Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Ans Via


__ADS_3

"Cari tau luar kota mana pria yang kau cari informasi beberapa hari yg lalu" ucap Via setelah penggilannya di terima oleh seseorang.


"Kutunggu lima menit informasinya harus sudah aku dapat" ucap Via langsung memutus panggilannya.


Via tersenyum licik setelah memutus panggilannya, dia berencana untuk musul Ans ke sana dan menjalankan rencananya untuk mendapatkan Ans kembali.


"Tunggu aku Ans sayang, aku pasti akan mendapatkanmu kembali" gumam Via.


Tidak sampai lima menit, Via mendapatkan pesan dari orang suruhannya dan wajahnya ceria setelah mendapatkan alamat yang di tuju Ans.


Via segera melanjutkan mobilnya menebuh jalanan untuk menyusul pujaan hatinya ke luar kota.


Sementara Ans baru saja tiba, dan dia berniat tapi tak sengaja matanya melihat bungkusan makanan yang ada di belakan kursi penumpang.


Ans teringat martabak manis yang ia belikan untuk Helena ternyata tidak jadi ia berikan karena mood nya yang sudah berntakan karena pertemuannya dengan Via.


Mengingat Via membuat Ans kembali merasa kacau, entah kenapa pengaruh wanita itu masih terasa dalam dirinya hingga kini.


"Helen, aku sudah sampai dan jangan aku rindukan aku" kata Ans dengan kekehan renyahnya.


Ya, Ans memutuskan untuk menghubungi Helena agar moodnya bisa kembali baik dan benar saja setelah mendengar suara manja Helena mood Ans kemali baik bahkan sangat baik.


Sementara dirumah Helena, sedang mebgobrol dengan kedua mertuanya setelah drama yang terjadi tadi, kini mereka duduk santi sambil mengemil dan mengobrol, sesekali terdengar canda tawa dari ketiganya.


Kring Kring...


Ponsel milik Helena berbunyi dan itu sukses membuat mereka berhenti tertawa dan fokus pada siapa yang menelpon Helena.


"Hallo" ucap Helena


"Kau sedang apa?" tanya Ans


"Sedang mengobrol dengan ayah sama bunda"


" Mereka sudah lama datang"


"Sudah tidak lama setelah kamu pergi"


Helena kembali teringat pada Via setelahe menjawab pertanyaan Ans, ada rasa sakit kembali datang mengingat Ans yang ternyata sudah memiliki kekasih, tapi sebisa mungkin ia mengasai dirinya di hadapan Ans dan kedua mertunya.

__ADS_1


"Helen, aku sudah sampai dan jangan aku rindukan aku" kata Ans dengan kekehan renyahnya.


" Apaan sih, udah sana kerja dulu jangan gamnggu kesenanganku dengan bunda" jawab Helena sedikit merajuk.


Panggilan terputus dan Helena kembali mengobrol dan Ans sendiri memasuki hotel untuk dia tempati selama dia hari ini.


Ans istrahat sejenak untuk melepaskan lelah, tapi sebelum itu ia mengirimkan pesan untuk Miko asistennya.


"Miko, aku pergi mendadak pagi ini, kau urus perusahaan selama dua hari dan pastikan untuk kau mengawasi Helena untuk ada saat dia membutuhkan sesuatu.


Pesan terkirim pada Miko bahkan segera Ans menerima balasanya dan Ans mulai memejamkam matanya karena merasa lelah perjalanan panjangnya.


Via sendiri sudab sampai di kota yang dituju Ans bahkan dia menginap di hotel yang sama dengan pria itu, bersebelahan pula kamar mereka.


"Permisi saya ingin memesankan kamar tapi aku ingin bersebelahan dengan Ans Wijaya orang yang belum lama membooking kamar selama dua hari kedepan"


"Tuan Ans Wijaya" beo Resepsionis san langsung mengotak atik kompurnya me cari daftar tamu yang bernama Ann Wijaya.


" Maaf nona kamar yang dipesan atas nama Ans Wijaya merupakan kamar VIP" ucap Resepsionis dengan ramah.


"Tidak masalah bagiku yang terpenting kamarku tepat di sebelah kamar Ans"


Via mendengus kesal melihat reseosianis kepo ini " lebih baik kau fokus pada pekerjaanmu, jangan terlalu banyak bertanya!" ketus Via.


"Maafkan saya nona. ini kuncinya nomor 221 lantai empat" ucapnya memberikan kunci kamar Via.


Via tidak menjawab, mengambil kunci dengan wajah angkuhnya dan mulai berjalan meuju lift yang akan membawanya ke lantai empat.


Sejenak Via menghentikan langkahnya memandang lintu kamar sebelah yang tak lain adalah kamar Ans Wijaya orang yang akan ia jadikan milik.


"Tunggu sebentar lagi sayang, kita akan segera bersama" gumam Via dan kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Ans terbangun melihat jam sudah menunjukan pukul satu siang, yang artinya hanya tersisa satu jam lagi waktu pertemuan mereka dan untungnya pertemua itu di lakukan di restoran dalam hotel ini, jadi Ans tidak terlalu terburu buru.


Ans bergerak menuju kopernya, membuka dan mengambil pakaiannya, setelah itu melesat langsung ke kamar mandi membersihkan dirinya.


Selesai dengan itu, Ans keluar dari kamarnya, tujuannya saat ini adalah restoran yang ada di lantai tiga untuk pertemuan mereka, tapi baru saja beberapa langkah berjalan, Ans tiba tiba berhenti karena melihat sosok wanita yang keluar dari kamar tepat di sebelah kamarnya.


Situasi yang disulam menjadi sebuah kebetulan oleh Via, berhasail membuat Ans kembali masam "Ans kau disini?" tanya Via wajah kejutnya.

__ADS_1


Ans tidak menjawab tapi langkahnya berjalan melewati Via " Tunggu Ans" pinta Via, tangannya kini sudah mengait pergelangan tangan Ans membuat pria itu mau tidak mau berhenti.


"Kenapa kau sangat membenciku?" lirih Via yang kini susah berada di hadapan Ans.


"Kau masib bertanya" ucap Ans dengan nada dinginnya " aku rasa tanpa bertanya kau sudah tau jawabannya" lanjut Ans.


"Aku tau aku salah, tapi tau kah kau apa yang menjadi alasanku?" tanya Via dengan mata yang mulai berkaca kaca.


Ans memalingkan wajahnya, dia tidak mai menjadi lemah jika melihat air mata Via keluar "Aku ada meeting penting, jadi aku buru buru" ucap Ans langsung pergi begitu saja.


"Aku akan menunggumu di sana sampai kau selesai meeting" saut Via yang merasa tidak bebeban langsung melewati Ans menuju restoran hotel tempat Ans akan meeting.


Ans menyusulnya karena tujuan mereka sama, jadi mau tidak mau Ans harus satu lift dengannya, walau sebenarnya Ans merasa terganggu tapi mau bagaimana lagi, wanita masa lalunya ini tidak mau menyerah.


"Aku pasti akan memilikimu lagi Ans" batin Via saat mereka sudah berada di dalam lift.


Ans langsung memulai rapat mereka karena ternyata klientnya lima menita lebih cepat datang dati waktu yang sudah mereka tentukan.


"Selamat sore tuan malik, maaf sudah membuat menunggu" ucap Ans seraya menjabat tangan Malik.


"Tidak masalah, oh tuan dengan siapa namanya?"


" Ans Wijaya panggil Ans saja tuan malik"


"Baiklah tuan, tadinya saya pikir saya bisa beretmu langsung dengan pemilik Perusahaan Prasetya Group tapi sepertinya tidak" ucap Malik.


"Maaf jika anda merasa kecewa tuan, tapu tuan Ruben tidak bisa datang, isrtinya baru saja melahirkan anak pertama mereka jadi tidak bisa meninggalkan istrinya."


"Oh baiklah jika itu alasannya, aku tidak mungkin memaksa karena keluarga lah yang utama."


"Anda benar sekali tuan Malik, baik mari kita mulai saja"


Mereka memulai rapat dengan penuh keseriusan bahkan Ans tidak mengalihkan perhatiannya sama sekali kareba dua berniat untuk menyelesaikan secepatnya urusannya karena entah kenapa sejak mendengar perkataan Tuan Malik mengenai keluarga yang utama membuat perasaan Ans menjadia tak karuan.


Bersambung...


untuk Riko, besok ya...


Full deh tak kasih dua bab untuk kalian😊

__ADS_1


__ADS_2