
Sampai di kantor, Ans langsung menghepaskan tubuhnya di kursi kebesaran miliknya, menghela napasa kasar. Sungguh dia benar benar bingunh dengan apa yang baru saja dia lihat.
Bagaimana mungkin Gadis itu sampai di Surabaya, sedangkan yang ia tahu Gadis itu berasal dari pinggiran desa di ibukota. dan lagi apa mungkin Gadis itu tega meninggalkan keluarganya sedangkan Ibunya baru saja selesai operasi dan siapa yang akan merawat ibunya
Karena sepengetahuan yang ia dapat informasi dari orang suruhannya, Gadis itu merupakan tulang punggung dalam keluarganya setelah kematian ayahnya beberapa tahun yang lalu.
Dengan kasar Ans meraih ponselnya dan men-dial nomor seseorang, " ke ruanganku sekarang juga.! " pinta Ans saat panggilannya dijawab oleh orang yang dituju.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangannya yang tak lain adalah Miko asistennya.
" Kerjakan sesuatu untukku! " kata Ans to the point.
" Apa yang bisa saya lakukan untukmu Tuan."
" Cari tau tentang seseorang untukku."
" Siapa itu."
" Seorang wanita yang berasal dari ibuKota, dan kemungkinan dia berada disini."
" Saya bisa melihat fotonya."
"Sial.! aku tidak memiliki foto gadis itu." umpat Ans saat menyadari dia tidak memiliki foto gadis itu satupun.
__ADS_1
Pernah memang anak buahnya mengirimkannya tapi saat itu juga Ans mendelete semua gambar yang dikirimkan padanya, karena saat itu dirinya berpikir tidak penting dan tak pernah ia tau kalau akan kembali mencari Gadis itu lagi.
"" Bagaimana cara mecarinya Tuan."
"Hais kamu membuat aku pusing saja! sudahlah kalau keluar Saja ke sana." usir Ans yang menyadari kalau dia tidak bisa mencari tahu Gadis itu.
"Baiklah saya permisi!" pamit Miko, baru saja Miko berbalik tapi kembali terhenti karena dicegah oleh Ans.
" Tunggu.! bacakan apa saja jadwal saya hari ini.
" Jadwa anda tidak ada yang terlalu penting, tidak juga ada pertemuan dengan Klient, tuan hanya akan memeriksa laporan yang ada didepan anda sebelum dirim ke kantoe pusat nanti."
" Baiklah, kau boleh keluar."
"Mungkin lain kali saja aku mencari tahu tentangnya. " monolog Ans.
waktu semakin siang tak terasa jam istirahat sudah tiba dan Ans juga sudah merasa lapar karena memang ini sudah waktunya untuk makan siang.
Bergegas berdiri dari kursinya dan berjalan menuju pintu ruangannya membukanya dan berjalan lagi menuju ruangan Miko.
" Miiko kita makan di restoran yang kemarin kita datangi. " kata Ans saat sudah berada di depan pintu ruangan Miko.
Buru buru berdiri saat mendengar perkataan Bosnya. " baik tuan kita berangkat sekarang." sahut Miko.
__ADS_1
Mereka kini berada di restoran yang kemarin merak kunjungi aaat meeting, entah kenapa tersiray keinginan untuk kesana, seperti ada sesuatu yang menariknya disana.
" Selamat datang di restoran kami tuan Ans." sambut sang pemilik testoran.
" Ya." hanya itu lah jawaban yang diberikan oleh Ans atas sambutan.
"Apa kau pemiliknya?"
" Iya tuan, saya pemiliknya. perkenalkan saya Darrel Graham.
" Iya baiklah, beri aku menu spesial hari ini." kata Ans.
" Baik tuan segera di antarkan. oh itu pelayannya sudah datang."
Ans menoleh melihat kearah dua orang pelayan yang mengantarkan menu makan siang mereka. Ans mematung melihat apa yang ada didepannya, bukan makanannya yang menbuat dia mematung. Bukan karen makananya, tapi karena pelayannya yang membuat dia tak bisa bicara.
Tidak jauh berbeda dengan Ans, wanita itu pun merasakan hal yang sama bahkan terkesan ada ketakutan dalam dirinya, terlebih bayangan lima bulan yang lalu saat Ans menyuruhnya pergi dari hadapannya.
Bersambung...
segini dulu yah gaesss,,,, besok lagi ya๐๐
jangan lupa like, koment, vote, rate, dan beri author hadiah๐๐
__ADS_1