Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Banyak Cerita


__ADS_3

"Ck, sudahlah percuma punya suami yang tidak cemburu, berati dia tidak lagi mencintaiku" rajuk Helena


"Bunda sayang..." rengek Ans membuat Helena ingin sekali tertawa tapi berusaha untuk di tahan, "Ayah sayang ayah cinta dan iya ayah cemburu sama putri kita yang menggamaskan ini karena sudah menyabotase waktumu dariku" aku Ans pada akhrinya membuat Helena tertawa keras.


"Jangan tertawa bun!" tegur Ans dengan wajah masamnya.


"Bunda hanya tidak habis pikir kenapa ayah bisa cemburu pada putri sendiri?" Kekeh Helena.


"Sudahlah bunda jangan katakan lagi!"


"Sini yah duduk di samping kita" ajak Helena menepuk nepukan tangannya di atas kasur.


Dengan segera Ans mngikuti perkataan istrinya, dia duduk dan tanganya bergerak menyentuh pipi putrinya yang mulai gembul, kemudian menciumnya oelan membuat sang pemilik pipi hanya menggeliat dan kembali lagi tertidur.


"Suamiku.... tidak perlu merasa cemburu dengan putri cantik kita ini, dia hanya butuh bunda saat masa masa kecilnya, nanti jika dia sudah bisa begerak berjalan apa lagi bersekolah dan memiliki teman pasti akan mulai lepas dari bunda, dia akan lebih dominan sibuk dengan dunianya terlebih lagi jika sudah memiliki pasangan pasti waktu dan hidupnya akan terbagi dan ayah bisa memiliki banyak waktu bersama bunda" tutur Helena dengan lembut.


Ans terseyum mendengat perkataan istrinya karena memang benar apa yang di katakan Helena jika semuanya hanya sebentar dan lagi Jenn baru berumur dua bulan lebih jadi wajar saja jika dia tidak bisa lepas dari ibunya.


"Sayang maaf" lirih Ans.


"Kenapa minta maaf?"


"Ayah egois hanya memikirkan diri sendiri, memikirkna keinginan ayah yang ingin seperti dulu tanpa mau tau jika sudah ada putri cantik kita yang jauh lebih butuh perhatian kita" ucwp Ans dengan wajah yang penuh penyesalan.


Helena tersenyum melihat suaminya yang sudah mau mengerti keadaan mereka saat ini, "tidak masalah, yang penting saat ini kita fokus pada putri cantik kita dulu" jawab Helena dengan mengelus pipi Ans dengan lembut yang di balas senyum hangat dari Ans dan kemudian kecupan manis mendarat di kening kedua wanitanya.


"Terimakasih sayang sudah mau bersabar dengan suamimu yang banyak kelemahan ini"


"Terimakasih juga untuk suamiku yang sangat baik dan perhatian ini pada kita" jawab Helena.

__ADS_1


Mereja sama sama tersenyum hangat merasakan cinta masing masing dari pancaran mata kedua pasangan itu, hingga akhrinya harus terputus karena suara melengking Jenn yang manangis tiba tiba.


****


Hari hari terus di jalani kedua pasangan muda yang baru menjadi orang tua untuk anak pertama mereka, banyak kisah yang sudah di rasa, banyak waktu yang terasa jauh lebih berbeda, lebih menyenangkan dan juga melelahkan pastinya, tapi tetao itu membuat mereka bahagia.


Seperti saat ini pasangan Riko dan Lili yang duduk bersantai di lantai ruang tengah beralaskan karepet bulu, Riko sedang bermain dengan anaknya yang sudah pantau tengkurap bahkan tak jarang Miley tertawa jika Riko cilukba berama putrinya, sementara Lili hanya duduk santai di samping kedua kesayangannya.


"Pa, nanti kalau Miley imunisasi, papa antar lagi ya?" tanya Lili yang karena mengingat tiga hari lagi imunisasi Miley, untuk mengecek semua pertumbuhan Miley, mengecek berat badan dan lainnya.


"Tentu saja, papa harus ada untuk mengetahui pertumbuhan putri kita" jawab Riko.


Ya, kini pasangan muda itu kini sudah mengubah panggilan mereja sejak satu bulan yang lalu mengingat putri mereka yang cepat tanggap, membuat mereka harus berhati hati dalam berucap dan berkata agar tidak terkontaminasi dan mengikuti apa yang mereka katakan.


"Ck papa sekarang lebih perhatian sama Miley ya, mama di lupa kan"


"Papa...." rengek Lili


"Hahahaha..... Mma gemesin banget sihhh" ucap Riko mencubit pipi istrinya yang sudah mulai normal kembali seperti sebelun hamil, "mama jangan begiti dong sama anak sendiri, papa sayang sama kalian berdua, cinta juga sama sama kalian berdua, tapi memiliki porsi dan tempat masing masing di hidup papa" lanjut Riko membuat sang mama muda tersenyum dengan manis.


"Love you papa"


"Love you more sayang, sudah ayo kita main saja sama Miley" ucap Riko yang di anggukan oleh Lili.


Pada akhirnya, mereka bertiga asyik bermain dengan bintang hati mereka Miley, bercanda dan kadang Miley akan menangis jika tidak bisa mencapai keinginanya dan itu benar benar sangat menggemaskan bagi suami istri itu, bisa menyaksikan perkembangan watak dan kecerdasan Miley yang cepat.


.


"Ma...mama, udah siap belum!" teriak Riko.

__ADS_1


"Sabar pa..!" jawab Lili tak kalah kencannya teriakanya.


"Astaga mamaa....bukan mama loh yang berurusan, tapi Miley yang akan imunisasi, kok malah mama yang dandanan kayak gini! mau caper sama siapa mama disana!" sentak Riko sedikit naik volume suaranya, karena melihat penampilan Lili yang berndanda membuat mama muda itu terlihat sangat cantik dengan minidress yang senada dengan Miley merah maron.


"Ck, papa ini pun! namanya mau bawa Miley imunisasi, jadi harus dong mamanya tampil cantik dan lebih fresh biar tau jika balita yang menjadi bintang imunisasi selama ini memiliki bibit yang unggul" jawab Lili asal.


Riko semakin naik pitam mendengar jawaban istrinya, bagaimana bisa Rikp rela istrinya di tatap oleh pria pria yang ada disana nantinya, sungghmuh itu tidak akan di biarkan oleh Riko makhluk indah ciptaan Tuhan yang di khuskan untuknya di lirik pria lain.


Tanpa kata Riko memelkan bibirnya pada bibir Lili, mekunatnya dan menghisapnya sedikit tanpa menghiraukan gerakan Lili yang prites hingga akhirnya lipstik habis tak tersisa barulah Riko melepaskan pangutannya.


"Papa!" bentak Lili, "kenapa di cium sih lipstiknya habus deh" keluh Lili.


"Sengaja biar gak pake lipstik lagi"


"Ataga papa keterlaluan ya!" ketus Lili dan berbalik ingin kembali ke kamar.


"Jangan coba menggunakannya lagi ma, atau Miley papa yang bawa sendiri ke sana" ancam Riko yang sukses menghentikan langlah Lili.


Lili tidak akan membiarakn Riko ke sana, sudah cukup sekali tiga bulan yang lalu, saat dirinya baru pergi meninggalkan Riko dan Miley ke toilet tapi saat kembali matanya du suguhkan oleh para bidan centil yang menawarkan untuk menjadi ibunya Miley yang secara tidak langsung menawarkan diri jadi istri suaminya.


Dan mulai saat itu, tidak sekalipun Lili beranjak meninggalkan suami dan anaknya jika melakukan imunisasi walau hanya sejengkal saja tifdaj pernah, selalu ada alasan bagi Lili jika dirinya di suruh menjauh atau Riko di suruh berpindah temat.


"Ayo kita berangkat" ajak Lili dengan cepat dan mengambil alih Miley dalam gendongannya.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2