Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Terasa Hambar


__ADS_3

"Aku tidak memperkenalkan diri bukan? Karena aku yakin Kau pasti sudah mengenaliku terbukti dari kau yang mencariku sampai kemari." ucap Darren yang tidak menyambut uluran tangan Via.


Via mengumpat dalam hatinya melihat sifat arogan Komang jika bukan karena tujuannya tidak akan pernah sudi bertemu apalagi mengenal pria yang ada di depannya ini.


" Baiklah tidak masalah dan kau memang benar aku sudah mengenalmu karena aku tidak akan pernah jauh-jauh datang kemari hanya untuk mencari seseorang yang tidak aku tahu siapa dia." capnya dengan nada yang tak kalah angkuh dari.


Daren menuju kursi yang berseberangan dengan wanita itu yang mengikutinya dari belakang dan ikut duduk bersama Deren.


"katakan Apa maumu." pinta Darrel to the point, tanganya sudah menyilang didepan dada dan diikuti kakinya yang ikut menyilang.


"Kau tidak sabaran sekali ya, padahal keadatanganku bisa membuat dirimu untung"


"Maaf tapi kali ini aku sedang tidak berniat bekerja sama dengan siapa pun" jawab Darren beranjak pergi dari sana, karena merasa ini pembicaraan yang tidak penting.


"HELENA...!" ucap Via memperjelas maksudnya.


Dangkah kaki Daren berhenti dengan cepat dia membalikkan tubuhnya dan mencekal bahu via dengan kencang" katakan dari mana kau mengenal Helena ku!" sentak Darren.


Via melepaskan cekalan tangan Darrel dari kedua lengannya bibirnya tersenyum sinis seolah mengejek Darren yang mudah sekali terpancing jika berkaitan dengan Helena.


"Tidak penting aku mengenalnya dari mana tapi yang pasti aku datang untuk menawarkan mu kerjasama" ucap Via dengan seringai liciknya.


Dareen menatapnya dengan tajam kerjasama "seperti apa yang kau tawarkan padaku Nona?" tanya Darren dengan intonasi yang penuh penekanan, wajahnya datar tanpa ekspresi mendengar penawaran dari Via.


"Hentu saja penawaran untuk bisa mendapatkan Kekasih pujaan hatimu itu Helena Sakir "jawab Via.


"Apa maksudmu?"


"Seperti yang kamu Helena sudah menikah dengan pria lain dan pria itu adalah Ans kekasihku! wanita sia**n itu sudah merebut Ans dariku!" ucap Via di seratu umpatan untuk Helena


"Tutup mulutmu!" bentak Darren "jangan pernah menghina Helenku! kekasihmu yang bersalah karena sudah merenggut kehormatan Helenku!"


" O ohh maaf ya jika kamu marah" ucap Via tanpa rasa bersalah" aku hanya kesal saja karena dia sudah merebut kekasihku"


" Priamu yang sudah merusak kehormatan Helenku dan sekarang dia juga memaksa Helenku untuk menikah dengannya hanya karena Helen hamil anaknya!" bentak Darren yang tak bisa lagi mengontrol ucapannya sehingga membeberkan fakta tentang Helena dan Ans.


Satu fakta yang diketahui oleh via tentang pernikahan asisten hilina yaitu karena sebuah tanggung jawab.

__ADS_1


itu membuat Via emakin memiliki celah untuk memisahkan Helena dengan Ans, dengan senyum licik via berkata "Bagaimana jika kau bekerja sama denganku untuk memisahkan mereka?" via dengan senyum licik nya.


Darren tidak menjawab tetapi reaksinya menunggu kelanjutan dari perkataan Via "kita buat mereka berpisah, Jadi kau bisa leluasa dengan Helena aku bisa kembali dengan Kekasihku bagaimana? "tanya Via lagi.


"Apa kau sudah memiliki rencana?"


"Kau tenang saja, tunggu saja informasi dari ku jika memang kau bersedia bekerja sama denganku"


"Baiklah aku tunggu, tapi ingat jika itu rencana yang membuat Helenku terluka maka aku tidak akan mengampunimu" ancam Darren.


"Kau tenang saja, aku jamin dia tidak akan terluka" ucap Via dengan yakin.


"Baiklah, aku tunggu kabar darimu."


Usai berkata seperti itu, Darren langsung meninggalkan Via yang mengumpat karena merasa di abaikan oleh pria itu.


"Dasar pria bo**h! berani sekali kai mengacuhkanku, bahkan aku lebil cantil dari Helen Helenmu itu!" umpat Via.


Tapi tak lama setelah itu Via kembali tersenyum karena rencana yang dia susun akan segera terwujut jika Darren ikut dalam permainan ini.


Helena sedang menunggu di meja makan, waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam tapi Ans belum keluar dari ruang kerjanya.


Helana yang sudah terbiasa dengan hal yang dilakukan Ans, padanya menjadi tidak berselara bahkan susu hamil yang dia buat sendiri mejadi terasa sangat hambar dan makakan yang dulu terlihat sangat nikmat dan menggiurkan mendada menjadi makana yang tidak ada nikmatnya dimata Helena.


Semua itu karena memikirkan sikap Ans yang dingin padanya, dan jika seperti ini bagaimana bisa masalah bisa selesaikan.


Masih berada disana, hingga suara pintu terbuka yang berasal dari ruang kerja Ans membuat wanita hamil itu langsung berdiri dari tempatnya dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Kau? kenapa masih disini? dan kenapa makananya belum tersentuh? ini lagi susumu belum di teguk sama sekali" cerca Ans dengan banyak protes sekaligus pertanyaan.


"Aku aku tidak bisa maka" jawab Helena lirih.


"Kenapa?"


Ans mengerutkan keningnya mendengar jawaban Helena yang tidak bisa makan, tapi sejurus kemudaan panik mengambil alih kesadarannya.


"Kenapa? apa kau sakit? apa terjadi sesutu saat aku tidak ada? jawab kenapa diam saja?".

__ADS_1


Pertanyaan beruntun dan juga raut khawatr dari Ans membuat Helena tersenyum, dia tau jika Ans tidak benar benar akan marah padanya terbukti dari apa yang dia lihat sekarang.


"Kenapa kau dia saja dan malah tersenyum seperti ini?" tanya Ans yang tak kunjung mendapat jawaban tapi malah melihat senyum manis Helana yang mampu menghipnotis dirinya.


"Aku tidak tau mau makan apa?" jawab Helena menunduk.


"Makanan sebanyak ini dan kau bilang tidak tau mau makan apa"


"Aku tidak tau makanan apa yan,g cocok untuk aku makan" lirihnya.


Ans menghela napasnya mendengar pengakuan Helena "lalu kenapa susumu tidak kau minum juga" tanya Ans yang memilih untuk mengelus dadanya.


"Rasanya hambar" jawab Helana menatap sengan wajah mmelasnya pada Ans.


Ans berjalan mendekati kersi yang diduduki Helena dan meraih gelas yang berisi susu milik Helena dan meneguknya sedikit.


Ans kembali mengerutkan keningnyam mendapati susu yang dikatakan hambar oleh Helena justru terasa lebih manis dari yang biasanya dai dia buatkan.


"Tidak hambar kol justru jaih lebih manis dari yang biasanya" ucap Ans menyodorkan gelas pada Helena.


"Tidak mau, rasanya hambar tidak seperti yang kamu buatkan untukku" jawab Helena dengan kepala yang menunduk takut.


Ans kini pah jika Helena mengingkan susu buatannya, dan dia mengutuk dirinya saat sadar jika dia sudah mengabaikan anaknya karena memikirakn Via yang susah menjebaknya.


Kembali lagi Ans mengumpat saat baru menyadari sesuatu "Apa selama aku pergi kamu tidak meminum susumu?" tanya Ans dengan wajah datarnya.


"Iy iya ka karena aku selalu memuntahkannya" aku Helena.


Asn langsung bergegas pergi menuju dapur dan berniat membuatkan susu untuk Helena, tapi niatanya kembali urung saat idenya muncul.


Ans membawa susu itu kembali,susu yang sama yang kata Helena terasa hambar, kini As berniat untuk mencoba memebrikannya saja pada Helena.


Dan benar saja dugaanya Helena meneguk minuman itu hingga tandas dan itu membuat Ans tertawa antara lucu dan menang.


"Bagaimana?"


"Enak, tapi lebih manis dari biasaya sih" jawab Helena polos.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2