Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua, Ultimatum Diri Sendiri


__ADS_3

" Kau istrahat lah." ucap Ans setelah sampai di kamar tempat Helena menginap sebelumnya dan juga akan menjadi kamarnya.


Ans sudah memutuskan untuk tidur di kamar itu bersama Helena dengan alasan lebih mudah baginya mematau kondisi dan membantu Helena jika memerlukak sesuatu.


" Terimakasih." ucap Helena sekenanya.


" Kenapa dia terlihat dingin sekali." batin Ans


Helena berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, " Kau mau kemana?" tanya Ans yang mengentikan langkah Helan.


" Membersihkan diri. memangnya apa lagi? kau mah ikut juga." jawab Helena asal.


" Jika kau mau maka aku akan dengan senang hati menemani anakku mandi bersama ibunya." jawab Ans yang diluar dugaan Helena.


Terkejut mendengar perkataan Ans yang di luar dugaany, tiba tiba dia merasa malu, sempat terbuai tapi seketika ia mengusir pikirannya." ingat Helena ini hanya sementara, jadi jangan sampai kau main hati dengannya." batin Helena.


" Jangan membual tuan, saya tidak menginginkannya." jawab Helena dengan tegas.


Ans terhenyak mendengar penolakan Helena, sungguh sikap Helena jauh dari ekspetasinya tentang wanita ini.


Wanita yang dia anggap lembut ternyata memiliki sisi tegas, tidak tau apa itu asli dirinya atau hanta untuk membuat tembok di antara mereka.


Helena berlalu pergi meninggalkan Ans yang terdiam menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tapi sayang seribu sayang gaun yang dia kenakan menyulitkan dia untuk membuka resletingnya di punggung.


" Ck, ini menyusahkan sekali sih gaun ini." rutuk Helena sambil terus saja berusaha agar tangannya sampai di belakang.


Jarum jam terus berputar tak terasa sudah setengah jam Helena berada di kamar mandi dan hal iti sukses membuat Ans khawatir olehnya.


" Astaga kenapa lama sekali wanita ini." gumam Ans yang melihat jam di pergelangan tangnnya.

__ADS_1


" Helen...Helen kenapa kau lama sekali." teriak Ans sambil menggedor pintu kamar mandi.


Ceklek


Pintu terbuka menampakan seorang Helena yang masih sama keadaanya sejak setengah jam yang lalu.


Ans mengkertukan keningnya memandangi penampilan Helena yang masih belum berubah, gaun masih melekat dan riasab wajah belum di bersihkan.


" Kau begitu lama di dalam tapi belum ada perubahan." ucap Ans setengah tidak percaya.


" Maaf." cicit Helan mendundukan wajahnya.


" Kenapa kau lama sekali."


" Aku aku kesulitan menurunkan gaunku.' jawab Helena yang semakin menunduk, tapi kali ini karena dia merasa sangat malu, wakau sudah pernah melakukannya tapi waktu itu di bawah keasadaran Ans.


Ans melongo mendengar perkataan Helena, bagaimana mungkin wanita ini memberi alasan seperti itu. apa dia tidak bisa meminta bantu padanya.


Ans kesal karena Helena tidak memikirkan konsekuensi dari perbuatannya, Bagaimana jika dia kelelahan lagi, bagaimana jika terjafi sesuatu padanya misalnya kakinya kesemutan karena terlalu lama berdiri dan akhrirnya terjatuh dan berimbas pada kandungannya atau bosa saja ada saja sesuatu yang membuat dia terlukan dan membahayakan kandunganya.


Memikirkan itu sungguh tidak bisa di lakukan oleh Ans, anggaplah dia berlebihan tapi semua itu dia lakukan karena sudah sangat menyayangi anak dalam kandungan Helena, sudah terlanjur sayang dan jatuh hati pada calon bayinya.


" Aku aku tidak bisa menurinkan resletingnya yang ada di belakang ini." jawab Helena takut sambil memutar tubuhnya untuk menampakannya pada Ans.


" Kenapa tidak bilang padaku jika kau merasa kesulitan begini."


Helena tidak menjawab, dia masih betah menunduk, dia takut dan juga malu. Takut jika Ans marah, dan malu jika harus berterus terang pada Ans


" Maaf." lirih Helena.

__ADS_1


Tidak ada respon dari Ans tapi tangannya bergerak maju dan kedua lengan Helan dan menariknya pelan untuk mendekat ke arahnya.


Helena terkejut tapi tetap diam tidak merespon, hingga kulitnya merasakan sentuhan tak di sengaja yag berasal dari jemari Ans, hangat twrasa walau hanya sekilas dan itu berhasil membuat dara Helena bersesir mengalir ke skujur tubuhnya tanpa hambatan.


Tidak jauh berbeda dengan Helena, Ans juga merasakan hal yang sama saat tangannya tak sengaja bersentuhan dengan kulit punggung Helena yang terasa lembut dan hangat.


Bahkan tanpa bisa diajak kompromi sesuatu bagian dalam dirinya memberontak ingin mencari tempat "sial kenapa aku bisa seperti ini, kenapa aku tidak bisa menahan diri saat menyentuh kulitnya. " batin Ans


Ans percepat gerakan tangannya untuk menurunkan resleting gaun Helena tanpa bicara, dia tidak bisa berada dalam situasi itu terus takut dia akan kehilangan kendali nanti.


Meskipun sebenarnya bisa dikatakan dia berhak terhadap diri Helena karena sudah menjadi istrinya, tapi dia masih berpikir logika untuk tidak melakukan itu kepada wanita yang sama sekali tidak dicintainya.


" Lekaslah bersihkan dirimi, aku tidak mau jika terjadi sesuatu pada anakku." kata Ans.


lagi lagi merasa berkecil hati mendapat perhatian dari pria yang sudah berstatus menjadi suaminya tetapi perhatian itu tidak untuk kebaikan dirinya tetapi karena untuk anak yang ada di dalam kandungannya "sadar dirilah Helena Jangan pernah berharap lebih cari pria ini." batin Helena


Masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sampai di sana ia menutup pintu kamar mandi dan kemudian menyandarkan tubuhnya di sana menenangkan Gejolak perasaan yang dia sendiri tidak tahu kenapa mendadak seperti itu.


Apa mungkin ini bisa dikatakan karena bawaan bayi di dalam kandungan nya membuat dia bisa melow seperti ini atau Sebenarnya ada rasa lain yang masih belum disadari oleh Helena.


" Apa yang kau pikirkan Helena? Kamu jangan bodoh. jangan mengharapkan sesuatu yang tidak akan pernah menjadi milikmu, ingat! semua hanya karena anak yang ada di lakukan denganmu" ucap Helena memberi pengertian terhadap dirinya sendiri "jangan pernah bermain hati padanya, atau kamu akan merasakan akibatnya nanti." Lanjut Helena memberi ultimatum untuknya sendiri.


Tidak mau berlarut dalam keadaan yang seoerti ini, Helena bergegas berjalan dan berdiri di depan cermin untuk membersihkan riasan wajahnya dan kemudian membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket.


Setelah selesai dengan itu Helena hendak keluar tapi lagi lagi sepertinya keadaan ingin seklai membuat dirinya malu di hadapan Ans, bagaimana tidak Helena berfikir seperti itu jika dia lupa membawa serta pakaiannya tadi, dan sekarang hanya handuk yang melilit tubuhnya. Handuk yang hanya menutupi setengah bagian badan dan setengah pahanya saja.


" Astaga, aku lupa lagi dengan pakaianku." gumam Helena.


Helan menarik nafasnya sebentar dan kemudian mengulurkan tangannya untuk membuka sedikit daun pintu untuk mengintup keadaan, meyodorkan kepalanya keluar dan daa mendapati Ans yang sudah tertidur di kasur miliknya.

__ADS_1


" Huuu aman." gumam Helena dan kemudian Berjalan mengendap menuju lemari pekaiannya dan memilih pakaian tidur untuk di kenakan dan sesekali memutar lehernya kearah Ans untuk memastikan lelaki itu tidak terbangun, tanpa tau kalau sebenarnya Ans sudah memperhatiaknnya sedaru tadi bahkkn mendengar gumamannya.


" Lucu sekali dia itu." batin Ans yang sesekalu mengintip kegaiatan Helena.


__ADS_2