Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Hamil


__ADS_3

" Nona.! bangun nona...Astaga aku harus telpon tuan.


Bi Asih mangambil ponselnya setelahaan tubuh Santi di sofa ruang tamu. Mendial nomor tuannya.


Sedangkan di dalam ruangan kantor miliknya, Ruben tengah gelisah, ia tidak tau kenapa tapi saat ini ia sangat memikirkan Santi, ditambah lagi ponselnya tidak di angkat oleh istrinya


" Astaga sayang....Kamu dimana sih." galau Ruben. " apa lagi dijalan kali ya.? tapi kok dia gk bisa ketahui sih kalau ada yang telpon, atau jangan jangan ponselnya tertinggal." monolog Ruben


Larut dalam pikirannya hingga buyi ponsel miliknya langsung membuyarkan lamunannya dengan secepat kilat ia melihat siapa yang menelpon.


Dahinya mengerut melihta siapa yang menelponnya ity, tapi jarunya dengan lincah menggeser layar ponselnya dan.


" Hallo bi, ada apa.?" tanya Ans. Ya, orang yang menelponnya adalah bi Asih asisten rumah tangganya


" Hallo tua.. Nona tuan nona.." belum sempat berlanjut.


" Ada apa dengan istriku bi, cepat katakan." sergah Ruben memotong ucapan bi Asih.


" Nona pingsan tuan."


" Apa..! kau jaga istriku. lima belas menit aku akan sampai." tutah Ruben langsung mematikan sambungan telponnya.


" Ans...Ans..!" Seru Ruben menggila.


" ada apa tuan." tanya Ana yang sudah berada didepannya.


" Istriku pinngsan dan aku pulang, hubungi dokter secepatnya." tiatah Ruben yang sangan panik.


" Tuan boleh aku ikut " pinta lili yang tak sengaja mendengar ucapan Ruben.


" Ikutlah." kata Ruben singkat kemudian peegi begitu saja dan disusul oleh Lili yang berlari agak berlarian kecil.


Sedangkan Ans hanya berdecak melihat kepergian dua orang itu. Tidak bukan, lebih tepatnya melihat Lili yang ikut pergi.


" ck. Kenapa dia ikutan pergi sih." gerutu Ans sambil jarinya mendial naomor seseorang.


Ruben dan Lili sudah berada di dalam mobil, dan secepat kilat Ruben mengemudikan mobilnya, terlihat jelas wajah panik itu, terlihat jelas wajat takut itu.


Lili yang berada di sampingnya hanya bisa mengelus dadanya untuk menenangkan deguban jantungnya karna takut melihat Rben yang sudah seperti orang mabuk mengendarai mobilnya.


Sampai dirumah, Ruben langsung berlari masuk kedalam rumah, berlari menuju ruan keluarga.


" bibi...diamana istriku." tanya Ruben yang meluhya Bi Asih beeada di ruang keluarga.


" Sayang...." panggil ruben lirih pada istrinya yang masih pingsan, tangannya membopong tubuh istrinta dan membawanya kedalam kamar tapi sebelum itu ia berkata.

__ADS_1


" nanti jika dokternya sudah datang, suruh langsung kekar bi." pinta Ruben.


" Baik tuan." jawab Bi Asih kemudian beranjak meninggalkan Ruang tamu berniat ingin membuatkan minuman untuk Lili.


Tak lama dokter yang ditunggu pun datang, dan tanpa basa basi ia langsung memeriksa kondisi santi, lima belas menit kemudian.Selesai.


" apa yang terjadi dengan istri saya dok,? bagaimana keadaanya,? apa dia baik baik saja.?" pertanyaan beruntun dilayangkan Ruben pada dokteri itu.


Dokter tersenyum melihat kekhawatiran suami terhadap istrinya itu.


" Istri anda tidak apa apa, dia hanya kelelahan saja, dan dari pengamatan saya seperti istri bapak sedang hamil, tapi ini hanya asumsi saya saja. Biar lebih jelas langsung bawa saja istri anda ke dokter bagian obgyn." Tutur dokter panjang lebar.


Ruben tercengan mendengar ucapan dokter itu, terkejut, tentu saja ia rasakan, tapi tak lama wsjal kejut itu berubah bahagia. Ia sangat bahagaia mendengar istrknya di nayatakan hamil, meski masih belum bisa dipastikan tapi Ruben sudah sangat bahagia dan berharap itu benar benar terjadi.


Lili pun tak kalah senangnya mendengar kalau sahabatnya kemungkinan sedang hamil, dan ia yakin sahabatnya akan sangat bahagia mendengarnya nanti.


" Jadi karna kemungkinan istri bapak hami, saya tidak bisa meresepkan obat untuk istri bapak takutnya nanti malah mengancam janin yang ada didalam rahin istri anda,"


" Lalu kenapa istri saya belum juga bangun dok.?" tanya Ruben yang kembali menampilkan wajah paniknya.


" Tidak perlu khawatir Tuan, cukup bantu untuk mengolesi minyak kayu putih saja di ujung hidungnya dan juga jemarinya nanti dia akan sadar." ucap Dokter.


" Baiklah dok trimakasih." kata Ruben.


Dokter hanya tersenyum mengangguk kemudian pergi meninggalkan Ruben dan istrinya, diikuti Lili di belakangnya untuk mengantar sang dokter sampai di depan pintu


Tak henti henti juga tangannya mengelus perut rata Santi dan mencium sayang kening Santi dan berbisik.


" Semoga saja benar ada nyawa didalam perutmu yang akan menjelma menjadi baby mungil saat dia lahir nanti." harap Ruben.


Terus mengelus perut itu, hingga Santi perlahan membuka mengerjap matanya dan terbuka.


" Sayang...Kau sudah sadar." kata Ruben bahagia melihat istrinya sudah membuka matanya..


" Mas.! lirih Santi


" Ya sayang. Apa adanyang sakit ?" tanyanya lembut.


" Mas sudah pulang, ini sudah jam berapa.?" tanya Santi mengerutkan keningnya..


" ini masih jam satu sayang." jawab Ruben lembut.


" lalu kenapa mas sudah pulang.? dan ini kenapa aku malah disini. Tadi aku kan mau mengantar bekal makan siang untukmu mas." ucap Santi seraya bergerak bangun untuk menyenderkan punggungya di kepala Ranjang.


" Tadi kamu pingsan. Kenapa kamu tidak menelpon mas kalau kamu tidak enak badan hem..?" tanya Ruben masih dengan nada lembut sambil menoel lembut hidung istrinya .

__ADS_1


" Tadi aku tidak apa apa kok mas tapi saat aku mau berangakat tiba tiba saja kepalaku sakit dan mendadak gelap dan setelahnya gk tau deh." jawab Santi panjang lebar.


Ruben tersenyum melihat ekspersi wajah istrinya yang berubah ubah seiring berjalannya cerita yang diceritakannya.


" Yasudah kamu makan bubur dulu ya, tadi udah dimasak sama bi Asih." Ucap Ruben dan dengan sigap ia menyuapi istrinya


Tentu saja hal itu disambut baik oleh Santi, entah kenapa ia mendadak sangat suka jika dimanjakan oleh suaminya.


Bubur masih saja terus memasuki mulut Santi dan sesekali Ruben membersihkan bubur Santi yang terkena noda. " Setelah ini kita ke kerumah sakit ya " ucap Ruben di tengah tengah kegiatannya.


" Untuk apa mas.?" tanya Santi mengrutkan keningnya.


" Memeriksa keadaanmu untuk memastikan seseuatu." Jawab Ruben sekenanya.


" Memangnya ada apa dengan ku mas, kenapa harus periksa segala." tanya Santi yang sudah mulai terlihat Panik.


Ruben tersenyum melihat reaksi ketakutab istrinya itu, lalu ia berkata." gak usah panik sayang... Kamu tidak apa apa, mas hanya ingin memastikan sesuatu saja kok." jawabnya dengan gemas.


" ikhh apa itu mas.?" rengek Santi.


" Nanti juga kamu tau." jawab Ruben masih tidak meberi tau Santi


Selesai makan bubur, Sekarang giliran Ruben yang akan menyantap makan siangnya, dan setelah selesai mereka berangakat menuju rumah sakit meninggalkan Lili yang masih berada disana menunggu kedatangan Ans yang katanya akan menjemput mengantarnya pulang ke kontrakan.


Bersambung....


uthor mau curhat sedikit ini,😔😔


ternyata dari empat ribu yang setia pembaca cerita author dan viewrs author sebanyak 53570 ribu,ternyata yang like tidak sampai 100 orang, dan faforit hanya sekitar 300 orang.😭


sungguh miris bukan.? author capek berpikir dan begadang hanya untuk membuat dan mengarang alur cerita, tapi ternyata yang baca cima baca tanapa ada niat untuk mendukung author.


So, untuk para readers tercinta, author minta dolong bingitttsss untuk dukung novel author biar nanti ceritanya gk putus di tengah jalan.


kalian gk mau dong kalau sampai putus di tengah jalan ceritanya,? jadi ayo.


LIKE


KOMENT


VOTE


RATE


HADIAH untuk author

__ADS_1


dan yang penting masukan dalam daftar favorit biar gak ketinggalan setiap author up😊😊😊


__ADS_2