Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Taman


__ADS_3

Santi hanya bisa tersenyum melihat sikap suaminya yang tidak akan bisa bertahan jika tidak bermesraan dengan istrinya dan jujur saja Santi senang akan hal itu hanya saja terkadang juga kesal kalau Ruben bersikap otoriter tanpa mau mendengar pendapat istrinya.


"Sayang sayangnya ayah, bobo ya udah malam ini" ucap Ans sembari membaringkan kedua anaknya.


Tangannya dengan telaten dan lembut pok pok paha kedua anaknya bergantian tapi tak lama Ruben meminta bantuan Santi karena kedua anaknya berebutan untuk di pok pok dan tidak ada yang mau mengalah atau menunggu giliran.


"Sayang bantu pok pok Alavaro dong, gak mau ngalah mereka!" ucap Ruben sedikti keras suaranya.


Santi melirik jam dinding yang menggantung dan ternyata waktu sudah setengah sepuluh malam, panta saja jika si kembar sudah rebutan ingin di pok pok karena waktunya untuk mereka tidur menyongsong fajar yang akan membuat usia mereka bertambah satu hari lagi.


"Sayang...." panggil Ans dengan lembut.


"Hmmm" jawab Helena yang berpura pura tidur.


"Jangan pura pura bun, atau bunda tidak akan tidur malam ini!" ancam Ans.


Berbeda kisah dengan pasangan yang satu ini, Ans menagih janji yang di janjikam oleh istrinya, memang Ans tidak akan pernah lupa masalah yang satu itu bahkan jika Helena yang lupa maka dia akan senantiasa mengingatkan istrinya untuk mereka membajak sawah dengan berbagai bujuk rayuan yang pada akhirnya Helena pun akan menurut.


"Ngantuk yah" gumam Helena.


"Jangan berbohong pada suami sayang atau bunda akan jadi durhaka"


"Gk bohong tapi memang ngantuk" keukeh Helena.


"Tidak masalah, biarkan ayah yang bekerja tapi dengan syarat tidak bolelh menyuruh mash berhenti karena bunda tidak merasa capek" ucap Ans dengan senyum liciknya.


Ans yakin jika ancaman ini akan berhasil karena memanh Helena sudah pernah merasakanya hingga pada akhirnya Helena menyerah dan melayano suaminya dengan sepenuh hati kamudian barulah Ans berhenti.


Dan benar saja ancaman Ans sangat pamungkas karena kini Helena sudah membukan matanya dan wajahnya masam dengan bibir yang mengerucut.


Sementara Ans tersenyum puas dengan usahanya yang menurutnya tidak akan sia sia, dan dengam cepat Ans mencium bibir Helema dan wanitanya pun dengan senang hati membalas serangan suaminya marena menurutnya percuma untuk menolak juga karena tidak akan berhasil.


"Mereka sudah tidur sayang" ucap Ruben dengan senyum senangnya.


"Lalu?" tanya Santi pura pura tidak paham.

__ADS_1


"Ck, jangan berpura pura tidak tau sayang, atau mas tidak akan memberi ampun" ucap Ruben dengan seringai liciknya sedangkan Santi hanya melotot mendengar ucapan suaminya.


Dengan gerakan cepat Ruben turun dan menggendong tubuh istrinya ala bridal style kemudian membawanya ke kamar mandi karena di sana mereka akan bercocok tanam, tempat teraman selama kurang lebih satu tahun ini mereka gunakam agar tidak mengganggu kedua anak mereka.


Ruben yang sudah sejak tadi menahan diri langsung menurunkan istrinya dan menyerangnya tanpa ampun membuat Santi kewalahan tapi dia tetap berusaha untuk mengimbangi permainan Ruben.


Dengan lincah keduanya melepaskan benang pakaian yang melekat padan tubuh masing masing tapi Santi hanya bagian atasnya saja karena masih belum bisa angresip melepaskan penutup sarang yang menjadi sumber kepuasannya.


Ruben menyusuri setiap inci tubuh Santi tanpa ada yang tertinggal sama sekali hingga Ruben yang sudah tidak tahan lagi langsung melepaskan penehannya dan mereguk nikmat surga yang selalu mereka dambakan.


***


Hari ini hari terakhir Ans dan Helena berada di Ibi Kota, dan Ans berencana membawa istri san putrinya untuk rekerasi mencari hiburan dan refresing menyenangkan istri dan anaknya karena memang jarang jarang mereka bisa keluar bersama selain karena tidak ada waktu alasan lain juga karena Jenn masih sangat kecil untuk terkena angin luar.


"Bunda, sebelum balik ke Surabaya gimana kita ke taman yuk, Jenn kan sudah bisa keluar rumah jadi tidak masalah kalau kita ajak Jenn juga" ucap Ans mneri usulannya.


Helena mengerutkan keninganya mendengar perkataan suaminya yang tidak pernah ia duga akan di ucapkan Ans, tumben sekali mengajak jalan padahal sebelumnya jangankan mengajak, merencanakan pun tidak pernah.


"Ayah kok tumben ngajak jalan?" tanya Helena.


Helena berpikir sebentar dan tak lama setelah itu mengangguk mengiyakan permintaan suaminya, " yaudah bunda gantiin Jenn dulu"


"Iya, ayah juga mau tukaran bentar" jawab Ans dan mereka pun sibuk pada kegiatan masing masing.


"Sudah siap bun?"


"Sudah yah, ayo berangkat"


Mereka keluar dari rumah Ibu setelah sebelumnya berpamitan, masih dengan menggunakan mobil Ruben mereka membelah jalanan menuju taman.


Sementara Riko dan Lili sedang dalam perjalan berkeliling tidak ada tujuan maklum untuk membuat Miley tidak rewel, karena entah sejak kapan Miley punya hobi jalan jalan menaiko mobil papanya.


"Kita singgah di taman saja ya mah?" tanya Riko.


"Boleh, sekalian Miley belajar jalan" jawabnya.

__ADS_1


Riko menepikan mobilnya dan mereka bergegas keluar dari sana, berjalan menuju taman untuk mengajari Miley berjalan, sementara dari kejauhan sudah terlihat Ans dan Helena yang sedang asyik bercengkrama dengan putri mereka yang becoloteh dan sesekali menjawab perkataan mereka walau cadel.


"Loh bukannya itu Ans sama istrinya?" tanya Riko yang melihat mereka.


Lili melihat ke arah yang di maksud suaminya dan benar saja jika ada Ans dan Helena di sana, Lili bisa melihat dengan jelas bagaimana keharmonisan rumah tangga Ans, dan dia hanya tersenyum menatapnya dari tempat dia berdiri.


Jujur saja, awalnya memang sempat ada sakit dan iri yang hinggap mendapati Ans yang bisa lbahagia dengan Helena, melihat bagaimana Ans sangat mencintai Helena bahkan pernah terbesit kata seandainya saat itu.


Tapi dengan cepat Lili menepis pikiran itu, dua tidak mau berpikir seperti itu, dia sudah memiliki suami yang tidam kalah hebatnya dari Ans dalam membri cinta, memberi kehangarma keluarga dan itu membuat Lili sangat merasa bersalah karena sempat membandingkan suaminya dengan pria lain.


"Kesana yuk?" ajak Riko yang di angguki Lili.


"Hallo" sama mereka.


"Loh kalian juga disini?" tanya Ans.


"Iya, mau ngajak Miley jalan, biasa kalau sore udah pinter minra jalan" jawab Riko.


"Duduk dulu Li, pak Riko" ucap Helena.


Tanpa di minra dua kali, pasangan yang baru datang itu mengangguk dan mengambil posisi dengan Riko berhadapan dengan Ans dan Lili berhadapan dengan Helena dan di tengah tengah ada Jenn dan Miley yang asik bermain.


"Kapan kembali ke Surabaya?"


"Besok pagi pagi" jawab Ans.


"Ohh, kalian berhati hatilah dalam perjalanan"


"Pasti"


Sore itu, mereka terus saja berbincang hangat tanpa kecanggungan lagi, tanpa beban rasa dan beban masa lalu, kini semuanya normal layaknya sahabat.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2