
Pagi kembali menampakan dirinya kepada bumi menyaksikan sembali semua aktifitas setiap umat dibumi. Dan pagi itu disambut oleh banyak orang untuk kembali beraktifitas.
Walaupun waktu semakin berjalan dan matahari sudah mulai meninggi hampir menuju tengah langit, tapi itu tidak membuat kedua manusia yang dimabuk cinta itu terusik.
Mereka masih betah dalam tidur dan posisi yang masih saling memeluk itu, saling memberi kehangatan di tengah dinginya suhu ruangan akibat AC.?
Waktu sudah menunjukan pukul sembilan pagi saat bunyi ponsel menggangu kedamaian pasangan itu.
kring....kring ...
Ponsel milik Ruben berbunyi dengan nyaring pertanda pemilik sedang di hubungi oleh seseorang yang tak tau siapa.
Mereka sama sama menggeliat di bawah selimut terusik dengan gawai itu yang terua saja berbunyi tiada henti.
" Mas ada yang telpon." Ucap Santi mengguncang pelan tubuh suaminya.
" iya sayang,, mas tau tapi mas malas." jawab Ruben serak khas orang yang baru bangun.
" Tapi ponselnya bunyi terus, angkat dulu gih, mana tau penting." desak Santi.
" Iya iya mas angkat." jawab Ruben setengah terpaksa mengambil ponselnya dan menjawab.
" Hallo." jawab Ruben tanpa melihat siapa yang menelpon.
" Hallo tuan. Apa anda baik baik saja." jawab pria dari sebrang sana yang tak lain adalah Ans.
" Apa maksudmu.! tentu saja aku baik. Memangnya kau berharap aku sakit ha.! ketus Ruben saat mengetahui kalau yang menggangunya adala Ans asistennya itu.
" Tapi kenapa anda belum juga turub kebawah tuan.?" tanya Ans yang sepertinya tidak tau apa yang dilakukan oleh pasangan yang sedang di mabuk cinta.
" Memangnya kenapa aku harus turun ha." tanya Ruben masih ketua tapi tangannya bermain mengelus rambut istrinya.
" Apa tuan tidak kekantor."
" Tidak. Aku ingin istrahat dirumah saja hari ini."
" Tapi tuan bilang kalau tuan tidak sakit tapi tidak kekantor dengan alasan mau istrahat. Yang benar yang mana tuan." tanya Ans yang mendadak be*o.
" Aku mau bercinta dengan istriku seharian. Puas.! teriak Ruben langsung mamatikan telponnya.
" Dasar asisten bo*oh.! umpat Ruben.
__ADS_1
" Mas kenapa marah marah.?" tanya Santi lembut, tanganya mengusap dada polos Ruben yang membuat gelora cintanya kembali membara.
" Sayang, kau membuat mas jadi bergairah lagi." ucap Ruben dan langsung menindih tubuh Santi dan kembli me**mat bibir seksi itu dengan rakus.
Mereka kembali melakukan penyatuan tubuh, menyampaikan rasa cinta melalui tindakan dan gerakan tubuh mereka, meleburkan menjadi satu rasa itu dan berharap secepatnya bisa menikmati hasil dari penyatuan itu.
" Ahhhhhh, Erangan kembali terdengar saat sudah mencapai kenikmatan yang entah sudah berapa kalai mereka lakukan kegiatab suami istri itu.
Bahkan karna terlalu asyik dan ketagihannya, mereka sudah melewatkan waktu makan dua sekaligus, pagii dan siang.
" Mas harap bisa secepatnya ada nyawa disini dan akan menjadi malaikan kecil kelak ia lahir." harap Ruben dengan tangan mengelu perut rata Santi.
"amin...Aku juga berharab begitu mas." jawab Santi yang mengaminin permohonan suaminya. " Mas,, aku lapar." Rengek Santi saat perutnya berbunyi minta diisi.
" Astaga.. Sudah siang." pekit Ruben terkejut melihat jarum jam sudah menunjukan pukul satu siang.
"yaialah sudah siang.! emangnya mas pikir apa." tanya Santi mengerucutkan bibirnya.
" Hehehe mas pikir masih pagi sayang. Soalnya gk terasa sih." jawab Ruben menyengir.
" gimana mau terasa. Oang mas dari tadi gempur aku terus." ketua Santi.
" abia enak sayang, bikin ketagihan." jawab Rubebn terkekeh dan mengecup pipi Santi yang mengakibatkan rina merah kemabli mencul diwajahnya.
" ok tuan putri kita akan makan siang setelah mandi." Jawab Santi langaunng membopong tubuh istrinya menuju kamar mandi.
" Mas. turinkan aku." pekit Santi meronta minta diturunkan.
" Kamu akan susah jalan sayang, jadi diamlah." titah Ruben tatap berjalan menuju kamar mandi.
Mereka pun mandi bersama. Ya hanya mandi bersama karna Santi yang sudah sangat lapar, makanya Ruben menahan diri untuk tidak memakan istrinya di kamar mandi
Selesai mandi mereka memakai pakaian masing masing, lalu bergegas turun menuju meja makan untuk makan makanan yang sudah dingin itu.
Sedangkan di kantor Ans hanya bisa menggerutu dan mengumpat meluapkan kekesalnya pada karnyawan.
Sejak pulang dari rumah Ruben, Ans hanya bisa marah marah sendiri karna perlakuan bosnya yang seenaknya melimpahkab pekerjaanya padanya, sedang Ruben asyik bercinta dengan istrinya.
" enak saja dia bercinta dengan istrinya sedangkan aku pusing memikirikan perusahannya." gerutu As dalam Ruangannya.
" akhhhhh." teriak Ans kesal.
__ADS_1
Belum habis kekesalanya pada bos, kini bertambah dengan kedatangan teman boanya yang pastinya akan membuat Ans semakin gila saja.
" Hei datar.! kemana bosmu." tanya Riko sembari mendudukan tubuhnya di atas Sofa.
" Tidak masuk." ketus Ans.
" Ho,, ada apa dengan wajahmu." tanya Riko dengan alir yang saling bertaut.
" Tidak ada."
" tapi wajahmu sedang tidak enak dilihat itu "
" aku bilang tidak ada ya tidak ada " jawab Ans yang mulai terpancing emosi lagi.
" hei santai dong. Dimana bosmu." tanya Riko menenangkan Ans.
" Dirumahnya lah."
'" nagapain.? tumben banget." tanya Riko heran.
" Sedang bercinta."
"ha.." Riko tercengang mendengar pengakuan fulgar Ans tentang bosnya. " Serius kamu.?" tanga Riko kepo.
" Bukan urusanmu.! dak kau pergilah dari sini.!" Usir Ans Sedikit berteriak.
" kau mengusirku." tanya Riko tak percaya.
" ya." Jawab Ans singkat.
" ais kau ini tidak seru." ketus Riko berlalu pergi meninggalkan asisten temannya yang selalu menyebalkan itu baginya.
Bersambung...
Kasih author ya.
LIKE
VOTE
KOMENT
__ADS_1
RATE
HADIAH