
Lili dan Riko dalam perjalan pulang, dan sepanjang perjalanan itu, senyum tidak pernah luntur dari kedua pasangan itu, rasanya terlalu sayang jika di lewatkan begitu saja.
"Sayang rasanya aku jatuh cinta lagi" ucap Riko mengecup tangan Lili yang sedari tadi dia genggam.
Riko menyampaikan rasa yang dia rasakan saat ini untuk di tujukan pada calon anak mereka, tapi rupanya Lili salah memahami dan dia berpikir mungkin suaminya jatuh cinta pada wanita lain.
Senyum yang sedari tadi terbit meredup seketika, "kau jatuh cinta lagi" tanya Lili dengan mata yang mulai berkaca kaca, tapi hal itu belum disadari oleh Riko.
"Hooh, aku jatuh cinta lagi" jawab Riko mengulang ucapannya.
Lili sudah tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menagis lagi, dengan suara yang bergetar dia berkata "kau jatuh cinta disaat aku sedang hamil begini?"
Riko yang mendengar isak tangis istrinya langsung menoleh dan dia bisa melihat istrinya yang tersedu, hal itu membuat Riko panik dan dengan segera dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Sayang kamu kenapa menangis?" tanya Riko dengan tangan yang meraih kedua pipi Lili.
Dengan cepat Lili memalingkan wajahnya ke samping, dia enggan menatap suaminya yang membuat moodnya jadi buruk begini.
"Hei sayang katakan ada apa hmm?" tanya Riko lembut karena tak kunjung mendapat jawaban.
"Kau tanya aku kenapa? jelas jelas kamu yang membuatku menangis karena perkataanmu yang ternyata jatuh cinta lagi" jawab Lili kembali memalingkan wajahnya.
Riko tersenyum mendengar perkataan istrinya, dia baru paham sekarang kalau Lili salah mengartikan maksud dari ucapanya, dan jujur saja itu membuat dia senang juga karena dia bisa tau kalau sekarang hati Lili benar benar tertuju untuknya.
"Sayang...!" panggil Riko dengan lembut.
Riko menjepit dagu Lili dan menariknya sedikit agar bisa memandang ke arahnya "Dengarkan aku sayang.. maksud aku bukan jatuh cinta pada wanita lain" ucap Riko dengan tatapan lembutnya.
"Lalu?" tanya Lili.
"Maksud aku tuh...Aku memang jatuh cinta tapi bukan pada wanita lain, aku jatuh cinta pada calon anak kita" ucap Riko dengan sungguh, di sertai senyum menisnya sebagai bumbu moment saat itu.
"Benarkah?" tanya Lili denga mata yang kembali berbinar dan senyumnya kembali merekah saat mendengar maksud dari suaminya.
"Iya sungguh"
"Maaf ya, aku berpikir kamu jatuh cinta pada wanita lain" kata Lili menundukan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak masalah sayang" jawab Riko dan langsung membenamkan bibirnya pada bibir Lili.
"Oh ya, jadi tidak kita ke rumah bunda?" tanya Lili setelah ciuman lembut Riko terlepas.
"Tentu saja jadi, dan kita akan berangkat pekan nanti" jawab Riko dengan tangan yang mengusap rambut Lili.
"Terimakasih sayang.." seru Lili memeluk tubuh Riko dan mencium pipi suaminya dengan
sayang.
"Kita jalan lagi?" tanya Riko.
"Tentu saja, tidak mungkin kita di sini terus" jawab Lili.
"Baiklah ratu ku, hamba siap menjalankan perintah"
Lili terkekeh mendengar jawaban suaminya,yang menurutnya semakin lama semakin manis saja setiap saat dan setiap waktu.
Mereka kembali melaju menuju kediaman mereka, dan juga untuk istrahat karena Riko tidak lagi kembali ke kantor, ada Halim yang mengerjakan semua untuknya.
.
.
.
Setelah mengantar Helena, Miko mulai menacari informasi lebih lanjut tentang tempat wisata yang akan di kunjungi Ans dan istrinya.
Dan setelah semua siap dan dia sudah mendapat informasi dimana saja pulau yang bagus untuk pasangan, Miko kembali ke perusahaan dan tujuannya kini adalah, ruangan Ans.
"Tuan! ini pulau yang tuan inginkan" kata Miko menyerahkan beberapa informasi tempat wisata yang bisa di jadikan tempat bagi para pasangan.
Ans mengambil map yang dari tangan Miko dan melihatnya, ada banyak pilihan yang pastinya sangat bagus tapi dia ingin tempat yang bagus yang memiliki resort untuk di tempati bedua dengan istrinya dan yang peling penting adalah tempat yang bisa memanjakan mata mereka saat berada di dalam resort.
Lama memilah dan memilih hingga akhirnya pilihannya jatuh pada Tempat yang sesuai dengan keinginannya, Nihiwatu, yang berada dia NTT.
Berlokasi di desa Hobawawi, Wanukaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), resor ini terbilang mewah dan nyaman dengan keunikan tradisi lokal. Lokasi ini menyediakan Resort seperti rumah pohon yang langsung memberikan pemandangan Samudra Hindia. Para traveler juga berkesempatan menikmati private pools dengan Pantai Nihi.
__ADS_1
"Aku mau yang ini" tunjuk Ans, dan kau urus semuanya dan pastikan jika kami merasa nyaman disana" ucap Ans kembali memberi perintah.
"Pesawat akan memakan waktu saru setengah jam perjalan tuan"
"Urus dengan baik dan aku mau pekan depan sudah bisa kesana!"
"Baik tuan, saya akan mengurus semuanya untuk anda" jawab Miko yang langsung berlalu pergi dan mengurus semua kebutuhan bosnya.
"Aku akan membuat mu mengingat moment kita Helen sayang" gumam Ans.
Dia akan membuat moment yang indah untuk Helena dan mungkin disana dia akan mengungkapkan perasaan dan harapannya untuk pada Helena dan dia berharap perasaan itu akan di sambut baik oleh istrinya.
"Hallo Bunda"
Ans menerima panggilan yang masuk di tengah lamunannya dan terngata itu adalah panggilan dari wanita yang telah melahirkanya.
"Kenapa Helena tidak menjawab panggilan Bunda nak?" tanya Bunda saat Ans menjawab panggilannya.
"Mungkin dia sedang tidur bun" jawab Ans "Bunda tau? jam segini adalah waktu dia untuk tidur" kekeh Ans yang mengingat jika di jam seperti ini Helena akan berkelana dalam tidurnya.
Bunda ikut terkekeh mendengar penuturan Ans, dan lebih lagi bunda bahagia melihat putranya yang selama ini tersenyum karena alasan mereka saja kini bisa tersenyum karena alasan seorang wanita yang tak lain adalah istrinya.
"Jadi kau sudah tau dan hafal akan kebiasaan istrimu ya?" ledek Bunda.
Ans yang di ledek oleh bunda bersemu merah, dia juga tidak tau entah kenapa semua kebiasaan Helena terekam begitu dalam otaknya, padahal dia tidak selalu berada dirumah dan dia juga hanya melihat sesekali saja.
"Itu karena kami sudah tinggal bersama Bun" elak Ans.
"Ya karena kalian tinggal bersama dan Bunda senang karena itu" ucap Bunda "oh ya pekan depan kalian main ke rumah bunda ya" lanjut Bunda.
"Maaf Bunda, tapi aku berencana mengajak Helen untuk berlibur" jawab Ans tidak enak hati pada Ibunya.
"Oh ya? dimana sayang?" tanya Bunda Heboh
Ans melongo mendengar respon Ibunya dia pikir mungkin Ibunya akan merasa kecewa karena tidak bisa memenuhi keinginanya tapi ternyata dia malah mendapat respon heboh seperti ini.
"Dasar Bunda" batin Ans.
__ADS_1
Bersambung...