Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua wanita Murahan


__ADS_3

Lili beralih menatap Tiara dari yabg tadinya menatap dan mengelus pii Riko, kini menatap tajam pada wanita penggoda yang ada di hadapannya.


"Katakan kenapa kau bisa menumpahkan kopi di jas suamiku!"


Lili berdiri dan berjalan mendekat pada Tiara yang terilah tenang tapi senyum liciknya dapat di ketahui oleh Lili walau samar.


"Itu ketidak sengajaan saat taun Riko tiba tiba menyerangku!" jawab Tiara dengan langcang.


Ya, Tiara berencana untuk mengadudomba Rko dan Lili dengan mengarang cerita bahwa Riko menggodanya, tanpa berpikir resiko dari perbuatannya nanti.


Riko yang mendengar perkataan Lili sontak berdiri dari duduknya dan membetak Tiara "Kau jangan bicar sembarangan Tiara!"


Lili pun yang mendengar itu mengepalkan kedua tangannya, dia ingin sekali rasanya menampar mulut gadis itu karena sudah berani mengfitnah suaminya.


"Kau dengar sayang, dia mengatakan kalau kau menggodannya!" ucap Lili yang ingin memprovokasi suaminya.


Lili ingin Riko yang menghukum Tiara, karena sudah berani mencemari nama baik suaminya itu, dengan begitu dia baru akan puas.


Entah kenapa semenjak hamil, Lili tidak mau memggunakan tenggang rasa lagi terhadap kesalahan seseorang, dia akan memberi pelajaran terhadap orang yang sudah berani mengusiknya.


"Tidak sayang! aku tidak mungkin menggoda ja**ng seperti dia!" sentak Riko yang menunjuk wajah Tiara dengan kejamnya.


Tiara yang di katai ja**ng oleh pria yang di minatinya merasa tidak terima, dia semakin berniat untuk memecah belah hubungan Riko dan Lili hingga tidak lagi mau memikirkan resikonya nanti


"Tidak! itu tidak benar" bantah Tiara " kau yang menggodaku tuan, bahkan saat aku menolak dirimu" ucap Tiara yang seolah dirinya adalah korban.


"Kau!" bentak Riko " benar ja**ng murahan!" bentak Riko.


Riko mendekat dan mecekik leher Tiara dengan penuh amarah, dia sudah tidak tahan untuk tidak memberi pelajaran pada wanita itu.


Sedangakn Lili sangat terkejut mendapati suaminya yang begitu sangat marah, dia tidak menyangka suaminya akan berbuat senekat ini untuk menyatakan dirinya tidak bersalah.


"Sayang apa yang kau lakukan!" teriak Lili yang langsun bergerak melerai Riko.


"Dia harus aku beri pelajaran untuk ja**ng ini!"


"Sudah lepaskan atau aku akan marah padamu!" bentak Lili.

__ADS_1


Riko langsung melepaskan cengkraman tangnnya sedangkan Tiara terbatuk batuk dengan wajah yang sudah memerah.


"Katakan Apa yang terjadi Tiara, jangan sampai aku kehabisan sabar untukmu!" tekan Riko.


"Aku tidak akan mengubah pernyataanku walau aku harus tiada!" tegas Tiara yang masih bersi keras.


"Baiklah tapi aku tidak akan membiarkanmu tiada hanya karena masalah ini, aku akan membuatmu membuka mulut dengan caraku sendiri!" ucap Riko dengan seringai liciknya.


Tiara bergidik negri melihat ekpresi Riko yang baru ua lihat sekarang ini, ekspresi seperti malaikat mau yang akan mencabut nyawanya.


Seketiak tubuhnya bergetar karena baru menyadari bahwa pria yang dia idamkan selama ini ternyata bisa berubah seperti iblis.


"Ap apa yang akan tuan lakukan!" tanya Tiara masih dengan suara lantangnya walau sudah terbata bata.


"Membuka mulutmu!" jawab Riko dengan tegar.


"Halim..! Halim..!" teriak Riko


"Ya tuan!" jawab Halim


"Kau tau kan apa yang harus kau lakukan pada ja**ng ini!" ucap Riko dengan wajah datarnya


"Say sayang.... Kau ja jangan menghukumnya lagi" ucap Lili takut takut " aku...aku sudah percaya padamu"


Lili mendekat perlahan pada Riko dan memeluk suaminya dengan erat, dia takut jika Riko berbuat di luar kendalinya.


"Tidak sayang! seorang yang berani mengusik keluargaku maka tidak akan ada ampun!" jawab Riko tegas dengan tangan yang membalas pelukan Lili.


"Tapi aku tidak ingin kamu jadi jahat"


"Pertama, pecat dia dengan tidak hormat agar tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerima dirinya, kedua beri dia pelajaran sedikit agar dia bisa mengingatnya seumur hidupnya!" ucap Riko memberi perintah tanpa ingin di bantah.


Riko tidak mau mendengar Lili yang berniat menghentikannya, dia benar benar ingin memberi pelajaran pada wanita itu agar tidak lagi berani macam macam padanya.


"Jangan..! ampuni saya tuan, mohon jangan lakukan ini..! saya akui saya salah saya sudah berbohong tolong beri saya kesempatan tuan tolong....!


Tiara berteriak memohon maaf pada Riko saat Halim dan dua anak buahnya menyeretnya keluar dari ruangan Riko.

__ADS_1


Sementara Ang sudah tiba di kediamannya, dengan langkah cepat ia memasuki rumahnya dengan wajah yang merah karena menahan amarah.


Sementara Helena yang mendengar deru mobil Ans, langsung mengalihkan perhatiannya dari televisi dan langsung berdiri menyambut kedatangan suaminya.


"Kau sudah pulang? cepat sekali" ucap Helena setelah dia dan Ans berhadapan.


Ans diam tapi matanya nyalang menatap Helena, membuat wanita itu menelan ludahnya kepayahan.


Dia tidak tau apa lagi yang terjadi tapi yang lasti ini sesuatu yang tidak baik untuk hubungan mereka " kau kenapa?" cicit Helena.


Plak


Tanpa bicara Ans melayanglan tengannya menampar pipi Helena membuat wanita itu terhuyung ke belakang dan terbentur di sofa, untung saja Helena dengan sigap menahan perutnya agar tidak terbentur.


"Dasar wanita murahan!" bentak Ans.


Helena tercengang mendengar perkataan Ans, apalagi dirinya yang di perlakukan seperti ini


"Apan maksudmu?" tanya Helena dengan mata yang sudah tidak bisa menahan laju air matanya.


"Jangan berpura pura bod*h! aku tau kau menuinya diam diam disaat aku sedang pergi iya kan!" teriak Ans.


"Apa kamsudmu"


Pertanyaan yang sama Helena lontarkan lagi pada Ans, dia benar benar tidak mengerti apa maksut dari Ans.


"Ini!"


Ans melemparkan ponselnya di sofa tepat dihadapan Helena dan dengan tangan gemtar dia meraih ponsel itu dan melihat apa yang di tunjukan padanya.


"Kau bertemu dengannya di saat aku tidak ada disini kan! kau mencari kesempatan di saat aku tidak ada, atau jangan jangan kau juga bertemu dengannya saat aku berada di luar kota selama dua hari..Kau benar benar wanita yang tidak beres!" Umpat Ans dengan senyum sinisnya mengejek Helena.


Helena sudah tidak bisa menahan laju air matanya, dan kemaran mulai mengambil alih kesadarannya.


"Ya! aku wanita murahan katamu! lalu bagaimana denganmu? bagaimana denganmu yang sudah memiliki kekasih? bukankah kita impas jika seperti itu? kau berasama wanita itu dan aku bersama dengan Darren, Impas bukan!" teriak Helena.


Ans terdiam mendengar teriakan Helena, dia berpikir jika Helena sudah mengetahui tenatang kejadian antara dia dan Via, dan hal itu membuat Ans tidak bisa terima, dia harus menemui Via memberi pelajaran pada wanita itu.

__ADS_1


Ans pergi meninggalkan Helena begitu saja, tujuannya kini adalah menemui Via, dia harus bersikal tegas lada gadis itu agar tidak lagi menjadi duri dalam rumah tangganya nanti.


Bersambunh...


__ADS_2