Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Dimana Istriku


__ADS_3

"Dimana istriku.?" bertanya dengan sangat dingin dan mengintimidasi lawannya.


" eh,,an anu sa,,saya tidak tau." jawab Lili gugup. Pasalnya ia sudah berjanji tidak akan memberitahukan siap pun mengenai keberadaan Santi.


" Kau tidak mau memberitahukan padaku.?"


" tid,,tidak. Eh, maksudnya saya tidak tau Tuan santi dimana." jawab Lili dengan kedua tangannya meremas ujung bajunya. Lili sangat takut pada tatapan Ruben terlebih dia takut jika dipecat oleh bosnya ini.


" Sepertinya kau tidak menyukai pekerjaanmu itu ya." saut Ruben mulai menggunakan kekuatannya karna ia bisa menangakap kebohongan dari gelagat Lili.


" eh saya.-" belum sempat lili menjawab, suara seseorang menghentikannya.


" Apa yang ada lakukan disini tuan Ruben yang tehormat.?" tanya seseorang yang tak lain adalah Jovan.


Ruben mengalihkan perhatiannya. Seketika wajahnya berubah marah melihat siapa yang datang. Ya, Ruben tidak menyukai Jovan,karna menurutnya Jovan yang sudah menjadi penyebab dia menjauh dan berantakan dengan istrinya.


" apa yang ada lakukan tuan di malam hari begini di kontrakan seorang wanita,? apa anda tidak berpikirs akan komentar tetangga.?" Jovan kembali mengulang pertanyaanya.

__ADS_1


" Bukan urusanmu.!" sergah Ruben yang sudah mulai marah tapj ia tetap berusaha tenang.


" oh ya.?" alis Jovan terangkat bibirnya berkedut membentuk senyum sinis dengan tatapan meremehkan.


" Ini urusan saya tuan.! karana apa,? karna orang yang sedang anda datangi adalah sahabat saya dan dia juga sudah menjadi tanggung jawab saya." jawab Jovan santai.


" Ruben yang kesal pun langsung meraij kerah baju Jovan. Ia sungguh muak melihat lelaki itu, apa lagi Jovan sudah mengganggu waktunya mencari Santi.


" Dasar brengsek,! kau sudah mengganggu waktuku.! dengar ini baik baik.! aku tidak ada urusan dengan kamu dan aku tidak peduli dia tanggung jawabmy atau tidak. Yang aku mau tau adalah keberadaan istriku. paham.!" bentak Ruben.


Bukannya takut, Jovan malah tertawa sinis, dan mengejak Ruben. Ia sudah bisa menebak kalau niat Ruben datang kesini karna ingin mencari Santi.


" Bahkan kau pergi dan tidak pernah kembali lagi hingga bulan berganti, dan setelah itu surat gugatan yang ia terima sebagai balasan untuk dirinya yang selalu menunggu kepulangan suaminya." sambung Jovam seraya melepas paksa tangan Ruben yang mencekram kerah bajunya.


Ruben bungkam seketika, mendadak dadanya sesak seperti terhantam bongkahan es yang sangat besar, nafasnya tercekat, ia merasa lemas seluruh tubuhnya mana kala ia mendengar satu kenyataan lagi bahwa selama ini ia ditunggui oleh sang istri.


Dan bodohnya ia tidak melihat itu ia tidak mendapat kabar tentang itu dari pengawal santi.

__ADS_1


Bagaimana mungkin pengalnya melaporkan hal seperti itu, sementara mereka hanya bertugas mengawal Santi saat berada diluar saja dab mengawasi rumahnya dari jarak yang lumayan jauh.


Sedangkan didalam rumah Rubeb tidak tau sama sekali apa yang dilakukan Santi bahkan dengan begitu bodohnya ia tidak bertanya pada bi Asih selaku asistem rumah tangganya.


" Kenapa ada diam Tuan.? apa anda baru sadar semua yang saya katakan adalah benar.?" tanya Jovan denga sebelah alisnya tetangkat


" Katakan dimana istriku.?" tanya Ruben yang tidak menghiraukan pertanyaan Jovan.


" Saya tidak tau." jawabnya singkat


" katakan dimana istriku "! bentak Ruben.


Bersambung...


hai hai,,,,,, segini dulu ya readers tercinta aku😘


besok kita lanjut lagi😊

__ADS_1


tapi author minta dong rate,vote,like dan komen dari teman readers semua biar author makin semangat nulisnya😊🙏


__ADS_2