Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Kisah Ans akan dimulai


__ADS_3

Hari yang dinantikan oleh semua orang terutama dua keluarga yang saling menjodohkan itupun tiba. Hari bersejarah bagi setiap orang termasuk Lili dan Riko yang akan melangsungkan pernikahan.


Jika pasangan lain merasa ini bersejarah karena akan bersama pasangan dan memulai hidup baru, berbeda dengan Lili, ia merasa hari bersejarah ini adalah hari dimana dia akan menjalani kehidupan pahitnya hidup dengan orang yang tidak diinginkan.


Balutan kebaya yang menghiasi tubuhnya tidak membuat seorang Lili bahagia, karna memang pada dasarnya keterpasaan yang ada dalam pernikahannya.


Demikian dengan Riko yang saat ini sedang mempersiapkan dirinya dengan stelan jas mahal nan elegannya, tampak sedang merenung memandangi dirinya di depan cermin kamarnya.


Pikirannya masih dipenuhi kebimbangan akan keputusan menikahi wanita yang tidak ia harapkan. Menghela napasnya berkali kali mengusir resah dihatinya, terlebih saat dirinya mengingatvmantan kekasihnya yang menagus didepannya beberapa bulan yang lalu saat ia kembali kerumah orang tuanya untuk menjenguk mama.


Kekasih yang sudah mengisi hatinya bertahun tahun lamanya, kini menangis karna perbuatannya yang pergi menikah dengan wanita lain.


tok..tok..


Pintu diketuk dan itu berhasil membuat Riko sadar dari lamunannya. " ya masuk.!"


" Apa kamu sudah siap sayang.?" tanya mama lembut


" Yah, mah aku sudah siap, ayo kita berangkat." ajak Riko yang tidak mau lagi banyak bicara.


Mamanya hanya mengikuti kemauann anaknya meski hatus mengelus dada melihat anaknya yang tampak sangat murung, tapi apa boleh buat inilah yang terbaik untuk putra dan keluarganya.


Aula gereja tampak sangat ramai oelh tamu undanga, dan dua keluarga sudah berkumpul bersama menyaksikan putra putri mereka mengucapkan janji suci pernikahan didepan pendeta dan di hadapan Tuhan.


Lili dan Riko sudah berdir saling berhadapan, dengan pandangan yang terasa sangat kosong terutama Lili yang merasakan tidak adant hikmat dalam pernikahannya


Mengucapkan janji suci masing masing, hingga


berakhir dengan Riko yang menciup kening Lili lama dan berakhir dengan bibir yang saling menpel tanpa pergerakan.


Mata saling beradu, baik Lili maupun Riko tidak ada yang mengalihkan padangangan dari objek, yang ada didepannya. Seketika degupan jantung dirasakan oleh keduanya tanpa tau alasan dari degupan itu.


Keduanya baru tersadar saat tepukan riuh dari para undangan memekakan pendengaran, seketikan mereka berdua menjauh dengan wajah yang sudah merona malu, sama sam canggung pada akhirnya.


Sedangkan di pojok salah satu ruangan itu, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan dada yang bergemuruh menahan amarah, tangannya meremas kuat gelas jus yang ada dalam genggamannya, matanya memerah dengan sorot kekecewaan.


Semua gerak gerik mereka terekam jelas dalam ingatannya, bagaimana mereka saling menatap, berciuman, dan berakhir sikap canggung dan rona merah di pipi itu, tak luput dari pandangnya.


" Bagaimana bisa kamu mengatakan kalau kau terpaksa Lili sedangkan mata dan sikapmu tidak menunjukan hal itu." batin Ans dengan mata yang sudah berkaca kaca


Orang itu ada Ans, yang juga ikut menghadiri acara pernikahan itu karna permintaan dari bosnya Ruben, walaupun enggan tapi dia tidak bisa menolaknya.

__ADS_1


Tepukan kecil dibahunya menyadarkan Ans dan mau tak mau ia mengalihkan perhatianya melihat siapa yang sudah mengganggunya.


" Kau lupakanlah dia Ans." Ruben lah orangnya dia tidak sengaja melihat kearah Ans yang sedari tadi memandang lekat pasangan pengantin itu.


" Tidak muda tuan." jawab Ans yang tidak bisa berbohong lagi.


" Saya tau tidak mudah, karna saya juga pernah diposisi ini. Tapi bukan berarti kau akan tetap seperti ini, jangan buang waktumu hanya untuk wanita yang sudah bersuami." tutur Ruben panjang lebar.


Ans tidak lagi menjawab, karna tidak tau respon apa yang harus diberikannya, hingga suara Majikannya terdengar.


" Sayangggg." panggil Santi yang ditujukan untuk Ruben.


" Ya sayang." jawab Ruben dengan tangan terulur kedepan menyambut istrinya dan santi pun melangkah cepat menuju suaminya.


" Pelan pelan jalannya sayang " tegur Ruben yang khawatir istrinya terpleset.


Santi hanya nyengir kuda mendengar teguran dan pelototab mata suaminya." mas, ayo kita kasih selamat sama pengantin baru." ajak Santi yang tidak tau menau perihal cinta segitiga yabg dialami sahabatnya itu.


" Ayo kita naik kesana." Ajak Ruben dengan menggandeng mesra istrinya. " Ayo Ans kita kesana." ajak Ruben.


Ans mengikuti bosnya menuju pelaminan kedua mempelai, kalau boleh jujur ,sebenarnya dia tidak mau tapi sudah terlanjur juga dua datang.


" Selamat ya sayangg, akhirnya kamu bosa muff on juga." ucap Santi dengan memeluk Lili.


" Semoga kamu bahagia Li."


" Aminnn." jawab Lili dengan senyum mengembang dibibirnya karna tidak ingin Santi curiga dengannya.


Ans terus saja memperhatikan Lili yang tertawa lepas bersama Santi, dan Riko yang menyadari hal itupun langsung merangkul mesra pinggang Lili seolah menyatakan kepemilikannya.


Tentu saja hal itu membuat Lili terkejut, ingin melepasakn diri tapi ada banyak mata yang memandang kearah mereka, hingga tatapanya tak sengaga beradu dengan tatapan Ans.


Sejenak saling memandang, menyalurkan rindu bercampur sakit yang dirasakan oleh keduanya, namun pada akhirnya Ans lebih dulu memutus tatapannya dan memandang kearah yang lain yang membuat Lili juga ikut memutuskan pandangannya.


Ans kini berada tepat dihadapan Lili mengulurkan tangan untuk mengucapakan selamat.


" Selamat atas pernikahanmu Lili." Ucap Ans datar.


Tangan Lili gemetaran menyambut uluran tangan itu, sangat berat rasanya bila harus bersentuhan dengan lelaki dihadapannya ini, tapi apa yang bisa dilakukan, menghindar pun tidak bisa


" Terimaksih." kata Lili dengan mata yang sudah berkaca kaca dan suara yang bergetar lirih.

__ADS_1


Riko yang melihat itu terbakar emosi, dia tidak suka melihat Lili yang masih saja menyimpan rasa apalagi reaksinya itu yang sangat lemah dihadapan Ans


Dengan sedikit kasar Riko mengalungkan tangannya kembali dipinggang Lili yang tadi terlepas saat bersalama deang Ruben. " Kau tidak mau memberiku selamat Ans." kata Riko penuh penekanan.


" Tentu. Tentu saja aku akan mengucapkan selamat menempuh hidup baru tuan Riko." jawab Ans tak kalah dinginya dan tangan yang saling meremas ditengah jabatan tangan itu.


" Riko." tegur Lili saat mata memandang karah mereka. Dan Riko dengan cepat melepasakan remasan tanganya.


Ans berlalu pergi meninggalkan pelaminan, dengan diiringi tatapan mata Lili yang tidak lepas sampai Ans benar benar menghilang.


Sedangkan Riko lagi lagi terbakar amarah melihat tatapan Lili yang tidak lepas dari Ans. Enyah kenapa dia bisa semarah itu yang jelas ia tidak suka melihat lili masih mengagumi lelaki lain apalagi itu adalah Ans.


Sedangkan Ans memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, melampiaskan amarahnya di setir kemudinya memukul dengan cara brutal. " sial sial sialan.....! Aku tidak akan pernah memafkanmu Lili, tidak akan pernah." teriak Ans.


Ans kini berada di dalan sebuah club untuk merehat sejenak masalahnya, melupakan wanita yang sudah melukai cintanya.


Minum minuman keras adalah salah satu cara Ans, untuk melupakan perasaanya meski sebenarnya hanya sementara saja.


Terus minum dan minum hingga sudah mabuk berat, tapi racauannya tetap tidak berhenti, mencoba berdiri untuk kembali kerumahnya namun sudah tidak mampu lagi dan tak sengaja menabrak tubuh seorang pelayan clup yang baru saja selesai mengantar minuman untuk tamu.


Brukk...


" Maaf tua saya tidak sengaja." ucap gadis itu dengan takut jika orang ditabraknya marah.


" Ahh, tidak tidak, aku yang salah karna berada ditempat sampah seperti ini hanya karna seorang wanita menolak cintaku." racau Ans.


" Baiklah tuan, jika begitu saya pamit." gadis itu hendak melangkah pergi tapj dicegah oleh Ans.


" Tolong bantu saya berdiri, saya mau istrahat kepalaku pusing sekali." pinta Ans, dan gadis itu pun menurut membatu Ans.


" Sampai di sebuah kamar, Ans dibaringkan disana, dan pada saat gadis itu ingin berbalik tapi Ans mencekal tangannya dan menariknya hingga terjatuh dalam pelukan Ans


" Kau mau keman Lili.? kau mau meninggalkan aku dan pergi dengan lelaki sialan itu." racau Ans yang langsung menyambar bibir gadis itu


memberontak di dalam pelukan Ans, tapi As tidak melepaskannya, bahkan ia semakin memeluk erat dan memperdalam ciumannya dengan brutal.


" Aku tidak akan melepasakanmu lagi sayang " gumam Ans ditengah tengan ciumanya.


Dan terjadilah, sesuatu yang tidak sepantasanya terjadi diantara mereka berdua yang pastinya akan mengukir senuah kisah untuk keduanya.


Bersambung....

__ADS_1


Penasaran kah Klanjutanya...?


nantikan saja kelanjutan cerita Asns di judul baru author nanti yaaa😍😘😘😘


__ADS_2