Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Menikah


__ADS_3

Dua hari setelah kejadian dimana Helena pingsan akibat pertengkaran Ans dan Darren dan dua hari pula Darreb tidak lagi menemui Helena.


Bukan karena keinginannya tapi karena Ans yang melarang keras dirinya, bahkan mengancam akan menghancurkan restoran mewah Darren jika dia masih nekat menemui Helena.


Bukan takut, hanya saja Darren masih berpikir rasional terhadap resiko yang akan terjadi bila nekat, bukan dirinya saja yang hancur jika usahanya gulung tikar tapi keluarganya akn ikut merasakan dampaknya nanti.


Rupanya baru terkuak satu fakta bila Ans jauh lebih sadis dan tidak beperasaan dari Ruben si bos besarnya terhadap lawan yang mengancam dirinya, Ia akan dengan senang hati menyingkirkan orang yang menjadi ancamannya hingga sampai ke akar akarnya.


Dan hari ini juga, acara pernikahan yang di gelar tertutup antara Ans dan Helena anak di laksanakan, hanya sanak saudara dan orang tua Ans yang ada disana.


Tidak ada dari pihak Helena satu orang pun. tentu saja tidak ada, bagaimana mungkin Helena memberi tau keluarganya tentang pernikahannya jika keadaan dirinya yang sedang hamil Itu hanya akan membuat beban bagi ibunya yang merasa bersalah karena dialah Helena bisa seperti ini.


Ya tentu saja ibunya akan merasa bersalah, karena Helena mengalami semua itu karena dia yang sekarat dan butuh biaya yang banyak untuk pengobatannya, meski itu semua bisa di katakan adalah musibah yang semua orang pasti tidak akan menginginkannya, tapi tetap saja jika Helena tidak bekerja di sana maka itu semua tidak akan pernah terjadi.


Oleh karena itu Helena memutuskan untuk tidak memberitahukan keluarganya terutama ibunya, lagi pula pernikahan mereka hanya sementara saja sampai Helena melahirkan dan Setelah itu mereka akan berpisah, jadi tidak ada gunanya bukan ia mengatakan pernikahannya kepada keluarganya yang toh akan berpisah kelak.


Semua keluarga menunggu kedua mempelai selsai merias diri terutama Helena yang masih di rias oleh MUA.


sebenarnya semua kerabat sangat terkejut mendengar berita pernikahannya yang mendadak ditambah lagi sang calon mempelai wanita sudah dalam keadaan hamil, tak terkecuali orang tua Ans yang merasa sangat marah dan geram atas perbuatannya yang sudah mengabaikan Helena selama lima bulan ini tanpa berniat mencari tahu kabar selanjutnya dari wanita itu.


Tapi mengingat kesungguhan Ans mengatakan ingin menikahinya dan mendengar alasan mengapa Ans tidak mengetahui tentang kehamilan Helena, orang tuanya pun akhirnya memaklumi.


Bahkan mereka sangat mendukung keputusan Ans yang ingin menikahi Helena. Bagaimana tidak mendukung? karena memang sudah lama orang tuanya menginginkan harus menikah.


Sekarang Keinginan mereka akan terwujud. Ans akan menikah, dan kabar gembiranya Lagi Ans menikahi wanita yang sudah mengandung yang artinya tidak lama lagi mereka akan memiliki cucu keturunan dari keluarga Wijaya tanpa tahu jika dibalik pernikahan itu ada kesepakatan yang sudah dibuat oleh Ans bersama Helena.


Helena sudah selesai dirias, wajahnya yang Ayu semakin terlihat cantik dengan riasan yang tampak elegan namun tidak mencolok dengan gaun pernikahannya yang sedikit longgar disesuaikan dengan keadaan tubuhnya yang sedang membuncit.


"Wah... anak gadisnya Bunda cantik sekali." seru Bunda mamanya Ans yang baru muncul dari balik pintu.

__ADS_1


"Terima Kasih Bunda. Bunda juga cantik meskipun usianya tidak muda lagi tapi masih tetap awet muda. "seloroh Helena membalas pujian Bunda.


" Ahhh masa sih masih cantik." girang Bunda " Bunda senang mendengarnya sayang. Ayo kita keluar, acaranya akan di mulai." ajak Bunda.


" Ayo bunda." jawab Helana yang sesungguhnya merasa tidak baik baik saja.


Tapi dia pandai sekali menutupi kesedihannya di depan orang lain, karena tidak mau jika orang lain tau kesepakatan apa yang sudah mereka lakukan dan sandiwara yang bagaimana yang harus Helan lakukan di depan orang banyak.


Jika saja bisa memilih dan jika saja keadaan berpihak padanya Mungkin dia akan memilih tidak menerima kesepakatan yang diberikan kepadanya, dia tidak akan pernah mau menikah dengan pria yang tidak mencintainya sama sekali dan juga diapun tidak punya rasa terhadap pria itu.


Sekalipun alasannya adalah karena anak di dalam kandungannya. Jika saja lagi-lagi dan jika saja keberuntungan ada padanya Mungkin dia akan memilih untuk membesarkan anaknya sendiri tanpa melibatkan pria itu, tanpa melibatkan orang lain yang membuat dia harus berada dalam keadaan seperti ini.


" Ya Tuhan semoga ini adalah yang terbaik untuk semuanya." batin Helena.


Semua orang yang hadir pada acara itu sudah berkumpul menantikan pengantin wanita menuju altar pernikahannya yang hanya diselenggarakan di kediaman millik Ans.


Acara Segera dilaksanakan, Janji Suci sudah terucap dari kedua mempelai. kebahagiaan jelas sekali terpancar dari kerabat dan orang tua Ans karena akhirnya Keinginan mereka agar Ans cepat menikah sudah terpenuhi.


Larut dalam kebahagiaan, tidak ada yang tahu jika salah satu dari mempelai ada yang sedang bimbang antara bahagia dan juga sedih.


Bahagia karena akhirnya yang ditakutkan selama ini tidak terjadi, ketakutan akan anak yang tidak memiliki Ayah ternyata hanya ketakutan belaka Karena kini anaknya akan memiliki ayah, anaknya akan memiliki nama belakang keluarga.


Tapi bersamaan dengan itu kesedihan pun merajainya, sedih karena pernikahannya berakhir setelah anaknya lahir, sedih karena mungkin dia tidak akan bisa berada di samping anaknya lagi.


" Selamat sayang, akhirnya kalian sudah menikah." ucap Bunda memluk Helena saat sudah berada di samping Ans dan Helena setelah acara pernikahan mereka usai.


"Iya bunda terimakasih." ucap Helena dengan senyum tulusnya membalas pelukan hangat bunda.


" Selamat sayang." ucap bunda berganti memeluk Ans putrannya.

__ADS_1


" Iya bunda, apa bunda sekarang senang karena akhirnya memiliki menantu?" tanya Ans dengan sedikit menyindir bundanya yang selalu mendesaknya untuk menikah.


" Tentu saja bunda sangat bahagia, apa lagi sebentar lagi bunda akan langsung menimang cucu. Iyakan yah.?" kata bunda meminta pendapata suaminya.


" Tentu. Tentu saja agar kau tidak lagi merpotkan bundamu." Jawab Ayah sekaligus menyindir.


" Kapan aku merepotkan bunda?" tanya Ans yang tidak terima di tuduh seperti itu " Yang ada ayah tuh yang buat bunda repot terus." ketus Ans.


" Kau ini anak siapa sih! tidak pernah mengalah padaku." ketus Ayah.


" Sudahlah kenapa kalian bertengkar terus! apa kalian tidak malu pada menantuku yang cantik ini." ucap Bunda melerai Ayah dan Anak itu dan menoel dagu Helena dengan lembut.


" Tidak apa apa bunda. Aku justru suka melihat ayah dan mas Ans kompak seperti itu." jawab Helena lembut.


" Ck, kenapa kau mau dengan anakku yang nakal ini Helena? harusnya kau cari saja pria lain." seloroh Ayah.


" Ayah..!" ucap Ans dan Bunda bersamaan.


" Ans lebih baik kau bawa saja istrimu istrahat Ans, pasti dia lelah sekali terlalu lama berdiri." ucap Bunda yang langsung menyeret suaminya pergi dari sana.


" Ayo aku antarkan kau istrahat." ajak Ans.


" Terimakasih, aku bisa sendiri." tolak Helena yang sudah memantapkan hatinya untuk tidak tersentuh dengan sikap lembut Ans, karena takut kelak ia jatuh hati dan tidak bisa lagi pergi dari pergi dari pria itu.


" Aku antarkan kau! dan aku tidak terima penolakan." tegas Ans yangerasa tidak suka dengan penolakan Helena.


Akhirnya Helena mengikuti kemauan Ans, dan tidak lagi membantah karena dia sudah sangat lelah karena acara ini dan dia tidak mau bertambah lelah karena bertengkar dengan Ans .


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2