
Ans masuk dan merebahkan dirinya sejenak di kasur miliknya, sesaat dia termenung memikirkan akan tindakanya terhadap Helena untuk tannggung jawabnya. dia tidak tau apa ini sudah benar atau tidak, yang pasti ini semua dia lakukan untuk anak dalam kandungan Helena agar lahir dengan keluarga yang lengkap.
Berulang kali menghela napasya, menenangkan perasaan yang berkecamuk disana, sunggub ini pilihan yang sulit, menikahi wanita yang sama sekali tidak dia harapkan dalam hidupnya tapi harus dia lakukan untuk kebaikan anaknya kelak
Ternyata tidak jauh berbeda dengan Ans, Helena juga melakukan hal sama, melamun dan memikirkan akan keputusan yang mereka ambil, menikah bukan karena cinta tapi karena kepentingan anak mereka, tapi itupun tidak berlangsung lama semua akan berakhir setelah dia melahirkan.
Berulang kali helaan itu terdengar hingga nafas teratur menjadi penggantinya pertanda jika wanita itu sudah tertidur, dan tidak lagi memikirkan masalahnya.
Setengah jam kemudian Ans turun daru kamarnya dan bersamaan dengan itu Miko asistennya juga sudah kembali dari kantor dan datang kemari berdasarkan perintah dari Ans juga.
" Selamat sore tuan." sapa Miko.
" Hm." jawaban yang di berikan Ans, " langsubg keruang kerjaku." titah Ans dan langsung pergi menuju ruang kerjanya.
" Bagaimana urusan kantor?" tanya Ans sebagai pembuka percakapan mereka.
" Semua aman tuan, hanya ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani." jawab Miko dan langsung menyerahkan beberapa file yang harus di tandan tangani Ans.
Ans mengmbil dan menggesarnya menjadi lebih dekat di hadapannya, memeriksanya sebentar dan kemudian membubuhkan tanda tangannya disana.
Selesai dengan itu, Ans kemudian menatap Miko dengan lekat seolah ingin menyampaikan sesuatu dan Miko yang tau hal itu langaung memberanikan diri untuk bertanya " Ada yang ingin tuan saya lakukan.?"
" Aku ingin kau mengatur pernikahanku dengan Helena dua hari lagi, tapi ingat jangan ada yang tau berita ini."
Sebenarnya Miko cukup terkejut dengan perkataan tuannya tapi dia tidak berani prites dan yang dia lakukan hanya mengangguk mengiayakan pernintaan tuannya.
" Baik tuan, dalam dua hari semua akan selesai. Apa orang tuan anda di beri tau atau tudak?"
" Tidak usah, masalah mereka aku yang akan urus. selsaikan apa yang menjadi urusanmu."
__ADS_1
" Baik tuan."
" Pergilah!"
" Saya permisi tuan."
Ans menengadahkan kepalanya mamandang langit langit ruangannya, mengehela napasnya beberapa kali hingga akhirnya dia memutuskan untul bangkit dan bejalan keluar dengan tujuan kamat Helena.
Dia ingin melihat apa yang di lakukan oleh wanita yang sudah mengandung anaknya itu. Sampai di sana langsung memutar knop pintu dan mendorongnya pelan takut mengganggu wanita itu.
Dan benar saja dugaan Ans, Helena sedang tertidur pulas dengan tangan yang memeluk pertunya, wajahnya sungguh polos saat sedang tertidur benar benar cantik menurut Ans. "Cantik" batin Ans.
Ans menggeleng mengusir pikirannya yang memuji kecantikan Helena " Ck ada apa denganku. jangan gila kamu Ans." rutuk Ans memukul pelan kepalanya.
Tak ingin berada disana dan pikirannya makin nyeleneh, ia memutuskan untuk keluar dari sana dan mengerjakan pkerjaannya.
Beberapa menit berlalu dan akhirnya Helena selesai juga dengan kegiatan mandinya, dengan santai dan pelan dia keluar hendak menuju lemari tanpa sadar jika dia tidak memiliki pakaian disana karena itu bukanlah kontrakannya.
" Ya ampunn...aku kan tidak punya pakaian disini, ini kan bukan rumahku. Astaga aku harus menggunakan apa ini." gumam Helena yang berpikir harus melakukan apa.
Di tengah lamunannya pintu terbuak menampakan Ans yang menerobos masuk ki dalam, alhasil Helena yang sangat kaget solpntan menyilangkan kedua tangannya di depan dada, sementara Ans sempat terpaku menatap pandangan sejuk di depan mataya.
Helena terlihat sangat seksi menurutnya, apalagi keadaan Helena yang sedangng jamil membuat Handuk yang melilit itu menjadi terangkat, benar benar membuat sesuatu yanh ada dalam diri Ans memberontak ingin keluar.
" Hei tuan apa yang kau lakukan." teriak Helena yang melihat Ans tidak bergeming dari tempatnya.
Ans yang mendengar teriakan Helena tersadar dan menggelengkan kepalanya pelan untuk mengusir pikirannya dan menstabilkan perasaanya yang bergejolak ingin menyentuh.
" Ehm..Ini pakaian untukmu, nanti Miko akan datang membawa barangmu. untuk sekarang kau pakai ini saja dulu." ucap Ans berjalan mendekati Helena yang masih menyilangkan tangannya.
__ADS_1
Perlahan Helena mengulurkan tangannya untuk menyambut pakaian yang ada di tangan Ans tapi tidak bisa ditarik. Bagaimana bisa di tarik jika Ans saja tidak mau melepaskan tanganya dari pakaian itu, matanya masih saja sibuk memandang wajah Lili yang sibuk menarik pakaian yang ada ditanganya, meski Ans tau kalau Helena tengah berusaha mengambil pakaian yang ada di genggamannya tapi seolah pikirannya tidak singkron untuk merespon hal itu.
Menyadari Ans yang tidak melepakan genggamannya pada pakaian itu, Helena mengalihkan pandangannya memandang Ans dan pertemuan kedua tatapa itu terjadi.
Saling menelisik lebih dalam tatapan yang menurut mereka meneduhkan, bahkan Ans di buat terpesona untuk sesaat tatapan Helena yang tidak seperti wanita lain, tatapan penuh dengan kelembutan, dan ada ketulusan disana jika di telisik lebih dalan lagi.
Sama hal nya dengan Helena yang masih betah memandang dan terfokus pada kedua bola mata pria tampan yang ada di depannya, untuk sesaat Helena bisa melihat kalau ternyata ada kehangatan di sana, bahkan kelembutan tidak tertinggal ada juga terdapat pada pria itu.
Deg deg deg
Jantung keduanya tiba-tiba berdegup kencang, semakin dalam dan semakin lama mereka bersitatap semakin terpacu pula degupan jantung keduanya.
" Ya Tuhan, kenapa jantung ini berdebar saat menatap matanya." batin Helen.
" Sial! Kenapa jantungku berdebar kencang seperti ini saat menatap matanya, mana tubuhku gerah ingin menyentuhnya lagi." batin Ans.
Menyadari situasinya sudah tidak aman baginya, Ans langsung mengalihkan pandangannya dan dengan cepat menyerahkan pakain itu ke tangna Helena dengan sedikit kasar membuat Helena terjolak kaget.
" Ini gunakan pakaianmu." ucap Ans yang langsung pergi begitu saja tanpa mempedulikan Helena yang cemberut kesal.
" Dasar pria tidak dingin" upat Helena " menyesal aku sudah memujimu dan menganggap kau memiliki sisi hangat." lanjut Helena.
Helena memakai pakaiannya dengan sedikit kasar dan sesekali ia melanyangkan tangannya memukul baju yang hendak di kenakan itu, dan mulutnya yang tidak berhenti menggerutu pada Ans.
" Dasar aneh aneh aneh aneh....." geram Helena dengan intonasi yang sedikit berteriak.
Ans sendiri keluar menuju ruang keluarga untuk menonton, guna mengusir pikirannya terhadap Helena, ia berpikir tidak bisa menerima kenapa dirinya bisa mengagumi sosok Helena yang biasa saja. " Aku tidak mungkin mengagumi wanita itu, tidak itu tidak mungkin."
Bersambung...
__ADS_1