai tubuhnya agar tidam ambruk.


Selasi dengan itu semua, Santi kembali menuruni tangga, menuju meja makan tempat ia meletakan bekal suaminya.


Baru saja kakinya melangkah berbalik tapi gelap tiba tiba ia rasakan, badannya tidak lagi mampu menopang tubuhnya dan Santi pingsang terjatuh dilantai.


" nonaaa......"


Bersambung.....


Author masih mau promo lagi ini...


ayo ayo mampir ke novel teman aku, novlenya bagus dan ceritanya beda dengan novel lain


yuk gengssss klik saja di tombol pencarian


" Oedipus Complex" atau klik nama pena" Endar Agri."


__ADS_1


__ADS_2