Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua hamil


__ADS_3

mereka sudah selesai menyantap makanan yang diinginkan Riko, kemudian melanjutkan perjalanan mereka kembali ke kediaman dan beristirahat.


Tetapi di pertengahan jalan Riko tiba tiba saja menghentikan mobilnya saat merasakan perutnya kembali bergejolak ingin memuntahkan isi perutnya.


" Kenapa berhenti?" tanya Lili mengerutkan keningnya.


" Perutku sakit lagi ingin muntah." jawab Rikonyang langsung membuka pintu mobil dan memuntahkan isi perutnya di pinggiran jalan tepat di tempat sampah.


Hoek hoek hoek


Riko kembali lagi mual munta, jika dihitung ini yang ketiga kalinya muntah-muntah dalam satu hari ini dan hal itu sukses membuat Lili jadi sangat khawatir takut jika ternyata bukan karena mag tetapi mungkin karena penyakit lain.


" Sayang kita ke rumah sakit aja ya, kamu idab muntah tiga kali loh dalam sehari ini belum juga sampai malam hari."


Lili kembali membujuk Riko untuk ke rumah sakit memeriksakan keadaannya karena Lili benar-benar sudah sangat khawatir akan keadaan suaminya yang terlihat sangat pucat dan lemas sehabis memuntahkan semua isi perutnya.


Tidak ada jawaban dari Riko hanya anggukan kepala yang diberikan sebagai tanda persetujuan akan ajakan Lili.


"Tapi aku tidak bisa mengemudikan mobilnya Sayang aku benar-benar sangat lemah sekali."kata Riko


" biar aku yang kemudikan mobilnya dan kamu istirahat saja. "Jawab Lili Seraya memapah tubuh Riko dan mendudukkannya di di kursi sebelah kemudi.


Perlahan mobil mulai berjalan yang dikendalikan oleh Lili membawa mereka menuju rumah sakit terdekat, sampai di sana Lili kembali lagi memapah tubuh Riko menuju rumah sakit.


" Tolong suami saya sedang sakit, periksa keadaanya suster." pinta Lili saat salah satu petugas datang menghampiri mereka.


" Baik mari kita keruang pemeriksaan saja." ajak Suster yang berniat membantu memapah tubuh Riko.


" Jangan sentuh aku.!" sentak Riko menolak dengan keras bantuan Petugas itu.


Lili kaget melihat respon Riko yang menolak bantuan dari suster, tetapi kemudian dia langsung mengerti jika Riko mungkin tidak suka disentuh oleh wanita lain.


"Suster tolong ambilkan saja kursi roda agar lebih mudah bagi kita mengantarkannya ke ruang pemeriksaan." pinta Lili yang sebenarnya tidak enak hati.

__ADS_1


" Baik" kata suster yang bisa mengerti akan sikap sikap orang kaya yang seperti itu, apa lagi jika prianya sudah beristri sudah pasti akan sangat sensitif dengan wanita lain.


Langsung berlari untuk mengambilkan kursi roda permintaan Lili dan Tak lama kemudian ia kembali dengan mendorong kursi roda itu ketikannya di hadapan pasangan itu.


"Ini dudukan saja suami Anda di sini." kata suster


"Terima kasih suster" ucap Lili kemudian membantu Riko untuk duduk di sana.


Tapi lagi-lagi drama kembali terjadi saat Riko merengek tidak ingin duduk di kursi roda karena merasa kursi roda itu tidaklah pantas untuk dia karena dia tidak parah sehingga harus dibantu dengan kursi roda.


" Sayang.. Aku tidak mau duduk disini." rengek Riko


" Astaga Riko! jangan membuatku marah di saat seperti ini."


" Tapi aku tidak mau duduk disini, bantu saja aku berjalan sampai di ruang pemeriksaan." pinta Riko yang tetap merengek.


Lili mengedarkan pandangannya ke setiap sudut lorong rumah sakit dan ternyata beberapa pasang mata yang ada di sana memperhatikan drama mereka sehingga mau tidak mau mengalah dan akhirnya Lili memapah Riko berjalan menuju ruang pemeriksaan dan tidak lagi menggunakan kursi roda.


RIko kini berbaring di atas brankar dan dokter sedang memeriksa keadaannya terkadang dokter itu mengerutkan keningnya saat stetoskop ia tempelkan di nadi dan jantung Riko.


"Suami Anda baik-baik saja, hanya saya tidak bisa memastikannya karena saya bukan ahli dokter kandungan jadi lebih baik silakan ke ruang obgyn agar ibu bisa diperiksa."


"Hei! kenapa Istriku yang mau diperiksa yang muntah muntah itu aku bukan istriku Kenapa kau malah menyuruh kami untuk memeriksakan keadaan istri." sentak Riko saat mendengar penuturan dokter.


" Sayang kau diamlah dulu." tegur Lili.


" Begini Tuan, dari hasil pemeriksaan, saya melihat keadaan anda baik-baik saja dan anda juga tidak memiliki riwayat penyakit mag sehingga bisa saya simpulkan jika mungkin istri anda tengah mengandung saat ini, jadi untuk lebih jelasnya lagi kenapa bisa seperti itu? Kenapa Anda bisa mengalami mual muntah seperti ini langsung konsultasikan pada dokter kandungan agar kejelasannya dapat diketahui dari dokter itu. " tutur dokter dengan senyum lembutnya.


Riko yang mendengar bahwa kemungkinan istrinya hamil bukan main kebahagiaannya, Bahkan rasa lemas yang sempat dia rasakan hilang seketika berganti dengan girang.


melompat turun dari brankar berdiri tepat disamping istrinya memeluk dengan erat dan mencium puncak kepala istrinya dengan sayang.


" Sayang kau dengar itu, mungkin kau sedang hamil saat ini." ucap Riko kegirangan.

__ADS_1


" Belum tentu sayang, kau dengar tadi dokter mengatakan kalau itu hanya doktrinnya saja belum tentu hasilnya memang seperti itu." ucap Lili yang tidak mau berharap lebih.


Bukan tidak menginginkan hanya saja Lili tidak berharap lebih untuk hal yang satu ini takut takut nanti hasilnya negatif dan akan membuat kekecewaan untuk mereka.


"Tidak masalah sayang apapun hasilnya kita harus bisa terima, tapi tidak ada salahnya bukan jika kita memeriksanya sekarang? ayo kita ke ruang obgyn untuk memeriksakan apakah kau benar hamil atau tidak. "ajak Riko.


Walau berat tetapi Lili tetap mengikuti langkah Riko ia membawanya menuju ruang obgyn, dan sepanjang perjalanan perasaan Lili gundah takut bercampur menjadi satu, takut jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan dan Keinginan mereka.


Sampai di sana Riko langsung berbicara dengan dokternya yang sebelumnya sudah dihubungi oleh dokter yang memeriksa Riko tadi.


" kami ingin memeriksakan istri saya apakah dia benar hamil atau tidak. "ucap Riko yang langsung mendekat dan duduk di hadapan dokter kandungan di ikuti Lili.


" Baiklah, silahlan langsung saja ibu berbaring disana." ucap Dokter seraya menunjuk ranjangn untuk pasien yang ingin di USG.


Seorang suster yang selalu standby berada di samping dokter kandungan itu langsung bergerak membantu Lili untuk berbaring di atas brankar dan kemudian mengoleskan jel di atas perut Lili sebelum alat USG ditempelkan oleh dokter nantinya.


setelah itu dokter mendekat dan mulai mengarahkan ultrasoud ke perut lili, sementara Riko samping Lili dan pemegang sebelah tangan Lili, tetapi matanya terfokus pada layar monitor yang menyala itu memperlihatkan semua isi di dalam perut Lili.


Dokter masih sibuk mengarahkan ultrasound hingga akhirnya dia berkata " selamat ya nona anda positif hamil." ucap Dketr tetap menggerakan ultrasoudnya.


" Benarkah?" tanya Riko hampir tidak terdengar karena saking terkejut dan bahagianya dia mendengar ucapan selamat dari dokter itu, bahkan matanya pun tidak teralihkan dari layar monitor yang menunjukkan kantung bayi yang masih berupa titik kecil.


" Benar tuan istri anda positif hamil, ini satu kantong yang berupa titik kecil ini adalah kantung tempat bayi kalian." kata doter mengarakan kursor tepat di tempat yang dimaksud.


" Sayang...Kamu hamil kamu hamil sayang." kaya RIko yang langsung berhambur memeluk istrinya dan memciumi selurub wajah istrinya sebagai ucapan terimakasihnya.


" Iya sayang aku hamil, aku hamil." jawab Lili begertar menangis karena terharu merasakan adanya kehidupan didalam dirinya.


" Hei kenapa menangis." tanya Riko mengusap pipi Lili yang basah karena air mata.


" Aku bahagia sayang." jawab Lili tersenyum manis.


" I Love You sayang." ucap Riko dan kemudian mencium bibir Lili.

__ADS_1


Bersambung....


sampai disini dulu gaesss, author mau lanjut di lapak lain yeeee...👋😘😘😘


__ADS_2