
waktu sudah menunjukkan pukul sembilan Pagi di kediaman Riko tetapi pasangan itu masih saja masih bergelut di atas ranjang mereka.
Lili menggeliat membuka matanya dan perlahan-lahan menggeser tangan Riko dari pun atas perutnya kemudian bersandar di di kepala ranjang
"Sayang ayo bangun ini sudah jam sembilan kamu nggak berangkat kerja."
Lili mengguncang tubuh Rico perlahan, tidak berhenti hingga lelaki itu menggeliat dan membuka matanya.
"Sayang apaan sih aku masih ngantuk tahu." rengek Riko yang merasa terganggu.
" Ck, kenapa kau sangat malas sekali sih sekarang." kesal Lili.
Riko tidak merespon kekesalan Lili, karena memang benar adanya jika beberapa hari ini dia merasa sangat malas sekali, untung saja asistennya bisa di andalkan sehingga perusahaan tidak terabaikan.
" Sayang ayo bangun.." guncang Lili semakin kuat.
"Aku masih mengantuk, kenapa kamu tidak mengerti sih." ketus Riko.
Perubahana yang sangat luar biasa terjadi bagi Riko karena ternyata bukan hanya kebiasaanya yang berubah, tapi emosinya pun susah untuk terkontrol.
Sangat berbanding terbalik dengan Liki yang bersikap jauh lebih tenang dan dewasa dalam bertindak dan berkata.
Kembali Lili mengehela napasnya mengotrol perasaanya agar tidak tersulut emosi terhadap sikap Riko.
Mungkin beruntungnya dia sempat membaca artikel tenang wanita hamil dan suami yang yang mengalami perubahan seperti yang di alami oleh Riko saat ini.
Itu sebabnya Lili harus bisa bersabar untuk menghadapi sikao Riko yang berubah ini, bahkan kalau boleh jujur dia sangat senang karena artinya Riko sangat mencintainya.
" Mandi dulu sayang dan setelah itu coba cek email mu siapa tau asistenmu mengirimkan email untukmu." ucap Lili lembut.
" Ck, kenapa kau tiba tiba menyinggung asistenk itu! apa kau menyukainya." sentak Riko yang merasa cemburu.
Lili yang mendengar sentakan Riko sudah tidak bisa lagi menahan dirinya, apalagi saat mendengar perkataan Riko yang mencurigai dirinya.
" Kau sudah sangat keterlaluan ya!" bentak Lili
__ADS_1
Riko yang mendengar bentakan Lili terjolak kaget, posisi yang tadinya tengkurap kini susah dudul dengan tegap menghadap ke arah Lili dengan perasaan yang sudah mulai gelisah melihat kemarahan di wajah Lili.
" Ka kau kenapa marah sa sayang?" tanya Riko terbata.
" Kau tanya aku kenapa iya! kau tidak ingat apa yang baru saja kau ucapkan padaku? kau menuduhku menyukai pria lain.!" tariak Lili.
Riko menutup kupingnya yang memekak karena teriakan Lili, sungguh ini kali kedua Lili marah padanya dan iti sangat menakutkan baginya apalagi jika berimbas pada dia yang tidak boleh tidur lagi di sampingnya.
" Ma maaf sayang." cicit Riko.
" Kau menuduhku menyukai lelaki lain di saat kondisiku yang sudah hamil anak kamu! he sungguh terlalu rasa cemburumu itu."
" Maaf sayang aku tidak bermaksud seperti itu, aku juga gk tau kenapa bisa kelepasan seperti itu." ucap Riko penuh dengan rasa sesalnya.
"Sudahlah aku lelah menghadapimu! sekarang lakukan apa saja yang kau mau, aku sudah tidak mau peduli lagi." ketus Lili yang langsung pergi begitu saja meninggalkan Riko yang terus berteriak memanggil dirinya.
" Sayang.... Sayang maafkan aku! aku tidak bermaksud seperti itu sayang...!"
Riko terus saja berteriak tetapi Lili tidak mempedulilan teriakan itu, Lili masih terlalh kesal dengan perkataan Riko yang menuduhnya menyukai lelaki lain dalam keadaan yang sudah hamil anaknya.
" Benar benar menyebalkan sekali dia itu." rutuk Lili " dia pikir aku wanita apaan sampai menuduhku seperti itu! awas saja dia nanti."
Sementara Riko menjadi sangat gelisah di dalam kamar, takut jika Lili marah keterusan dengannya.
Ahirnya dia memilih untuk berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri, dia yang beberapa hari tidak mau mandi jika bukan Liki yang memandikan dengan terpaksa mandi sendiri untuk meredam satu emosi Lili.
Setengah jam kemudian Riko baru selesai mandi, aturannya hanya lima belas menit jadi bertambah dua kali lipat, karena dia yang mendadak lola tidak tau mulai dari mana.
Entah karena Riko yang sudah terbiasa beberapa hari ini di bantu oleh Lili atau memenag perubahan yang sangat luar biasa mempengaruhi cara hidupnya.
Berjalan menuju lemari dan menggunakan pakaian asal saja yang penting jadi, lalu segera bergegas menuju ruang tengah untuk menemui istrinya karena dia yakin disana pasti Lili berada.
Dari jauh Riko sudah bisa melihat wujut Lili yang tidak berhenti mengunyah cemilannya, mendekat secara perlahan hingga sampai dan kemudian duduk dengan gugup di samping Lili.
Bukan tanpa alasan Riko bersikap seperti itu, karena ternyata Lili masih memandangnya dengan tatapan tajam yang siap mengoyak jantung Riko.
__ADS_1
Tidak pembicaraan hening masih mengambil alih tempat itu dan berlangsung beberapa menit, hingga Lili akhirnya menoleh ke arah Riko dan betapa terkejutnya Lili melihat penampilan Riko.
" Astagaa sayang....!" pekik Lili yang sangat terkejut tapi juga ingin tertawa tapi masih di tahan olehnya untuk menjaga wiabawa dirinya yang masih marah.
" Kenapa." tanya Riko yang juga ikut terkejut dengan pekikan Lili.
" Kamu bisa gak sih pakai baju yang benar." sentak Lili yang sudah mengubah ekspresinya menjadi sedikit garang.
Lili merasa memang harus sedikit keras pada Riko, perubahan Riko yang seperti ini menurut Lili tidak bisa di biarkan begitu saja.
" Aku." tunjuk Riko dan menelisik pakaiannya sendiri.
" Iya kamu! lihat ini rambut berantakan belum disisir dan basah basa begini, baju juga kebalik kenapa bisa? bukankah bajunya udah di susun dan tinggal pakai aja tapi kenapa sekarang kamu pakainya kebalik ha!" bentak Lili
" Maaf." ucap Riko memelas.
Lili tidak menjawa tapi matanya bergerak memperhatikan penampilan Riko yang bisa di katakan seperti anak kecil, terus bergerak hingga pandanganga jatuh tepat di bagian bawah Riko dan lagi lagi dia memekik kaget
" Ya...Tuhan...RIKOOOOOOO....!"
Lili berteriak sambil menutup matanya melihat ternyata Riko memakai celananya tanpa memasang resleting sehingga membuat sesuatu yang ada disana menonjol dan terpanpang, untung saja ada dalaman yang menutupinya.
Tidak memberi kesempatan bagi Riko untuk melihat penampilan bagian bawahnya, segera Lili menarik suaminya masuk ke dalam kamar dan mulai berceramah disana.
" Kamu ini ya! benar benar membuat aku pusing saja! kau kenapa bertingkah seperti ini sih ha! mau cari perhatian iya ha.!" teriak Lili.
" Ti tidak sayang."
" Kalau tidak lalu kenapa berpenampilan begini ha.!"
" Maaf." cicit Riko dengan wajah memelasnya.
" Kamu cuma bisa bilang maaf gitu."
Lili tidak habis pikir kenapa suaminya bisa jadi seperti ini, jangan sampai deh nanti sikap Riko yang seperti ini menurun sama anaknya.
__ADS_1
Bersambung...
Cuss lanjut besok yaaa...😍😍😘😘😘