Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
MP


__ADS_3

"Rajesh membopong tubuh Nara ala bridal style, membanya menuju ranjang yang sudah disediakan oleh orang suruhannya tapi bukan ranjang didalam kamar hotel melaikna ranjang yang sudah tata sedemikian rupa oleh Leo dengan memerintahkan banyak tenaga mengerjakannya.


"Loh kenapa malah ke balkon Mas?" tanya Nara dengan kening yang mengerut menyadari keberadaan mereka kini sudah didekat pintu balkon kamar.


"Lihat saja nanti" jawab Rajehs seraya menurunkan Nara dari gendongannya agar bisa berjalan menuju balkon.


"Sebentar..." ucap Rajesh menutup mata Nara.


"Loh kenapa lagi matanya ditutup?" Nara yang hendak protes.


"Tunggu sebentar dan menurut saja"


Rajesh membuka pintu balkon yang memang sengaja ditutup agar Nara tidak mengetahuinya saat masuk dalam kamar,, "ayo jalan pelan pelan saja sayang..." kata Rajesh dan terus menuntun Nara agar melangkah lebih maju lagi.


"Ini ada apa sih Mas...? jangan aneh aneh deh." Nara khawatir dengan sikap Rajesh, pikiran buruk malah terlintas dibenaknya tanpa berpikir mungkin saja ini merupakan kejutan untuknya.


"Tidak aneh aneh kok, tenang saja" Jelas Rajesh, "Ok Mas turunkan tangan dan kamu buka mata perlahan ya.." titah Rajesh menjelaskan.


Nara mengangguk pertanda dia mengerti dengan penjelasan suaminya dan perlahan matanya terbuka melihat apa yang sebenarnya ingin ditunjukan suaminya.


Mulutnya terbuka dan segera tangan itu menutupnya, takjub dengan apa yang dia lihat dimana ada ranjang king size yang tak kalah besarnya dengan ranjang milik mereka dalam kamar hotel, ditaburi kelopak mawar yang masih terlihat segar itu dapat tercium dari aromanya yang masih khas.


Bukan hanya itu saja, di lantai bertebaran kelopak mawar juga dengan lilin lilin kecil yang beraroma disusun seapil dan sedemikian rupa bentuknya membuat Balkon yang tidak bercahaya itu kini remang sehingga menciptakan kesan romantis ditambah lagi dengan sinar rembulan yang memancarkan sinarnya tepat di posisi mereka saat ini sehingga memunculkan bayangan keduanya.


"Mas..."


"Bagaimana? kamu suka dengan kejutannya?" tanya Rajesh.


Nara menggangguk cepat, dia suka bahkan sangat suka dengan kejutan romanti dari suaminya sehingga melupakan keadaan tubuhnya yang saat hanya terlilit handuk.


"Terimakasih Mas,, tapi bukankah Mas bilang tidak ada karena waktunya mepet?" tanya Nara.


"Kamu benar, tadi siang tidak ada tapi malam ini ada" jawab Rajesh santai membuat Nara mencebikkan bibirnya.


"Apa kamu suka sayang?" tanya Rajehs sekali lagi dan tanganya melingkar diperut Nara membuat gadis cantik itu sedikit tersentak kaget.


"Ak...aku su...suka Mas.." jawab Nara dengan gugup.

__ADS_1


"Baguslah kalau kamu suka" kata Rajesh kini mencium tengkuk Naradan berpindah pada daun telinga gadisnya.


Sepertinya pria tampan itu sudah akan memulai aksinya karena sudah tidak ingin membuang waktu lagi sedangkan Nara sedikit menggeliat kala merasakan sensi aneh kembali menyengat dirinya dan dia yakin jika semua itu karena tindakan suaminya yang terlalu sensual.


"Sayang... kau tau jika aku suamimu bukan?"


"Tentu saja aku tau, jika tidak mana mungkin aki membiarkan dirimu menyentuhku" teriak Nara dalam hati, tapi hanya bisa mengangguk didepan Rajehs.


"Berarti kamu paham jika dirimu adalah milikku?" tanya Rajesh yang kembali dijawab anggukan oleh Nara.


"Maka aku ingin menikmati milikku ini sayang" ucap Rajehs dengan suara yang mulai terlihat berat.


Dengan ragu Nara mengangguk mengiyakan permintaan yang berbentuk ketegasan itu dan hal itu langsung dimanfaatkan Rajesh, bibirnya langsung meraup bibir Nara dengan lembut diawal tapi lama kelamaan ciuman itu kini semakin cepat dan menuntut membuat Nara yang masih kaku dalam hal berciuman menjadi kewalahan membalasnya tapi walau begitu tetap saja gadis cantik itu berusaha untuk mengimbangi meskintak seberapa.


"Astaga... benarkah dirinya tidak pernah dekat dengan wanita manapun? tapi kenapa rasanya dia sudah sangat lihai berciuman? tidak seperti dirinya yang sangat kaku ini" batin Nara di tengah tengah kegiatan mereka.


Rajahe semakin memperdalam ciumannya bahkan kini tanganya tidak tinggal diam, menlepaskan rutan handuk agar bisa melorot dan benar saja seketika tubuh polos Nara terpampang nyata saat ini membuat Nara sedikit malu dan ingin menutupi tubuhnya tapi seegera dicegat oleh Rajehs.


"Walau aku tidak berpengalaman tapi naluri kelelakianku menuntun untuk berbuat seperti ini" batin Rajehs seolah tau arti dari


tatapan itu tapi hanya bisa disampaikan dalam hati.


Rajesh melepaskan jubah mandinya dan kini memperlihatkan tubuh polos tanpa sehelai benangpun sehinggap bentuk tubuhnya terlihat jelas oleh Nara membuat gadis cantik itu menelan ludahnya sedikit kepayahan menyaksikan keindahan yang menggugah selera.


"Sayang... sekarang ya..?" ucap Rajehs setelah setengah jam pemanasan.


Nara mengangguk saja karena sebenarnya dia sudah sanga lelah karena sentuhan sentuhan Rajeh yang membuat tubuhnya kepanasan dan bergairah ingin meminta lebih tapi telalu malu untuk mengutarakannya.


"Mungkin akan sedikit sakit tapi lama lama akan nikmat kok, dan aku akan melakukannya perlahan" kata Rajehs membuat Nara hanya bisa membatin dengan banyak pertanyaan.


"Benarkah dia tidak berpengalaman? tapi kenapa tingkah dan ucapannya seperti orang yang sudah berpengalaman saja?" batin Nara.


"Walaupun aku tidak berpengalaman, tapi aku akan melakukan yang terbaik padamu, memberi pelayanan dan pengalaman bercinta yang tidak akan pernah kamu lupakan" batin Rajesh dan mulai memposisikan dirinya memasuki Nara.


Beberapa kali gagal karena memang Rajehs belum berpengalaman hingga akhirnya dengan sedikit paksaan dorongannya Rajesh berhasil memasuki Nara membuat wanita yang baru saja dimasuki itu berteriak kesakitan.


"Akhhhh.."

__ADS_1


"Maaf sayang, tapi ini hanya sementara saja" ucap Rajesh dan mendiamkan miliknya sejenak sedangkan bibirnya kembali bertautan dengan hijir Nara dan setelah dirasa istrinya sudah relax danbisa menerima serangannya akhirnya dengan pelan tapi pasti Rajehs mulai menggerakkan pinggulnya.


Suarasuaea erotis terdengar memenuhi balkon kamar. Ya, kedua anak manusia itu melakukan malam pertama pernikahan mereka dibalkon kamar hotel yang mereka sewa dengan ditemani cahaya lilim kecil dan Sinar rembulan membuat kesan istimewa dan romantis semakin terasa hingga akhirnya setelah sekian lama bergelut, erangan panjang dari keduanya terdengar pertanda kegiatan suami istri yang baru saja selalu sudah berakhir untuk ronde pembukaan pertama.


Nara keduanya terengah rengah, mereka berlomba untuk meraup oksigen sebanyak mungkin dan setelah dirasa cukup Rajehs kembali melakukan penyerangan dan Nara hanya bisa menerima serangan dari suaminya yang tiba tiba menjadi sangat bergairah.


Disebarang sana ditempat yang berbeda tapi masih dikota yang sama, dua orang pemuda tampan sedang saling bertatapam sengit, tatapna yang sama sama tajam dan saling mengintimidasi.


"Ada apa Tuan Leo mau menemui saya?" tanya Reyhan dengan santai tapi tatapan tajamnya tidak teralihkan.


"Saya hanya ingin menegaskan untukmu, agar kau tidak mengganggu Nona Muda kami lagi!" tegas Leo.


Reyahn terbahak mendengar perintah itu, jelas dia tau Nona Muda siapa karena dia tau betul siapa yang memelihara Leo dan siapa yang menjadi majikan.


"Hahaha....kau datang membuang waktu hanya untuk hal yang tidak penting ini Tuan Leo" ejek Reyhan.


"Penting..." ini sangat penting jika sudah menyangkut mereka berdua" tegas Leo membuar Reyhan menghentikan tawanya dan berganti dengan wajah dingin dan menantang.


"Bagaimana jika aku tidak mau?" tanya Reyhan.


"Maka kau akan menyesali karena sudah menolak!"


"Oh ya...? sungguh aku akan menyesal?" tanya Reyhan.


"Maka silahkan mencoba terlebih dahulu"


"Sialan kau..! kau dengarkan baik baik, aku tidak akan mau mengikuti apa yang kau katakan!" teriak Reyhan.


"Maka perusahaan yang baru saja kau bahkan akan lenyap seketika bahkan perusahaan Abraham yang berdiri bertahun tahun lamanya juga akan hancur dalam sekejap dan aku pastikan kau tidak akan ada kesempatan untuk menunjukan bakatmu itu!" tegas Leo.


Leo terdiam, dia tidak tau bagaimana pria yang ada dihadapannya itu tau jika saat ini dirinya sedang membangun usahanya, "dari mana kau tau aku sedang membangun usahaku?" tanya Reyhan dengan nafas yang memburu.


Leo tertawa kecil mendengar pertanyaan itu, "rupanya kamu belum mengerti dengan situasi ya" ejek Leo.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2