
" Sial gagal lagi." umpat Ruben Sedangkan Santi hanya menundukan wajahnya mendengar perkataan Ruben.
" Sayang anak mama." Seru mama Dila girang, ia mendekati putranya dan memeluknya dengan erat, sedangkan papa hanya geleng kepala melihat keceriaan di wajah istrinya
" Astaga ma....! mama mau membunuhku ya." keluh Ruben melepasakan pelukan mamanya
" Hei boy ! mana mungkin mama membunuhmu. Kau itu putra mama satu satunya." saut mama tak terima tuduhan putranya.
" Tapi mama menelukku sangat erat hingga membuatku sulit bernapas." ketus Ruben.
" oh yaampun... Maafkan mama ya sayang. Mama hanya terlalu senang mendengar kau sudah sembuh." ucap mamaerasa bersalah. Tanganya mengelus lengan Ruben lembut.
Ruben tidak menjawab, ia masih kesal karna kedatangan orang tuanya yang datang diwaktu yang tidak tepat sehingga ia gagal mencicipi bibir istrinya lagi.
" Hei kenapa mukamu masih masam begitu.?" tanya papa yang sudah mendekat pada putranya dan memeluk dengan lembut.
" Tidak ada." Jawab Ruben datar.
" Kalau tidak ada lalu kenapa wajahmu seperti itu.? apa kau tidak senang karna sudah sembuh? atau kau ada masalah nak.? tanya papa yang mulai khawatir dengan putrannya yang tidak senang.
" Aku tidak ada keluhan pah. hanya saja kalian datang diwaktu yang tidak tepat." Jawab Ruben masih ketus.
" Loh memangnya kenapa Sayang.? kenapa kau berkata begitu ? tanya mama yang tidak mengerti.
Mama dan papa masih menunggu jawaban Ruben atas perkataanya yang datang tidak tepat waktu itu, sedangkan Santi sudah kembali menundukan wajahya karena ia tau apa yang dimaksud oleh Suaminya itu.
__ADS_1
" Mas." rengek Santi dengan lirih, ia memegang ujung baju pasien suaminya dan Ruben yang melihat istrinya tengah malu hanya tersenyum, ia semakin ingin menggoda istrinya itu.
" Hei boy.! katakan kenapa kau berkata begitu ha." tanya papa yang tak kunjung mendapat jawaban dari putranya dan malahan putranya asyik memandang istrinya.
" Tadi aku hampir saja berciuman dengan istriku tapi gagal karna kedatangan kalian." ungkap Ruben secara gamblang.
Papa dan mama hanya tercengan mendengar penuturan Ruben. Mereka tidak percaya kalau putre mereka akan bicara gamblang seperti itu pada mereka. Sedangkan Santi semakin menundukan wajahnya yang sudah memerah menahan malu.
" Hei anak nakal.! Seru mama. " Kenapa kau bicara seperti itu." tanya mama memukul pelan lengan Ruben.
" Loh memang ia mah, aku dan Santi ingin berciuman tapi gagal karna kalian datang " jawab Ruben santai.
" Mas.." Rengek Santi pada Ruben yang masihengatakan tentang ciuman mereka yang gagal itu.
" Tidak apa apa, mereka juga pernah muda iakan pah.?" tanya Ruben melihat kearah papanya.
" aish kau itu pah.! bisa tidak jangan membahas itu. Lihat menantu kita jadi malu." tegur mama dengan setengah menggoda Santi.
Tawa Ruben dan papa pun langsung pecah melihat wajah Santi yang sudah memereh dan sikapnya yang malu itu.
" Sudahlah tidak perlu malu seperti itu. itu wajar saja, kalian kan suami istri bahkan lebih dari itu pun bisa kalian lakukan." jelas papa yang masih tertawa.
" Tuh dengar sayang. Kita bisa melakukan yang lebih, jadi jangan malu." kata Ruben yang membuat Santi melotot kearahnya tapi itu malah menggemaskan dimata Ruben.
" Sudahlah kami akan keluar menemui dokter untuk bertanya kapan kau bisa pulang agar kalian bisa membuat cucu untuk papa dan mama." kata Mama masih sempat sempatnya menggoda Santi.
__ADS_1
" mama.." rengek Santi yang dibalas kekehan dari mertunya.
" Kau itu ya mas." ketus Santi kepada Ruben saat kedua mertuanya telah keluar.
" loh kenapa." tanya Ruben santai.
" kenapa mas ngomong begitu pada mama dan papa."
" memang benar kan kita tadi hampir berciuman tapi gagal karna kedatangan mereka." jawab Ruben yang lagi lagi membuat rona merah diwajah Santi.
" Ta..tapi tidak usah di beri tau pada mereka mas. Kan kan aku jadi malu." jawab Santi yang kembali gugup saat Ruben lagi lagi merangkul pinggannya.
" Tidak usah malu karna mas mencium istri sendiri bukan orang lain."
" tap-" ucapan tak berlanjut lagi saat Ruben sudah membungkam bibir Santi dengan bibirnya, ******* dan mengesapnya dengan lembut.
Santi hanya memejamkan matanya saat merasakan ciuman Ruben. Saat ia terbuai dengan ******* lembut Ruben menjadi terkejut saat Merasakan bibirnya digigit oleh Ruben sehingga ia membuka mulutnya yang digunakan oleh Ruben untuk semakin memperdalam ciumannya.
Ruben meraih tengkuk Santi dan lidahnya membelit masuk kedalam, mengabsen setiap inci mulut santi. Cukup lama Ruben mengesap manis madu milik Santi dan terpaksa ia harus melepaskan pangutannya saat merasakan Santi dan dirinya kehabisan oksigen.
Keningnya beradu dengan kening Santi bahkan hidung mancung mereka saling bersentuhan, berlomba meraih oksigen sebanyak mungkin untuk di stok dalam tubuh.
Beberapa menit saling memandang, Ruben meraih tubuh Santi masuk kedalam pelukannya. Mereka saling berpelukan merasakan kenyamanan dan kehangatan pelukan satu sama lain.
" I love you my wife." bisik Ruben.
__ADS_1
" I love too my husband." jawab Santi dan kemudian memeluk tubuh Ruben semakin erat.
Bersambung....